Data dari Pusat Prestasi Nasional, menunjukkan daftar perguruan tinggi dengan jumlah peserta didik berprestasi terbanyak di Indonesia. Hasilnya menarik, sebab sejak 2025, posisi teratas ditempati Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan 669 prestasi.
Posisi ini disusul Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dengan 666 prestasi, lalu Universitas Brawijaya dengan 606 prestasi.
Selisih UGM dan ITS pun hanya tiga angka. Ini menandakan persaingan prestasi mahasiswa nasional sangat ketat.
Berikut data perguruan tinggi dengan jumlah prestasi terbanyak yang tercantum pada laman Pusat Prestasi Nasional untuk jenjang DIKTI:
1. Universitas Gadjah Mada – 669
2. Institut Teknologi Sepuluh Nopember – 666
3. Universitas Brawijaya – 606
4. Universitas Negeri Yogyakarta – 504
5. Universitas Indonesia – 410
6. Universitas Pendidikan Indonesia – 342
7. Universitas Negeri Surabaya – 335
8. Universitas Diponegoro – 312
9. Institut Pertanian Bogor – 300
10. Universitas Telkom – 300
11. Universitas Katolik Parahyangan – 284
12. Universitas Negeri Malang – 281
13. Universitas Hasanuddin – 281
14. Universitas Sebelas Maret – 261
15. Universitas Negeri Jakarta – 250
16. Institut Teknologi Bandung – 234
17. Universitas Airlangga – 232
18. Universitas Negeri Semarang – 215
19. Universitas Muhammadiyah Malang – 205
20. Universitas Tanjungpura – 197
Perlu diperhatikan, jumlah prestasi bukan berarti jumlah mahasiswa. Ini merujuk pada total capaian prestasi yang tercatat dalam sistem.
Satu mahasiswa bisa menyumbang lebih dari satu prestasi jika memenangkan beberapa ajang berbeda. Jadi angka 669 milik UGM bukan berarti 669 mahasiswa, tetapi total pencapaian yang terdata.
Selain itu, medali yang dihitung juga bukan mencakup semua lomba bebas. Yang masuk pencatatan adalah ajang nasional resmi yang diadakan BPTI Puspresnas, seperti Peksiminas (Pekan Seni Mahasiswa Nasional), Pilmapres (Pemilihan Mahasiswa Berprestasi Nasional), dan Pimnas (Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional).
Kampus Pendidikan dan Swasta juga Mendominasi
Yang menarik, kampus berbasis pendidikan seperti Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Negeri Malang, dan Universitas Negeri Jakarta juga ikut masuk jajaran atas.
Padahal, publik sering menganggap kampus teknik atau kampus elit selalu mendominasi. Nyatanya, kampus pencetak guru justru punya ekosistem kompetisi yang kuat.
Daftar ini juga mematahkan anggapan bahwa prestasi nasional hanya milik kampus negeri. Ada beberapa perguruan tinggi swasta yang masuk 20 besar, seperti Universitas Telkom, Universitas Katolik Parahyangan, dan Universitas Muhammadiyah Malang.
Bagi calon mahasiswa dan orang tua, data seperti ini bisa menjadi gambaran awal tentang kehidupan di dalam kampus. Sebab memilih universitas bukan hanya soal nama besar atau ranking. Yang juga penting adalah apakah kampus tersebut benar-benar memberi ruang bagi mahasiswa untuk berkembang.
Kampus dengan prestasi tinggi umumnya memiliki pembinaan lomba yang aktif. Mahasiswa tidak dibiarkan mencari jalan sendiri ketika ingin ikut kompetisi. Ada pelatihan, seleksi internal, mentoring, hingga simulasi sebelum bertanding.
Selain itu, biasanya ada dosen pendamping yang terlibat serius. Peran dosen bukan hanya mengajar di kelas, tetapi juga menjadi pembimbing tim debat, riset, karya tulis, bisnis plan, robotik, olahraga, dan bidang lain. Kehadiran mentor berpengalaman sering menjadi pembeda antara peserta biasa dan tim juara.
Ciri lain adalah organisasi mahasiswa yang hidup. Kampus dengan iklim kompetitif biasanya punya UKM, komunitas, dan himpunan mahasiswa yang aktif membuat kegiatan. Dari tempat-tempat inilah mahasiswa belajar memimpin, bekerja sama, mengelola acara, hingga membangun jejaring. Kemampuan seperti ini sering dicari dunia kerja.
Faktor penting berikutnya ialah akses pendanaan lomba. Banyak kompetisi membutuhkan biaya pendaftaran, alat, perjalanan, hingga akomodasi. Kampus yang serius pada prestasi biasanya menyiapkan bantuan dana, sponsor, atau skema insentif agar mahasiswa tidak mundur hanya karena kendala biaya.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News





Comments are closed.