Sat,16 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Kuda Dompu, Pertaruhan Tradisi dan Ruang Hidup

Kuda Dompu, Pertaruhan Tradisi dan Ruang Hidup

kuda-dompu,-pertaruhan-tradisi-dan-ruang-hidup
Kuda Dompu, Pertaruhan Tradisi dan Ruang Hidup
service

Indonesia merupakan negara yang memiliki keragaman hayati flora dan fauna. Satu di antaranya adalah kuda dompu. Kuda dompu umumnya adalah kuda sumbawa atau juga disebut jenis Sandalwood Pony. “Pada masa lalu, kuda dompu digunakan sebagai alat transportasi,” terang Muhammad Iradat, tokoh budaya Dompu, kepada Mongabay, Minggu (25/4/2026 ). Kuda tidak dapat dipisahkan dari kehidupan orang Dompu. Ketika jalanan berbukit dan mendaki, saat tidak ada transportasi lain yang bida digunakan, maka kuda adalah pilihan utama. “Berfungsi sebagai alat angkut manusia ataupun hasil pertanian.” Kuda dompu yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat Dompu, Nusa Tenggara Barat. Foto: Anton Wisuda/Mongabay Indonesia Meski zaman berubah dan alat transportasi berkembang, namun kuda tetap mendapat tempat di hati masyarakat. Bagi orang dompu, memiliki kuda, berarti mempunyai status sosial yang baik. “Selain juga sebagai budaya dan gaya hidup,” lanjutnya. Menurut data Badan Pusat Statistik, Pemerintah Nusa Tenggara Barat, jumlah ternak kuda di Kabupaten Dompu tahun 2025 sekitar 5.333 ekor. Ini bercampur antara kuda asli Dompu dengan kuda persilangan dengan kuda australia. Ini jauh menurun jika dibandingkan dengan jumlahnya pada 1979 yang mencapai hampir separuh penduduk Dompu, yaitu 45.000 ekor. Persilangan kuda di Dompu, tidak terhindarkan karena kebutuhan level status sosial dan budaya Pacoa Jara. Hasil dari persilangan itu, menghasilkan kuda dengan bentuk fisik lebih besar sehingga dapat berlari lebih cepat. Kuda dompu di Doro Ncanga, di kaki Gunung Tambora. Foto: Anton Wisuda/Mongabay Indonesia Kuda sandalwood sendiri asli Indonesia. Meski mempunyai fisik lebih kecil, namun jenis ini mempunyai ketahanan fisik lebih bagus dibandingkan kuda impor atau silang,…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.