Arina.id – Nilai tukar rupiah masih suram. Hari ini, Senin 11 Mei 2026, nilainya bergerak melemah 4 poin atau 0,02 persen menjadi Rp17.386 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.382 per dolar AS.
Pelemahan pada hari ini menyusul Isyarat gejolak perang Iran vs Amerika dan Israel yang menuai jalan buntu. Demikian seperti disampaikan analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong.
“Rupiah diperkirakan akan melemah seiring dengan menguatnya dolar dan harga minyak mentah dunia menyusul tanda-tanda bahwa pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran menemui jalan buntu,” katanya seperti dikutip dari Antara.
Mengutip Sputnik, Iran menolak usulan perdamaian yang diajukan AS karena hal tersebut “berarti menerima tuntutan yang berlebihan” dari Washington.
Kantor berita Iran ISNA sebelumnya melaporkan bahwa respons Iran terhadap usulan dari AS difokuskan untuk mengakhiri perang serta memastikan keamanan pelayaran di Teluk Persia dan Selat Hormuz.
Presiden AS Donald Trump menuturkan tanggapan Iran terhadap proposal AS untuk mengakhiri konflik sangat tak bisa diterima. Menurut Press TV, tanggapan dari Iran menekankan perlunya AS membayar kerugian perang kepada Teheran.
Pada awal Mei, seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Iran mengonfirmasi Teheran telah menerima tanggapan AS terhadap usulan perdamaian 14 poin dari Iran, melalui perantara Pakistan.
Kantor berita Tasnim melaporkan bahwa usulan Iran untuk negosiasi lanjutan dengan AS, yang sudah disampaikan ke Washington, mencakup pencabutan sanksi, kontrol penuh Iran atas Selat Hormuz, dan pencairan aset-aset Iran yang dibekukan di luar negeri.
Adapun sentimen dari domestik, investor menantikan data survei kepercayaan konsumen yang diperkirakan menurun dari 122,9 menjadi 122. Berdasarkan faktor-faktor tersebut, rupiah diprediksi berkisar Rp17.300-Rp17.400 per dolar AS.





Comments are closed.