Wed,6 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Opinion
  3. KH Miftachul Akhyar Jelaskan Hikmah di Balik Bala yang Menimpa Manusia

KH Miftachul Akhyar Jelaskan Hikmah di Balik Bala yang Menimpa Manusia

kh-miftachul-akhyar-jelaskan-hikmah-di-balik-bala-yang-menimpa-manusia
KH Miftachul Akhyar Jelaskan Hikmah di Balik Bala yang Menimpa Manusia
service

Surabaya, NU Online

Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftachul Akhyar menegaskan bahwa manusia tidak bisa lepas dari bala atau ujian selama hidupnya, bahkan hingga meninggalkan dunia ini. Mengutip QS Al-Mulk Ayat 2, Kiai Miftah menyebutkan bahwa ujian tersebut sudah menjadi ketetapan Allah swt.

“Yaitu yang menciptakan kematian dan kehidupan untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun”.

Kiai Miftach juga menukil firman Allah dalam Hadits Qudsi yang mengancam bagi siapa saja yang tidak ridha akan ketetapan-Nya berikut.

“Allah berfirman: Barang siapa yang tidak ridha atas qadha-Ku, tidak bersyukur atas nikmat-Ku, dan tidak sabar atas ujian-Ku, maka keluarlah dari bawah langit-Ku dan carilah Tuhan selain Aku”.

Meski begitu, ia menegaskan Allah tidak sekadar menguji, karena dalam setiap ujian terdapat hikmah yang besar. Di antaranya, Dia ingin hamba-Nya menjadi pribadi yang lebih kuat, sabar, dan terbiasa dengan ikhtiar memecahkan masalah-masalah yang dihadapi.

“Pasti di balik itu ada hikmahnya. Apa hikmahnya? Tahan uji, apa hikmahnya? Mencari jalam keluar, dan seterusnya,” katanya saat Ngaji kitab Syarah Al-Hikam dalam pertemuan ke-158, dikutip dari kanal Multimedia KH Miftachul Akhyar, Rabu (6/5/2026).

“Maksudnya Allah membiasakan kita agar selalu berikhtiar mencari jalan keluar manakala kita diuji olah Allah, dan ujian itu pasti terjadi selama hidup ini,” tambahnya.

Lebih jauh, pengasuh Pondok Pesantren Miftachus Sunnah Surabaya ini menegaskan setiap ujian yang diberikan kepada manusia sangatlah kecil dibandingkan kasih sayang Allah kepadanya. Hal ini menurutnya penting diyakini, sehingga tidak akan pernah mengeluh, bahkan menyangkal ketetapan Allah.

“Yang menakdirkan semua itu adalah Allah yang memiliki sifat kasih sayang, yang kasih sayangnya kepada kita ini jauh lebih luas daripada ghadabnya, daripada saat menyiksa, termasuk daripada penyakit atau bala yang kita rasakan,” jelasnya.

Dengan begitu, ujian bukan lagi menjadi beban yang demikian berat. Karena di samping adanya kesadaran akan takdir Allah, juga meyakini bahwa kasih sayang Allah yang besar tidak akan terkurangi sedikitpun, kendati sedang memberikan bala kepada manusia.

“Nah, kalau kayak gini enteng hidup,” tegasnya.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.