Jakarta, NU Online
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar rapat penyusunan dan konsolidasi laporan pertanggungjawaban (LPJ) lembaga, badan otonom, dan badan khusus bertajuk “Membangun Kinerja, Mengawal Kemenangan Indonesia” di Gedung PBNU lantai 8, Senin (11/5/2026).
Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran lembaga dan banom atas kerja keras selama hampir lima tahun terakhir.
“Menyampaikan terima kasih kepada teman-teman sekalian atas upaya yang sangat keras. Seluruh jajaran organ di lingkungan PBNU hampir lima tahun terakhir bekerja banting tulang dan luar biasa sibuk,” ujarnya.
Gus Yahya menilai berbagai capaian PBNU berhasil diraih di tengah proses transformasi organisasi yang masih terus dibangun. Ia juga meminta seluruh lembaga segera menyelesaikan laporan pertanggungjawaban sebagai persiapan menuju Muktamar Ke-35 NU.
Ia juga menekankan pentingnya membangun evaluasi organisasi secara terbuka agar PBNU semakin obyektif dan transparan dalam melihat capaian maupun tantangan internal.
“Termasuk evaluasi dari pelaku sendiri itu seperti apa,” ujarnya.
Selain membahas evaluasi, PBNU juga mulai mempersiapkan tahapan menuju Munas dan Konbes NU. Dalam waktu dekat, PBNU akan menggelar rapat pleno dengan agenda utama menetapkan waktu pelaksanaan Munas dan Konbes.
“Pelaksanaan pleno digelar saat SK sudah terbit, dalam waktu dekat ini agenda utama menetapkan waktu Munas dan Konbes,” tegasnya.
Selain itu, PBNU menargetkan draf laporan selesai pertengahan Juni dan rampung seluruhnya pada akhir Juni 2026.
“Target pertengahan Juni sudah jadi. Maka, akhir Juni selesai,” ujar Gus Yahya.
Dalam rapat tersebut, Tim konsolidator dari Lakpesdam NU Ufi Ulfia memaparkan format dan template LPJ yang akan digunakan seluruh lembaga dan badan otonom. Template tersebut dirancang untuk merangkum capaian, perkembangan lembaga, laporan keuangan, hingga inventarisasi aset.
“Tawaran dari pihak Lakpesdam yang boleh dikritik, ini bentuk akuntabilitas kita kepada jam’iyah NU,” katanya.
Ufi menjelaskan, Lakpesdam hanya berperan sebagai konsolidator dalam proses penyusunan laporan pertanggungjawaban di lingkungan PBNU.
“Lakpesdam itu hanya mengkonsolidasi. Ini kan sebuah pekerjaan yang memerlukan sejumlah orang yang akan bekerja secara terfokus sampai target tercapai. Itu butuh manajemen, maksudnya ada orang yang akan menuliskannya, ada timeline atau waktu yang ditetapkan sebagai target selesai. Nah, Lakpesdam fungsinya di situ. Tetapi laporan itu seluruh isinya ada pada lembaga dan banom sebagai pemilik kontennya,” jelasnya.
Menurutnya, penyusunan laporan tersebut merupakan bagian dari visi besar Gus Yahya dalam membangun tata kelola organisasi yang baik atau governing NU.
“Tujuan utamanya adalah mendorong tata kelembagaan yang baik, kredibel, prudent. Salah satu pembuktiannya adalah dengan adanya laporan kinerja,” jelasnya.
Ia menegaskan seluruh lembaga di lingkungan NU wajib menyampaikan laporan pertanggungjawaban.
“Jadi, tidak ada entitas lembaga yang tidak laporan. Itu nggak bisa, harus laporan,” tegasnya.
Adapun tahapan LPJ dimulai dengan sosialisasi pada 11 Mei 2026. Selanjutnya, template laporan akan dibagikan dan pengisian laporan dilakukan selama satu minggu setelah sosialisasi.
Konsolidasi laporan pertanggungjawaban tersebut ditargetkan selesai pada pertengahan Juni 2026 sebelum nantinya dibawa dalam forum Konbes dan Muktamar.
Rapat dihadiri sejumlah unsur lembaga dan badan otonom PBNU, di antaranya Fatayat NU, GP Ansor, IPNU, IPPNU, Pagar Nusa, Pergunu, dan sejumlah badan khusus lainnya.
Kontributor: Nisfatul Laila
Editor: Syakir NF





Comments are closed.