Kementerian Kesehatan mengumumkan penetapan darurat kesehatan masyarakat oleh WHO atas menyebarnya penyakit ebola di Kongo dan Uganda. Pengumuman ini muncul di laman Kementerian Kesehatan, Minggu, 17 Mei 2026.
Penyakit ebola disebabkan oleh virus yang termasuk dalam genus Orthoebolavirus dari famili Filoviridae. Terdapat 3 tipe virus yang sering menyebabkan outbreak penyakit Ebola, seperti Ebola virus Disease (EVD), Sudan Virus Disease (SVD), dan Bundibugyo Virus Disease (BVD).
Angka kematian (CFR): 25-90%, dengan rata-rata 50%. Kontak dengan hewan yang terinfeksi (setelah penyembelihan, masak, atau konsumsi) maupun melalui kontak dengan cairan tubuh manusia yang terinfeksi
atau benda terkontaminasi. Penularan antar manusia terjadi ketika darah, cairan tubuh lain, atau sekresi (feses, urine, saliva, sperma) dari orang yang terinfeksi masuk ke tubuh orang sehat melalui kulit yang luka atau selaput lendir
Imbauan bagi masyarakat Indonesia
1. Menerapkan protokol kesehatan, terutama:
-Cuci tangan pakai sabun atau menggunakan hand sanitizer.
-Memakai masker apabila mengalami gejala, termasuk kelompok rentan dan berada.
-Menerapkan etika batuk dan bersin.
2. Menghindari kontak dengan orang/hewan yang terinfeksi serta benda yang terkontaminasi hewan/orang yang terinfeksi.
3. Mengkonsumsi daging hewan yang sudah dimasak/matang serta menghindari konsumsi hewan liar.
4. Apabila melakukan perjalanan ke negara terjangkit (Kongo dan Uganda), disarankan untuk melaksanakan protokol kesehatan sesuai angka (1) serta mengikuti himbauan protokol kesehatan dari otoritas kesehatan negara terjangkit.
5. Segera periksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami gejala Ebola (demam, perdarahan) pasca kepulangan (hingga 21 hari) dari negara terjangkit.
Deskripsi kejadian
-Pada 15 Mei 2026, Africa CDC melaporkan outbreak penyakit Ebola di Provinsi Ituri, RD Kongo. Total kasus hingga 16 Mei 2026: 246 suspek (termasuk 8 konfirmasi) dengan 80 kematian (4 kematian merupakan kasus konfirmasi) [CFR: 32,5%] dengan tiga Health Zone terdampak yaitu Mongwalu, Rwampara, dan Bunia.
-Kemungkinan kasus indeks merupakan seorang perawat di Bunia health zone yang meninggal pada 24 April 2026 dengan gejala mengarah ke penyakit virus Ebola: demam, perdarahan, muntah, dan kelemahan berat.
-Pemeriksaan genomik menyatakan bahwa virus Ebola pada outbreak ini adalah Bundibugyo virus. Selain itu, dilaporkan kasus impor berkaitan di Kampala, Uganda dan Kinshasa, Kongo yakni 3 konfirmasi dengan 1 kematian, keduanya memiliki riwayat perjalanan ke Kongo (termasuk Ituri). Kemungkinan faktor risiko: kontak dengan orang atau hewan yang terinfeksi.






Comments are closed.