Fri,15 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lifestyle
  3. Kata Dokter Gizi soal Tren Ubi Cream Cheese yang Sedang Viral

Kata Dokter Gizi soal Tren Ubi Cream Cheese yang Sedang Viral

kata-dokter-gizi-soal-tren-ubi-cream-cheese-yang-sedang-viral
Kata Dokter Gizi soal Tren Ubi Cream Cheese yang Sedang Viral
service

Jakarta

Belakangan ini, ubi cream cheese tengah jadi dessert favorit sejumlah orang, Bunda. Camilan manis berbahan dasar ubi ini ramai di media sosial hingga diburu pengunjung di pusat perbelanjaan.

Selain karena sedang viral, ubi cream cheese dianggap pilihan camilan yang lebih sehat dibanding dessert manis lainnya. Hal ini karena ubi dinilai sebagai bahan makanan alami alias real food yang dianggap lebih menyehatkan.

Meski begitu, dokter spesialis gizi klinik, dr. Raissa E Djuanda, SpGK, mengingatkan bahwa tambahan topping tinggi gula dan lemak tetap bisa meningkatkan kandungan kalori pada dessert tersebut, Bunda.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ubi cream cheese tetap perlu dikonsumsi dengan bijak

Menurut dr. Raissa, ubi memang mengandung karbohidrat kompleks dan serat yang baik untuk tubuh. Namun, olahan ubi dengan tambahan topping kekinian belum tentu menjadi camilan sehat, terutama jika dikonsumsi berlebihan.

“Karena bahan utamanya ubi, jadi seakan-akan ini dessert atau snack sehat,” ungkap dr. Raissa, dikutip dari laman detikcom, Jumat (15/5/2026).

Ia menjelaskan, penggunaan topping yang terlalu banyak seperti cream cheese dapat membuat kandungan kalori dan lemak pada makanan menjadi lebih tinggi.

“Yang perlu diperhatikan, jangan sampai makan berlebihan karena dianggap ‘sehat’. Padahal total kalori, gula, dan lemaknya mungkin sama saja dengan dessert lain pada umumnya,” katanya.

Hal serupa juga disampaikan dokter spesialis gizi klinik, dr. Tjandraningrum, SpGK. Ia menjelaskan bahwa ubi memang punya nilai gizi yang baik karena termasuk karbohidrat kompleks yang dicerna lebih lambat oleh tubuh.

“Sebenarnya kalau ubinya bagus ya, dia merupakan karbohidrat kompleks, jadi lambat diserap di dalam saluran cerna,” ujarnya.

Namun, manfaat ubi bisa berkurang ketika dipadukan dengan topping tinggi lemak seperti cream cheese. Menurut dr. Tjandraningrum, kandungan lemak jenuh pada cream cheese cukup tinggi, sehingga perlu dibatasi konsumsinya.

TERUSKAN MEMBACA KLIK DI SINI.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ndf/som)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.