Yogyakarta Bangga! SD Islam Al Azhar 55 Masuk 5 Besar SD Berprestasi Nasional
SD Islam Al Azhar 55 Internasional Yogyakarta resmi masuk 5 besar sekolah dasar dengan prestasi terbanyak di Indonesia versi Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) per 21 Januari 2026.
Sekolah ini mencatat 297 prestasi nasional dan internasional, sebuah angka yang menempatkannya sejajar dengan sekolah-sekolah unggulan yang lebih dulu dikenal publik.
Data Puspresnas menempatkan sekolah ini di posisi kelima nasional. Di atasnya ada sejumlah nama besar yang selama ini identik dengan prestasi akademik maupun non-akademik.
- SD Muhammadiyah Condongcatur – 781 prestasi
- SD Muhammadiyah Manyar – 556 prestasi
- SD Islam Sabilillah Malang – 416 prestasi
- SD Muhammadiyah Sapen 1 – 375 prestasi
- SD Islam Al Azhar 55 Internasional Yogyakarta – 297 prestasi
Masuk daftar itu bukan perkara mudah. Indonesia memiliki ribuan sekolah dasar dengan persaingan yang semakin ketat setiap tahun. Oleh karena itu, ketika sekolah yang baru berdiri pada 2016 ini menembus lima besar nasional, kepercayaan publik pun datang dengan sendirinya.
Meski demikian, Kepala Satuan Pendidikan SD Islam Al Azhar 55 Internasional, Miftakhur Risal, menyebut prestasi hanyalah hasil dari proses panjang.
“Piagam dan prestasi individual itu hanyalah bonus. Yang paling penting anak terus berproses menjadi lebih baik dari sebelumnya. Lalu prestasi individual itu berkembang menjadi kolaborasi dan kontribusi,” ujar Miftakhur Risal dalam publikasi sekolah, 21 Januari 2026.
Sekolah ini juga memegang satu prinsip yang cukup menarik.
“Competition is good, but collaboration is better. No one knows everything, everyone knows something.”
Artinya, persaingan dianggap baik, tetapi kerja sama lebih bernilai.
Dalam kehidupan nyata, keberhasilan jarang datang dari satu orang saja. Anak-anak yang sejak SD dibiasakan bekerja dalam tim, mendengar pendapat teman, dan menyelesaikan masalah bersama biasanya tumbuh dengan kepercayaan diri yang lebih sehat.
Sekolah Islam dengan Kurikulum Unggulan
Hal lain yang membuat sekolah ini menonjol adalah model pembelajarannya. Al Azhar 55 menggabungkan kurikulum nasional, Cambridge Curriculum, dan Kurikulum Pengembangan Pribadi Muslim (KPPM).
Apa itu Cambridge Curriculum?
Ini adalah sistem pendidikan internasional dari Cambridge Assessment International Education, Inggris. Fokusnya ditekankan pada kemampuan berpikir kritis, komunikasi, dan pemecahan masalah.
Pendekatan seperti ini mulai banyak dicari orang tua, karena dunia kerja masa depan lebih membutuhkan kemampuan berpikir daripada sekadar nilai rapor.
Pada Januari 2026, sekolah ini juga mengumumkan hasil Cambridge Checkpoint Test, yaitu asesmen internasional untuk siswa pada mata pelajaran English, Mathematics, dan Science.
Tes ini diikuti ribuan sekolah pengguna Cambridge dari berbagai negara.
Hasil siswa Al Azhar 55 cukup menonjol dengan rincian 17 siswa meraih kategori Outstanding di English, 14 siswa Outstanding di Science, 9 siswa Outstanding di Mathematics, dan 6 siswa Outstanding di semua mata pelajaran
Kategori ini menunjukkan performa siswa jauh di atas standar yang diharapkan. Sederhananya, kemampuan akademiknya berada di level sangat tinggi untuk ukuran internasional.
Bukan Hanya Pintar, tapi Berani Bicara
Di luar akademik, sekolah ini punya program bernama Student-led Conference.
Dalam program ini, siswa mempresentasikan sendiri perkembangan belajar mereka di hadapan orang tua dan guru. Bagi siswa SD, ini latihan besar karena mereka belajar menyampaikan gagasan, berbicara runtut, dan percaya diri di depan orang dewasa.
Banyak orang dewasa masih takut presentasi. Di sini, latihan itu dimulai sejak kecil.
Ada juga Life Skill Project, yakni tugas rumah sederhana seperti membuat teh untuk orang tua, melipat pakaian, mencuci piring, hingga menyiram tanaman.
Karena pendidikan sejatinya bukan hanya soal nilai 100, melainkan juga tentang menjadi pribadi yang bertanggung jawab.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News





Comments are closed.