Fri,22 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Business
  3. Alarm Ekspor SDA Satu Pintu, Risiko Baru Mengintai

Alarm Ekspor SDA Satu Pintu, Risiko Baru Mengintai

alarm-ekspor-sda-satu-pintu,-risiko-baru-mengintai
Alarm Ekspor SDA Satu Pintu, Risiko Baru Mengintai
service

KABARBURSA.COM- Rencana Presiden Prabowo Subianto menyatukan jalur ekspor komoditas sumber daya alam (SDA) lewat satu pintu BUMN dinilai rawan menjadi blunder besar.

Alih-alih efektif menyumbat kebocoran pajak dan membasmi manipulasi nilai ekspor (under-invoicing), regulasi anyar ini dinilai justru berpotensi memindahkan ladang korupsi ke dalam pelukan korporasi pelat merah.

Program Director Trend Asia, Ahmad Ashov Birry, memperingatkan adanya risiko moral hazard (risiko moral) yang masif di balik kebijakan sentralisasi ini.

Menurutnya, pemusatan dana ekspor sebelum dilakukan proses kliring ke pengusaha akan menciptakan tumpukan uang tunai (cash) dalam jumlah raksasa di rekening BUMN pengekspor tunggal.

“Tentu ada potensi penyalahgunaan dana yang ditampung dalam hal bagaimana dana itu diputar dan digunakan selagi masa tunggu tersebut. Uang yang mengalir ke BUMN ini sangat banyak. Karena ada ilusi perlindungan negara, di mana kalau ada salah urus atau inefisiensi pasti di-bailout pemerintah, mereka bisa salah menggunakannya,” kata Ashov dalam sebuah diskusi, dikutip Jumat, 22 Mei 2026.

Ashov menambahkan, penunjukan pintu tunggal ini otomatis menciptakan celah baru bagi praktik rent-seeking behavior atau perburuan rente.

Perusahaan swasta yang ingin jatah ekspornya mulus diprediksi bakal mengalihkan fokus mereka dari yang awalnya berinovasi meningkatkan kualitas produk, menjadi lobi-lobi politik demi mengamankan fasilitas dari BUMN.

“Karena satu kanal, tentu sangat mungkin dijadikan alasan untuk menerima suap atau menjadikan sistem ini rentan terhadap kongkalikong. Korporasi akan bergeser dari inovasi ke lobi politik untuk mendapatkan keistimewaan,” cecar Ashov.

Tak hanya itu, komoditas strategis seperti kelapa sawit (CPO), batubara, dan ferroalloy dinilai rawan dipolitisasi demi mendanai program-program populis tertentu dengan jaminan kemudahan izin ekspor bagi kroni-kroni yang patuh.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto resmi mengumumkan penerbitan Peraturan Pemerintah (PP) tentang Tata Kelola Ekspor Komoditas Sumber Daya Alam (SDA), yang mewajibkan seluruh penjualan kekayaan alam ke luar negeri dilakukan satu pintu melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang ditunjuk sebagai pengekspor tunggal.

Langkah ini diambil sebagai strategi “bersih-bersih” untuk memperketat pengawasan, mengamankan devisa, sekaligus mengakhiri praktik kecurangan ekspor yang selama ini merugikan pendapatan negara.

Sebagai tahap awal, aturan anyar ini akan langsung menyasar tiga komoditas raksasa, yakni minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO), batu bara, dan paduan besi (ferro alloys).

Melalui skema baru ini, BUMN akan bertindak sebagai marketing facility atau fasilitator pemasaran global, di mana dana hasil ekspor nantinya akan diteruskan kembali kepada para pelaku usaha pertambangan dan perkebunan terkait. (*)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.