Jakarta –
Dalam menjalani hidup, kita pasti pernah melihat seseorang yang selalu tampil mewah di kesehariannya. Mulai dari memakai barang-barang branded hingga gaya hidupnya yang seakan tidak ada habisnya.
Bahkan, mereka kerap memamerkan momen-momen “kemewahan” di media sosial dengan begitu percaya diri. Inilah yang membuat orang lain mengira bahwa mereka benar-benar punya kekayaan yang berlimpah.
Namun, tak semua yang terlihat mewah benar-benar mencerminkan kondisi finansial sebenarnya, Bunda. Para ahli keuangan menilai, ada orang yang justru hanya ingin terlihat ‘kaya’ di mata orang lain.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pakar keuangan sekaligus pendiri FinlyWealth di Amerika Serikat, Abid Salahi, mengatakan bahwa orang yang benar-benar kaya biasanya tidak terlalu fokus pada penampilan semata.
“Individu yang benar-benar kaya sering kali memprioritaskan keamanan finansial daripada pamer kekayaan yang mencolok,” ujar Salahi, dikutip dari laman Yahoo Finance.
“Kekayaan sejati adalah tentang keamanan dan kebebasan finansial, bukan hanya kemewahan lahiriah dari kesuksesan,” tambahnya.
Bicara soal ini, ada beberapa ciri kepribadian orang yang pura-pura kaya yang bisa terlihat dari kesehariannya. Yuk, kita simak, Bunda.
Menilik dari Yahoo Finance, terdapat beberapa ciri kepribadian orang yang pura-pura kaya menurut Abid Salahi:
1. Gaya hidup yang lebih fokus pada penampilan
Menurut Salahi, perbedaan antara orang yang benar-benar kaya dan yang hanya terlihat kaya sebenarnya cukup tipis. Bunda bisa melihat dari cara mereka mengatur uang dalam kesehariannya.
Salah satu ciri yang paling mudah dikenali adalah ketika seseorang menghabiskan hampir semua penghasilannya hanya untuk menjaga penampilan. Mulai dari barang mewah hingga gaya hidup yang harus selalu terlihat “wah” di depan orang lain.
Berbeda dengan itu, orang yang benar-benar kaya cenderung lebih berhati-hati dalam mengatur pengeluaran. Mereka memilih hidup lebih sederhana agar kondisi keuangan bisa tetap stabil.
2. Cenderung memamerkan kekayaan
Salahi mengatakan bahwa salah satu ciri yang cukup sering terlihat pada orang yang pura-pura kaya adalah kebiasaan memamerkan barang-barang mewah. Biasanya, hal ini dilakukan untuk menunjukkan kesan “berkelas” di hadapan orang lain.
“Terus-menerus memamerkan merek-merek mewah, sering kali dengan logo yang terlihat jelas,” kata Salahi.
Sementara itu, orang yang benar-benar kaya justru tidak terlalu fokus pada hal-hal yang terlihat dari luar. Dengan kata lain, mereka lebih menghargai perjalanan hidup dibandingkan sekadar mengoleksi barang-barang branded.
“Orang-orang yang benar-benar kaya sering kali lebih menghargai perjalanan, pendidikan, dan pengembangan diri daripada mengumpulkan barang-barang mewah,” ujarnya.
3. Kurang paham soal investasi dan keuangan
Menurut Salahi, ciri lain orang yang terlihat kaya adalah kurangnya pemahaman soal investasi atau strategi keuangan. Mereka sering tidak bisa menjelaskan secara jelas bagaimana mereka mengatur keuangannya.
Orang seperti ini juga cenderung menghindar atau bahkan melebih-lebihkan kondisi keuangannya saat ditanya lebih jauh. Sebaliknya, orang yang benar-benar kaya justru punya kebiasaan mengelola aset dengan lebih terarah, Bunda.
Mereka biasanya suka berinvestasi pada hal-hal yang nilainya bisa berkembang dalam jangka panjang, seperti bisnis. Enggak cuma itu, mereka juga lebih terbuka membahas pengelolaan keuangan karena sudah paham tentang perencanaannya dengan baik.
4. Gaya hidup yang banyak bergantung pada utang
Berikutnya, orang yang hanya terlihat kaya tak jarang menghabiskan uangnya untuk hal-hal yang nilainya terus menurun. Biasanya, berupa barang-barang mewah seperti mobil atau pakaian branded.
“Mereka yang memalsukan kekayaan sering kali menginvestasikan uang ke aset yang nilainya terus menurun seperti mobil mewah atau pakaian bermerek untuk menciptakan ilusi kemewahan,” kata Salahi.
Karena itu, mereka akhirnya bergantung pada kartu kredit atau pinjaman untuk mempertahankan gaya hidup tersebut. Nah, orang yang benar-benar kaya cenderung lebih bijak dalam menggunakan kredit.
Mereka tidak sembarangan berutang meskipun sudah memiliki akses ke fasilitas tersebut.
“Meskipun mereka memiliki akses ke kredit yang signifikan, orang kaya cenderung menggunakannya secara hemat dan strategis,” jelasnya.
Seperti apa kekayaan sejati itu?
Pendiri sekaligus CEO Reliant Insurance Group di Amerika Serikat, Ben Klesinger, menyampaikan bahwa kekayaan sejatinya bukan soal pamer, Bunda. Namun, lebih pada rasa percaya diri dan tetap rendah hati dalam menjalani hidup.
Kekayaan yang sebenarnya dibangun dari aset yang dimiliki seiring waktu. Hal ini bisa dicapai lewat investasi, bukan sekadar menunjukkan barang mewah kepada orang lain.
“Mereka memahami bahwa kekayaan bertambah seiring kepemilikan dan waktu, bukan hanya pendapatan tinggi semata,” kata Klesinger.
Ia juga menambahkan bahwa orang yang benar-benar kaya justru memilih hidup di bawah kemampuan mereka. Mereka lebih fokus pada kebutuhan yang praktis dan tidak berlebihan, Bunda.
“Mereka mengendarai kendaraan yang praktis dan tinggal di rumah dengan ukuran yang sesuai. Pengeluaran mereka selaras dengan pengalaman, barang berkualitas, dan hubungan, bukan merek atau status,” ujarnya.
“Kekayaan sejati, menurut pengalaman saya, dijalani dengan rasa syukur, tujuan, dan pengabdian. Itulah ciri khas kekayaan yang sah,” pungkasnya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ndf/fir)





Comments are closed.