Tue,19 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Business
  3. Rosan Soroti Potensi Kenaikan Saham BUMN di Tengah Pelemahan IHSG

Rosan Soroti Potensi Kenaikan Saham BUMN di Tengah Pelemahan IHSG

rosan-soroti-potensi-kenaikan-saham-bumn-di-tengah-pelemahan-ihsg
Rosan Soroti Potensi Kenaikan Saham BUMN di Tengah Pelemahan IHSG
service

KABARBURSA.COM – Chief Executive Officer (CEO) BPI Danantara Rosan Roeslani menilai saham-saham Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih sangat menarik untuk investasi jangka panjang.

Ia mengklaim kondisi fundamental yang solid, dividend yield yang tinggi, serta valuasi yang relatif murah membuka ruang kenaikan harga saham yang cukup besar ke depan meski Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat ini tengah mengalami tekanan.

Pernyataan tersebut disampaikan Rosan saat menghadiri konferensi pers bersama Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, dan Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria di Gedung BEI, Senin, 19 Mei 2026.

Kehadiran Rosan dan Dony di BEI menjadi perhatian pelaku pasar karena berlangsung di tengah tekanan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan pelemahan nilai tukar rupiah.

Selain itu, Danantara digadang-gadang akan masuk ke bursa melalui demutualisasi yang saat ini tengah digodok. Kunjungan itu juga terjadi sehari setelah Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menerima Friderica Widyasari Dewi bersama jajaran OJK, sebagaimana diungkap Luhut melalui akun Instagram pribadinya.

Dalam kesempatan itu, Rosan menegaskan bahwa Danantara memandang pasar modal sebagai instrumen investasi strategis dengan horizon jangka panjang, bukan untuk mengejar pergerakan harga harian.

“Bursa buat kami di Danantara adalah investasi jangka panjang. Secara fundamental maupun valuasi, saham-saham BUMN sangat menarik dan mampu memberikan yield di atas 10 persen hingga 11 persen,” ujar Rosan.

Ia menyebut sejumlah emiten BUMN, termasuk bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) serta perusahaan tambang pelat merah, masih menawarkan tingkat imbal hasil yang sangat kompetitif.

Menurut Rosan, valuasi saham BUMN saat ini juga berada di level yang menarik. Ia mencontohkan sejumlah saham perbankan diperdagangkan dengan rasio price to book value (PBV) di bawah 1 kali, padahal dalam kondisi normal valuasinya bisa mencapai 2 hingga 3 kali.

“Kalau price to book bank-bank kita masih di bawah 1 kali, padahal normalnya bisa di atas 2 kali atau 3 kali. Artinya, ada potensi upside yang sangat besar,” katanya.

Rosan menilai kondisi tersebut mencerminkan peluang investasi yang menarik bagi investor yang memiliki perspektif jangka menengah hingga panjang. Ia juga mengapresiasi berbagai langkah yang telah dilakukan OJK dan BEI untuk memperdalam pasar modal, meningkatkan transparansi, serta memperkuat tata kelola.

Menurut Rosan, proses reformasi tersebut sedang bergerak ke arah yang benar dan akan memperkuat kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia.

“Yang kami lakukan sekarang adalah proses menuju pasar modal yang lebih baik, lebih transparan, dan lebih dipercaya investor,” ujar Rosan.

Ia menambahkan, peningkatan jumlah investor pasar modal menjadi indikator bahwa kepercayaan masyarakat terhadap Bursa terus meningkat. Saat ini jumlah investor telah mencapai sekitar 27 juta single investor identification (SID), naik signifikan dari sekitar 20 juta pada tahun lalu.

“Kalau investor terus bertambah, artinya mereka percaya pasar modal Indonesia punya prospek yang baik,” tuturnya.

Rosan juga menekankan pentingnya edukasi agar masyarakat memahami bahwa investasi di pasar modal seharusnya dilakukan dengan perspektif jangka panjang.

Menurut dia, fluktuasi harga saham dalam jangka pendek merupakan hal yang wajar. Namun selama fundamental perusahaan tetap kuat, potensi imbal hasil dalam jangka panjang tetap terbuka lebar.

“Pendekatan kami bukan harian atau bulanan. Kami melihat pasar modal dari perspektif jangka panjang,” kata Rosan.(*)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.