KABARBURSA.COM – Perusahaan milik Happy Hapsoro, PT Sentosa Bersama Mitra (SBM), melakukan pembelian besar saham PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) di tengah tekanan harga yang cukup dalam. Masuknya pemegang saham pengendali di area bawah membuat pasar membaca adanya upaya menjaga level psikologis saham RAJA setelah koreksi tajam dalam waktu singkat.
SBM tercatat membeli total 12,04 juta saham RAJA dalam dua transaksi berbeda. Pembelian terbesar dilakukan pada 20 Mei 2026 sebanyak 11,85 juta saham di harga rata-rata Rp2.900 per lembar dengan nilai transaksi Rp34,36 miliar.
Sehari setelahnya, SBM kembali menambah 190 ribu saham di harga rata-rata Rp3.010. Dengan tambahan tersebut, total dana yang dikeluarkan mencapai sekitar Rp34,93 miliar.
Transaksi itu terjadi ketika saham RAJA sedang mengalami tekanan cukup agresif. Dari posisi Rp4.490 pada 5 Mei 2026, saham ini sempat longsor hingga menyentuh low Rp2.810 pada 22 Mei sebelum akhirnya memantul tajam.
Pada perdagangan 22 Mei 2026, RAJA bahkan sempat melonjak 13,62 persen ke level Rp3.420. Lonjakan tersebut disertai net foreign buy Rp11,07 miliar dengan nilai transaksi mencapai Rp120,81 miliar.
Arus dana asing sebenarnya sempat masuk sangat besar ke RAJA sebelum tekanan koreksi terjadi. Pada 21 Mei 2026, net foreign buy tercatat mencapai Rp21,84 miliar dengan foreign buy Rp56,11 miliar dan foreign sell Rp34,27 miliar.
Namun setelah reli tajam itu, distribusi kembali muncul. Pada 25 Mei 2026, asing mencatatkan net sell Rp26,32 miliar ketika saham turun hampir 5 persen ke level Rp3.250.
Tekanan jual masih berlanjut pada 26 Mei 2026 dengan net foreign sell Rp9,74 miliar. Saham RAJA kembali melemah ke level Rp3.220.
Meski begitu, masuknya SBM di area Rp2.900 hingga Rp3.010 menjadi perhatian pasar karena level tersebut kini mulai terbaca sebagai area penjagaan baru. Harga beli pemegang saham afiliasi biasanya menjadi salah satu level psikologis yang diperhatikan trader dalam membaca potensi pantulan saham.
Dari sisi teknikal, posisi RAJA masih berada dalam fase konsolidasi agresif setelah volatilitas tinggi sepanjang Mei. MA5, MA10, dan MA20 masih menunjukkan sinyal jual, menandakan tren jangka pendek belum benar-benar pulih.
Namun tekanan tersebut mulai bertemu area support kuat. Pivot Fibonacci menunjukkan support penting berada di area 3.305 dan 2.713, sementara resistance terdekat mulai muncul di area 3.671 hingga 4.263.
Jika RAJA mampu bertahan di atas area 3.000 hingga 3.200 pada awal Juni, ruang rebound teknikal masih terbuka menuju area 3.600 sampai 4.000. Area tersebut menjadi zona yang sebelumnya dipenuhi distribusi setelah reli besar pada pertengahan Mei.
Kondisi ini membuat saham RAJA mulai menarik untuk dipantau trader agresif. Terlebih, target analis 12 bulan masih berada di level Rp8.434 atau mencerminkan potensi upside lebih dari 160 persen dari harga terakhir.
Meski demikian, volatilitas saham ini masih tergolong tinggi. Pergerakan harian RAJA dalam dua pekan terakhir menunjukkan rentang intraday yang lebar dengan pola foreign flow yang berubah sangat cepat.
Karena itu, area Rp2.950 hingga Rp3.100 kini menjadi zona penting untuk dipertahankan apabila RAJA ingin melanjutkan pemulihan pada Juni. Jika area tersebut kembali jebol dengan tekanan volume besar, saham ini berisiko kembali menguji area bawah Rp2.700.
Sementara untuk skenario rebound, breakout di atas Rp3.420 hingga Rp3.500 akan menjadi sinyal awal bahwa tekanan distribusi mulai mereda dan pasar kembali mencoba mengangkat saham ini menuju resistance berikutnya.(*)
Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.





Comments are closed.