Tue,19 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Health
  3. Eks Direktur WHO Bicara Ebola Kegawatan Internasional

Eks Direktur WHO Bicara Ebola Kegawatan Internasional

eks-direktur-who-bicara-ebola-kegawatan-internasional
Eks Direktur WHO Bicara Ebola Kegawatan Internasional
service

Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara Tjandra Yoga Aditama mengatakan WHO telah menyatakan Ebola sebagai “public health emergency of international concern (PHEIC)”. Saat menjadi Direktur Jenderal P2PL Kementerian Kesehatan, ia menerjemahkannya sebagai “Kedaruratan Kesehatan Masyarakat yang Meresahkan Dunia”.

Menurut dia, setidaknya ada tiga alasan mengapa WHO menyatakan Ebola sebagai PHEIC kali ini. Pertama, ini memang kejadian “extraordinary”, atau luar biasa. Sampai 16 Mei 2026, ada 8 kasus terkonfirmasi Ebola dan 246 suspek di Republik Demokratik Kongo. Tragisnya ada 80 “suspected deaths”.

Tjandra menyatakan, juga ada kluster penyakit dengan gejala yang sesuai dengan Ebola karena virus Bundibugyo “Bundibugyo virus disease (BVD)” pada beberapa daerah. Bahkan juga ada dugaan kematian pada kluster 4 petugas kesehatan. Juga ditemukan tingginya angka kepositifan, 8 terkonfirmasi dari 13 yang diperiksa.

“Saat ini terus berdatangan laporan kasus dan kematian yang menunjukkan wabah kali ini berpotensi lebih besar dari data yang resmi terlaporkan,” kata dia.

Kedua, sudah ada penularan di luar Kongo, yaitu di Uganda, dengan 2 kasus terkonfirmasi dan salah satunya meninggal. Jadi, sudah ada penularan antarnegara, makanya disebut “internasional”.

Ketiga, kata dia, karena pola penularannya maka perlu kerja sama dan koordinasi internasional, dalam hal surveilans, pencegahan, dan respons. “Ketiga alasan di atas membuat WHO menyatakan Ebola sebagai “Kedaruratan Kesehatan Masyarakat yang Meresahkan Dunia”.

Tjandra menyatakan, ada tiga jenis Ebola yang utama, yaitu Ebola virus karena virus Zaire, Sudan virus, dan Bundibugyo virus yang sekarang terjadi. Sejauh ini untuk Ebola karena Bundibugyo virus memang belum ada obat dan vaksin yang di setujui WHO.

Selain itu, kata dia, angka kematian akibat Ebola berkisar antara 25%-90%, tinggi sekali. “Sejauh ini kasus Ebola utamanya ada di Afrika dan pernah dilaporkan kasus di Eropa dan Amerika, dan belum pernah dilaporkan di Asia,” kata Tjandra.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.