Fri,8 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Hujan Terpanjang dalam Sejarah Planet Bumi: Misteri yang Berujung pada Kebangkitan Dinosaurus

Hujan Terpanjang dalam Sejarah Planet Bumi: Misteri yang Berujung pada Kebangkitan Dinosaurus

hujan-terpanjang-dalam-sejarah-planet-bumi:-misteri-yang-berujung-pada-kebangkitan-dinosaurus
Hujan Terpanjang dalam Sejarah Planet Bumi: Misteri yang Berujung pada Kebangkitan Dinosaurus
service

Sekitar 232 juta tahun lalu, Bumi mengalami salah satu episode iklim paling ekstrem dalam sejarah geologi. Selama lebih dari satu juta tahun, curah hujan meningkat drastis di berbagai wilayah dunia. Daratan yang sebelumnya kering berubah menjadi rawa dan hutan lembap. Sungai baru terbentuk dalam jumlah besar. Danau meluas hingga ke pedalaman benua. Peristiwa ini dikenal sebagai Peristiwa Pluvial Karnia atau Carnian Pluvial Episode, fase penting pada akhir periode Trias yang mengubah ekosistem global dan membuka jalan bagi kebangkitan dinosaurus. Sebelum periode ini terjadi, hampir seluruh daratan Bumi masih tergabung dalam satu superkontinen raksasa bernama Pangea. Kondisi tersebut membuat sebagian besar wilayah pedalaman memiliki iklim sangat panas dan kering. Gurun mendominasi banyak area, terutama di bagian tengah benua yang jauh dari pengaruh laut. Penelitian terhadap batuan sedimen dari periode Trias menunjukkan banyak wilayah saat itu dipenuhi endapan gurun dan mineral evaporit, tanda bahwa curah hujan sangat rendah selama jutaan tahun. Ekosistem yang berkembang pada masa itu harus beradaptasi dengan lingkungan keras. Tumbuhan memiliki akar panjang untuk mencari air tanah. Reptil purba mengembangkan kulit bersisik yang membantu mengurangi kehilangan cairan. Banyak hewan hidup di sekitar sumber air musiman yang terbatas. Dunia Trias awal sangat berbeda dibanding gambaran hutan hijau yang sering diasosiasikan dengan zaman dinosaurus. Hujan Ekstrem yang Mengubah Planet Namun sekitar 232 juta tahun lalu, sistem iklim global berubah drastis. Catatan geologi dari berbagai belahan dunia menunjukkan transisi cepat dari kondisi kering menuju lingkungan jauh lebih basah. Lapisan batuan gurun mulai digantikan oleh endapan sungai, rawa, dan lumpur kaya bahan organik.…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.