Sun,10 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Business
  3. Tensi Perang Dagang AS-China Meninggi, Rantai Pasok EV Terancam

Tensi Perang Dagang AS-China Meninggi, Rantai Pasok EV Terancam

tensi-perang-dagang-as-china-meninggi,-rantai-pasok-ev-terancam
Tensi Perang Dagang AS-China Meninggi, Rantai Pasok EV Terancam
service

KABARBURSA.COM – Perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China kembali memanas setelah Presiden AS Donald Trump memperluas kebijakan tarif dan sanksi terhadap Beijing.

Ketegangan terbaru itu mulai mengguncang rantai pasok global, terutama di sektor kendaraan listrik, teknologi, dan mineral strategis.

Mengutip Reuters, Selasa, 6 Mei 2026, konflik dagang terbaru antara Washington dan Beijing kini tidak lagi hanya berkutat pada tarif barang konsumsi seperti periode pertama Trump, tetapi telah meluas ke sektor energi, rare earth, kendaraan listrik, semikonduktor, dan teknologi strategis lainnya.

Reuters melaporkan, pemerintahan Trump mulai menjatuhkan sanksi terhadap kilang-kilang China yang membeli minyak Iran. Langkah tersebut memicu respons keras dari Beijing.

Sebagai balasan, pemerintah China mulai menggunakan undang-undang anti-sanksi untuk melawan daftar hitam Amerika Serikat dan menyiapkan pembatasan ekspor teknologi panel surya. Negeri Tirai Bambu itu juga mulai memanfaatkan dominasi mereka di rantai pasok mineral kritis sebagai alat tekanan dalam konflik dagang terbaru ini.

“China memiliki posisi yang sangat kuat dalam rare earth dan mineral strategis,” tulis Reuters.

Mineral tersebut menjadi bahan penting dalam industri kendaraan listrik, baterai, elektronik, hingga teknologi pertahanan. Ketergantungan industri global terhadap pasokan Tiongkok membuat ketegangan dagang terbaru mulai memicu kekhawatiran baru terhadap stabilitas rantai pasok manufaktur dunia.

Reuters menyebut, perang dagang kali ini jauh lebih kompleks dibanding konflik dagang pada periode pertama Trump karena kini melibatkan geopolitik, energi, dan teknologi tinggi secara bersamaan.

Pemerintah AS juga terus berupaya mengurangi ketergantungan industrinya terhadap China melalui relokasi manufaktur dan pembatasan investasi.

Di sisi lain, Beijing mulai memperluas pasar ekspornya ke kawasan Asia Tenggara, Afrika, dan Amerika Latin untuk mengurangi ketergantungan terhadap pasar Amerika Serikat.

Meski hubungan kedua negara kembali memanas, komunikasi tingkat tinggi antara Washington dan Beijing masih berlangsung. Reuters melaporkan Menteri Keuangan AS Scott Bessent dan Wakil Perdana Menteri China He Lifeng beberapa kali melakukan pembicaraan untuk menjaga stabilitas hubungan ekonomi kedua negara.

Namun masing-masing pihak masih saling menuduh melanggar kesepakatan dagang yang sebelumnya dicapai dalam sejumlah perundingan internasional.

Konflik di Timur Tengah juga ikut memperumit hubungan AS-China. Reuters melaporkan perang Iran membuat ketegangan geopolitik semakin tinggi dan memperbesar tekanan terhadap perdagangan global serta pasokan energi dunia.

“Trump bahkan sempat menunda rencana kunjungannya ke Beijing akibat perang Iran sebelum akhirnya dijadwalkan ulang pada Mei,” tulis Reuters.

Ketegangan dagang terbaru itu mulai mempengaruhi industri otomotif global, terutama sektor kendaraan listrik yang sangat bergantung pada rantai pasok China.

China saat ini masih mendominasi pasokan rare earth, bahan baku baterai, dan berbagai komponen penting kendaraan listrik dunia. Karena itu, konflik dagang AS-China dinilai dapat memicu kenaikan biaya produksi dan mempercepat relokasi manufaktur global ke negara-negara alternatif di Asia.

Bagi Indonesia, situasi tersebut dinilai memiliki dua sisi sekaligus. Di satu sisi, konflik dagang dapat membuka peluang masuknya investasi manufaktur dan kendaraan listrik ke Asia Tenggara. Namun di sisi lain, gangguan rantai pasok global juga berpotensi meningkatkan tekanan biaya industri domestik.(*)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.