Mon,11 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Perspektif
  3. Jelang HUT ke-46, Perpusnas Bahas Masa Depan Literasi dan Ekosistem Pustaka

Jelang HUT ke-46, Perpusnas Bahas Masa Depan Literasi dan Ekosistem Pustaka

jelang-hut-ke-46,-perpusnas-bahas-masa-depan-literasi-dan-ekosistem-pustaka
Jelang HUT ke-46, Perpusnas Bahas Masa Depan Literasi dan Ekosistem Pustaka
service

Jakarta, Arina.idPerpustakaan Nasional Republik Indonesia akan menggelar Seminar Nasional bertema 46 Tahun Perpusnas: Merawat Pustaka, Memartabatkan Bangsa pada Selasa besok, 12 Mei 2026 di Ruang Teater Perpusnas, Salemba, Jakarta. Seminar ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-46 Perpusnas.

Kegiatan tersebut mengangkat diskursus perpustakaan yang kini tidak lagi hanya berkaitan dengan koleksi buku dan angka kunjungan, melainkan juga sebagai investasi pengetahuan, penjaga ekosistem perbukuan, hingga ruang pembelajaran sepanjang hayat.

Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, E. Aminudin Aziz mengatakan bahwa merawat pustaka bukan sekadar menjaga buku dan koleksi, tetapi juga menjaga ingatan, budaya, serta identitas bangsa.

“Merawat pustaka berarti menjaga warisan intelektual bangsa agar tetap hidup, relevan, dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang. Melalui penguatan literasi, pelestarian naskah, serta transformasi layanan perpustakaan, bangsa Indonesia membangun peradaban yang berdaya saing dan bermartabat,” ujarnya dalam siaran pers diterima Arina.id.

Ia menegaskan bahwa pengetahuan harus terus dihidupkan melalui akses membaca, diskusi, dan pertukaran gagasan agar tidak hilang ditelan zaman.

“Pengetahuan yang tidak bergerak adalah pengetahuan yang sedang menunggu untuk dilupakan. Dari sanalah martabat bangsa dibangun, yakni dari masyarakat yang literat, mampu berpikir kritis, dan tidak mudah termakan informasi liar,” lanjutnya.

Seminar nasional tersebut juga bertujuan mengidentifikasi peran strategis perpustakaan dalam pembangunan nasional, menggali kontribusi industri penerbitan terhadap ekosistem pustaka, serta mengkaji dukungan kebijakan pemerintah dalam pengembangan perpustakaan.

Selain itu, forum ini diharapkan dapat membuka ruang pertukaran praktik terbaik dari jejaring internasional sekaligus memperkuat perspektif akademik berbasis riset dalam pengembangan perpustakaan di Indonesia.

Adapun sejumlah narasumber yang dijadwalkan hadir antara lain Bagus P. Muljadi, Chairul Umam, Arys Hilman Nugraha, serta Rieke Diah Pitaloka.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.