Jakarta –
Setelah imunisasi, banyak orang tua yang merasa panik karena Si Kecil tiba-tiba mengalami demam. Sebenarnya, apa yang menjadi penyebab anak selalu demam setelah diimunisasi?
Kondisi ini memang cukup sering terjadi dan kerap membuat orang tua merasa khawatir. Sebelum kita bahas lebih jauh, Dokter Spesialis Anak sekaligus Konsultan Infeksi Penyakit Tropis di Jakarta, dr. Mulya Rahma Karyanti, Sp.A, Subsp.Inf.P.T(K), IBCLC, PhD, menjelaskan pentingnya imunisasi bagi Si Kecil.
“Imunisasi itu penting karena dia membantu anak agar daya tahan tubuhnya bisa kebal terhadap penyakit tertentu. Memang secara umum, kekebalan anak ada yang non spesifik. Jadi bersifat non spesifik, artinya sistem kekebalan tubuh seperti tentara tubuh bisa bekerja melawan secara umum,” ujar dr. Karyanti, dikutip dari kanal YouTube @IDAITV2020.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Tapi untuk penyakit-penyakit yang spesifik, seperti difteri, pertusis, tetanus, dan campak, itu perlu kekebalan yang terbentuk secara khusus, yang memang spesifik untuk melawan bakteri-bakteri tersebut,” lanjutnya.
Lalu, mengapa sebagian anak bisa mengalami demam setelah imunisasi, ya? Mari cari tahu jawaban selengkapnya berikut ini, Bunda.
Dokter Karyanti menjelaskan bahwa demam setelah imunisasi adalah reaksi yang normal. Kondisi ini terjadi karena tubuh Si Kecil sedang membentuk kekebalan tubuh sebagai respons terhadap imunisasi yang diberikan.
“Kalau Ayah Bunda anaknya selalu demam pada saat imunisasi, itu sebenarnya reaksi demam itu reaksi normal tubuh,” ujar dr. Karyanti.
“Jadi, jangan khawatir. Artinya, tubuh anak lagi membentuk kekebalan tubuh, makanya agak hangat ya, demam. Tapi, kalau misalnya dikasih obat penurun panas, dan itu biasanya paling satu atau dua hari ya setelah vaksinasi. Jadi, jangan khawatir dan belum tentu imunisasi berikutnya anak demam,” lanjutnya.
Karena itu, imunisasi tetap harus dikejar sesuai dengan jadwal ya, Bunda. Tujuannya agar anak tetap terlindungi dari berbagai penyakit serta kecacatan seumur hidup.
“Saran saya tetap kejar imunisasi. Karena tujuan imunisasi adalah melindungi anak agar terhindar dari penyakit-penyakit yang berat, penyakit yang mengancam nyawa, dan membuat cacat seumur hidup.
Lebih lanjut, dr. Karyanti menjelaskan imunisasi membantu melindungi anak dari berbagai penyakit yang sebenarnya bisa dicegah. Beberapa di antaranya seperti difteri, pertusis, dan tetanus.
“Jadi, anak-anak terlindung dari penyakit-penyakit yang bisa dicegah dengan imunisasi ya, seperti difteri, pertusis, tetanus, ya,” katanya.
Pertolongan saat anak demam karena imunisasi
Apabila anak demam karena setelah diimunisasi, Bunda tidak perlu panik, karena ada beberapa langkah yang bisa dilakukan di rumah untuk membantu Si Kecil lebih nyaman.
1. Menyusu atau minum lebih sering
Menurut dr. Karyanti, langkah pertama yang bisa dilakukan adalah memastikan anak tetap cukup cairan. Cara paling mudah adalah dengan menyusu atau minum sesering mungkin sesuai kebutuhannya.
“Pertolongan pertama untuk menahan demam adalah beri dia menyusu sesering mungkin atau minum sesering mungkin,” ungkapnya.
2. Berikan obat penurun panas
Apabila demam membuat Si Kecil tampak tidak nyaman, Bunda bisa memberikan bantuan berupa obat penurun panas. Obat ini digunakan sesuai kebutuhan dan anjuran yang tepat.
“Kedua, boleh dibantu kasih antipiretik, obat panas, parasetamol,” kata dr. Karyanti
3. Kompres dengan air hangat
Selanjutnya, Bunda bisa membantu menurunkan suhu tubuh Si Kecil dengan melakukan kompres air hangat. Fokuskan pada area lipatan tubuh seperti ketiak dan pangkal paha supaya lebih efektif.
“Lalu, bantu kompres dengan air hangat. Jadi, yang dikompres dengan sapu tangan atau lap basah dengan baskom ya. Kemudian, yang dikompres adalah lipatan ketiak dan lipat inguinal, dari lipat pangkal paha ya di situ,” jelasnya.
“Jadi, lakukan itu 10-15 menit, itu cepat sekali panas keluar melalui pori-pori, sama seperti saat orang tua memberikan obat panas, terus anak berkeringat,” sambungnya.
4. Hindari selimut atau pakaian tebal saat anak demam
Di saat anak demam, sebaiknya hindari penggunaan selimut atau pakaian berlapis-lapis ya, Bunda. Hal ini justru dapat membuat panas tubuh anak tertahan di dalam.
“Jangan dipakaikan baju berlapis-lapis atau diselimuti terlalu tebal, karena malah bikin panasnya tertahan di dalam. Nah, itu membuat panasnya naik lagi. Yang kita takutkan kalau anak kejang,” tegas dr. Karyanti.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ndf/fir)





Comments are closed.