Mon,4 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Top News
  3. Mendag ungkap nilai ekonomi dari ekosistem burung kicau capai Rp2 T

Mendag ungkap nilai ekonomi dari ekosistem burung kicau capai Rp2 T

service

Kalau lomba burung berkicau semakin banyak, maka dampaknya juga semakin besar

Jakarta (ANTARA) – Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengungkapkan bahwa ekosistem burung kicau di Indonesia memiliki nilai ekonomi yang besar, dengan angka mencapai Rp1,7 triliun hingga Rp2 triliun.

Dirinya dalam Festival Lomba Burung Berkicau dan Kuliner UMKM di Jakarta, Minggu, menyampaikan potensi ini dinilai akan terus meningkat seiring dengan semakin maraknya penyelenggaraan lomba burung berkicau di berbagai daerah.

“Kalau lomba burung berkicau semakin banyak, maka dampaknya juga semakin besar. Kalau kita lihat nilai ekonomi dibalik kicau burung itu sekitar Rp1,7 sampai Rp2 triliun. Ekspor kita burung hias itu tahun lalu sekitar Rp12,5 miliar,” ucapnya.

Budi menjelaskan, geliat lomba burung berkicau tidak hanya berdampak pada hobi semata, tetapi juga mendorong pertumbuhan sektor usaha yang terhubung langsung dalam rantai ekosistem tersebut, mulai dari peternak burung, pelaku breeding, hingga industri pendukung seperti pakan dan perlengkapan.

“Karena ini burung ternak, jadi peternaknya semakin banyak, breeding semakin banyak, kemudian pembuat sangkar burung semakin banyak, pabrik pakan semakin banyak, peternak jangkrik juga banyak, karena jangkrik salah satu makanan burung, kemudian juga tentu penjual, penjualnya akan semakin banyak,” katanya.

Lebih lanjut, Mendag menegaskan bahwa pengembangan ekosistem kicau burung juga sejalan dengan upaya pelestarian lingkungan. Ia menekankan bahwa burung yang dilombakan merupakan hasil ternak, bukan tangkapan dari alam liar, sehingga tidak mengancam populasi burung di habitat aslinya.

“Ingin memperkenalkan kepada kita semua, bagaimana kita mencintai lingkungan, bagaimana kita melestarikan burung-burung kicau, dan kita sama sekali yang dilombakan bukan burung liar, jadi burung ternak,” katanya lagi.

Pemerintah kata dia, berkomitmen untuk terus mendorong penyelenggaraan lomba burung berkicau yang lebih baik dan ramai di masa mendatang.

Baca juga: 8 manfaat memelihara burung kicau dan tips merawatnya dengan baik

Baca juga: Kemenhut hentikan penyelundupan ratusan burung kicau dari Bali

Baca juga: Ratusan kicau mania meriahkan Festival Lomba Burung Berkicau Karawang

Pewarta: Ahmad Muzdaffar Fauzan
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.