Sun,24 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Politics
  3. Strategi “Gajah” Kaesang masuk Pesantren ?

Strategi “Gajah” Kaesang masuk Pesantren ?

strategi-“gajah”-kaesang-masuk-pesantren-?
Strategi “Gajah” Kaesang masuk Pesantren ?
service

Dengarkan artikel ini:

Audio ini dibuat menggunakan AI.

Ketika PSI mulai masuk ke pesantren, pertanyaannya bukan lagi soal safari politik. Pertanyaannya adalah: untuk siapa langkah itu sebenarnya ditujukan?


Pinterpolitik.com

Kaesang Pangarep berdiri di depan para santri Pondok Pesantren Fathul Ma’ani, Pandeglang. Ia mengajak kuis, membagikan hadiah, tertawa lepas. Kamera merekam semuanya dengan baik. Safari Ramadan, begitu mereka menamai agenda itu. Dari Kebumen ke Pandeglang, dari Jawa Tengah ke Banten. Putra bungsu mantan presiden sedang belajar bahasa baru.

Kunjungan itu terlihat sederhana. Tapi bagi partai yang kini semakin lekat dengan Jokowi itu, langkah tersebut menandai perubahan arah yang cukup drastis. Partai yang lahir dengan jargon anak muda dan gaya komunikasi digital kini memasuki ruang yang selama ini bukan wilayahnya: pesantren, kiai, komunitas santri.

Pertanyaannya adalah mengapa mereka perlu kesana sekarang?

Gajah yang Tidak Bergerak

Realitas elektoralnya tidak berubah. Di 2019, partai ini meraih 1,89 persen suara. Di 2024, naik tipis namun tetap gagal melampaui ambang batas parlemen. Elektabilitas Mei 2026 masih di kisaran 1,2 persen.

Yang membuat angka itu terasa lebih pahit: popularitas Jokowi ternyata tidak otomatis mengubah kuantitas suara untuk PSI. Bahkan ketika Jokowi masih aktif menjabat, efek nama itu tidak cukup. Sekarang, dengan kontroversi ijazah yang bergulir dan insiden serangan narasi agama terhadap Jusuf Kalla yang berbalik menjadi bumerang, beban nama itu semakin berat.

Respons partai ini adalah bergerak ke segmen yang belum pernah menjadi basisnya yaitu suara Islam. Kaesang ke pesantren. Di NTB, mereka merekrut Tuan Guru Haji Hazmi Hamzar, pembina pesantren mantan politikus PPP. Di Jawa Timur, ada pendekatan kepada figur-figur dengan jaringan kuat di kalangan kiai. Pergeseran ini juga memperlihatkan transformasi identitas yang tidak kecil: dari partai yang mengklaim lepas dari establishment menjadi partai yang semakin pragmatis dalam mencari jalan bertahan.

PSI, Kaesang, dan “Kolam” yang Bukan Milik Mereka

Masalahnya terletak di sini. Suara santri tradisionalis-NU adalah wilayah PKB, yang membangun jaringan pesantren lebih dari dua dekade lewat otoritas kiai yang organik. Suara Islam modern-perkotaan dikuasai PKS dengan mesin pengajian yang rapi dan kader terlatih.

Kunci masuk ke segmen santri bukan kunjungan, melainkan legitimasi dari kiai setempat. Dalam tradisi pesantren, kiai adalah penentu ke mana suara komunitas mengalir. Tanpa kepercayaan organik dari kiai lokal, Safari Ramadhan hanya akan ramai di media sosial dan sepi di kotak suara.

Perbandingan yang paling telak datang dari PPP sebagai partai berlambang kabah dengan DNA Islam sejak Orde Baru, yang pun gagal melampaui ambang batas di 2024. Partai Kaesang yang baru belajar cara menyapa ulama tidak sedang bersaing dengan PKB. Mereka sedang bersaing dengan keterbatasan modalnya sendiri.

Ada aset yang tampak menjanjikan: koneksi Jokowi dengan Habib Luthfi bin Yahya, ulama kharismatik dengan jutaan pengikut di pantura Jawa Tengah. Tapi relasi itu milik Jokowi, dibangun bertahun-tahun atas kepercayaan personal. Dan seperti banyak relasi politik berbasis kharisma personal, pengaruh itu tidak mudah diwariskan kepada partai hanya lewat satu safari. Ketika Jokowi terlibat dalam kontroversi berlapis, jembatan menuju suara santri itu mulai retak dari fondasinya, tepat di saat mereka paling membutuhkannya.

Target Sesungguhnya

Di titik ini, motif yang lebih besar mulai terlihat.

Tempo mengungkap satu detail yang patut dicermati: Ahmad Ali mendapat lampu hijau masuk PSI setelah ada kesepakatan bahwa partai ini tidak akan mendorong Gibran berhadapan dengan Prabowo di Pilpres 2029. Lampu hijau itu datang dari lingkaran Prabowo. Setidaknya, ini memperlihatkan bahwa ruang gerak PSI sebagai entitas yang tidak dihalangi bergantung pada pemenuhan komitmen kepada pusat kekuasaan.

Tempo juga mencatat bahwa Jokowi aktif memfasilitasi perpindahan sejumlah kader Nasdem ke PSI. Pesannya cukup spesifik: masuk ke kantong suara yang selama ini tidak pernah menjadi wilayah mereka.

Dalam banyak situasi politik, tindakan semacam ini sering kali lebih penting sebagai sinyal kepada elite ketimbang sebagai upaya langsung merebut pemilih. PSI perlu terus menunjukkan bahwa mereka masih berguna bagi koalisi, dan ekspansi ke wilayah santri adalah cara paling visual untuk memperlihatkan ambisi itu. Dengan catatan akan banyak rintangan yang dihadapi PSI dalam “merebut” kolam suara milik partai yang sudah lebih dulu pegang kolam suara itu.

Ketika berkampanye kepada pemilih, konsistensi narasi adalah syarat utama. Tetapi ketika berdiplomasi kepada pemegang kekuasaan, yang dibutuhkan adalah kemampuan menunjukkan fleksibilitas dan kegunaan dari berbagai arah. Partai ini berguna bagi Prabowo selama tidak mengancam. Berguna bagi Jokowi selama tetap relevan sebagai kendaraan. Masuk pesantren adalah cara paling realistis untuk menunjukkan relevansi itu. PSI juga harus membuka opsi-opsi membesarkan kantung suara nya demi kepentingan politik yang akan datang. Hal tersebut diperlukan agar memudahkan jalan PSI menuju Senayan dan mengamankan posisi di kabinet.

Masalahnya, relevansi di hadapan elite tidak selalu berarti relevansi di hadapan pemilih. Tanpa suara yang cukup, nilai tawar politik itu cepat atau lambat akan ikut menipis. Karena mungkin, sejak awal, Safari itu memang tidak dirancang untuk memenangkan santri. Melainkan untuk memastikan bahwa ketika pusat kekuasaan melihat ke arah pesantren, PSI masih tampak berada di sana. (A99)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.