Makkah, NU Online
Sepanjang 2025 jutaan umat Islam dari seluruh dunia melaksanakan ibadah umrah. Di antara jutaan tersebut sampai April di tahun yang sama, jamaah umrah Indonesia mencapai angka 648.485 orang (GoodStats/SISKOPATUH, 2025). Kemudian, ditambah 221.000 jamaah haji (Kemenag RI, 1446 H). Setelah musim haji, jamaah umrah Indonesia kembali berdatangan.
Penduduk Arab memiliki kesan positif akan kehadiran ratusan ribu jamaah umrah dan haji Indonesia. Saleh Abkar, seorang guru musik, misalnya. Konten kreator dengan jutaan pengikut, sekaligus pelantun nasyid itu didapuk Syarikah Rakeen untuk melantunkan nasyid saat prosesi penyambutan jamaah haji Indonesia yang tiba di Makkah selepas bertolak dari Madinah di lobi Gulf Suites Hotel 1, Sektor 2, Syisyah, Makkah, Jumat malam (1/5/2026).
Setelah melantunkan shalawat dan talbiyah dan ungkapan-ungkapan kebahagian atas kedatangan jamaah dalam bahasa Arab, Saleh sempat mengobrol dengan petugas haji Indonesia. Dia dimintai pendapat tentang jamaah haji asal Indonesia.
“Bagaimana bilang Indonesia tidak baik? Indonesia itu baik!”ungkap pemilik akun Facebook “salehabkar1” dengan keterangan profil sebagai ṣāni‘ muḥtawā (kreator konten), munshid (pelantun nasyid), serta mudarrib taṭwīr dhāt mutaqaddim (pelatih pengembangan diri tingkat lanjut).
Pengakuan serupa disampaikan Aiman Bahasuan, asli Arab keturunan Yaman, yang berprofesi sebagai Marketing Supervisor di Thayyibah Gift, Kawasan Jabal Nur, kaki bukit Goa Hira.
Aiman bisa mengungkapkan kalimat-kalimat bahasa Indonesia seperti “apa kabar”, “baik”, bahkan kalimat-kalimat menawarkan barang dagangannya. Ketika ada rombongan Indonesia, dia langsung menawarkan benda-benda di tokonya dengan logat Arab.
“Ini Bapak, Ibu, gelang tulis nama; cincin tulis nama; sajadah tulis nama,” katanya sambil menunjuk benda-benda yang diangkat temannya seraya menawarkan kepada jamaah Indonesia di tokonya di pintu keluar Museum Wahyu Rabu (29/05/2026).
Kemudian dia menawarkan tumbler yang bisa menyimpan air tetap panas sekian jam atau air tetap dingin sekian jam. Antara satu kalimat dengan kalimat lain, selalu dijeda dengan masya Allah, masya Allah.
Tak hanya itu, dia juga memiliki kartu nama dengan bahasa Indonesia Penjual Alarb, bukan nama aslinya. Nama tersebut ternyata adalah akun di media sosialnya, TikTok, yang ketika diakses Ahad (03/05/2026, memiliki 304,6 ribu pengikut dan Instagram 45,2 ribu pengikut.
Dia sempat berbincang dengan Kepala Daerah Kerja Makkah Ihsan Faisal di tokonya. Ihsan bertanya bagaimana dia belajar bahasa Indonesia.
Aiman menjelaskan, belajar bahasa Indonesia sedikit-sedikit dari jamaah Indonesia yang berkunjung ket tokonya.
Ketika ditanya kesan Indonesia, menurutnya, jamaah haji maupun umrah Indonesia luar biasa banyak dan mereka baik-baik.
Pendapat serupa disampaikan Bandares Abdul Wahab., Menurut dia, jamaah haji Indonesia bagus.
“Indonesia bagus-bagus, senyum-senyum,” katanya saat ngobrol-ngobrol dengan Kepala Bidang Transportasi Daerah Kerja Makkah, Syarif Rahman, di pool bus Rahawil, Kawasan Zumum, Kota Makkah, Selasa (28/04/2026)
Pengusaha transportasi di Syarikah Rawahil yang tahun memiliki kerja sama dengan Kementerian Haji dan Umrah mengaku sering berkunjung ke Indonesia. Dia pernah ke Jakarta, Bandung, Lombok, Bali, Makassar, dan Puncak (Bogor). (Abdullah Alaw. (Abdullah Alawi)





Comments are closed.