Ditulis oleh Syahrianto •
KABARBURSA.COM – Tekanan jual investor asing masih membayangi pasar saham domestik. Dalam dua hari perdagangan, Senin, 25 Mei dan Selasa, 26 Mei 2026, nilai penjualan asing di seluruh pasar mencapai Rp14,17 triliun dengan net foreign sell di pasar reguler sebesar Rp3,98 triliun.
Data perdagangan yang dihimpun Kabarbursa.com menunjukkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 76,16 poin atau 1,23 persen ke level 6.130,19.
Nilai transaksinya mencapai Rp15,48 triliun dengan volume perdagangan mencapai 22,79 miliar saham dan frekuensi transaksi sebanyak 1,96 juta kali.
Tekanan jual asing terlihat lebih dominan dibanding aksi beli. Total foreign buy tercatat Rp10,19 triliun, sedangkan foreign sell mencapai Rp14,17 triliun. Selisih transaksi tersebut menghasilkan net foreign sell reguler sebesar Rp3,98 triliun.
Dari sisi komposisi transaksi, investor asing hanya menyumbang sekitar 39,19 persen dari total nilai perdagangan. Sisanya masih didominasi investor domestik sebesar 60,81 persen.
Pada sisi volume perdagangan, aktivitas asing juga terlihat lebih kecil dibanding domestik. Foreign buy tercatat 8,25 miliar saham dan foreign sell mencapai 13,17 miliar saham. Sementara investor domestik mencatat pembelian 40,64 miliar saham dan penjualan 35,73 miliar saham.
Tekanan distribusi asing juga tercermin dari sisi frekuensi transaksi. Investor asing mencatat frekuensi beli sebanyak 540,28 ribu kali dan frekuensi jual mencapai 1,15 juta kali. Angka tersebut jauh di bawah aktivitas investor domestik yang mencatat frekuensi beli 3,48 juta kali dan frekuensi jual 2,88 juta kali.
Pergerakan IHSG sepanjang perdagangan juga sempat bergerak fluktuatif. Indeks dibuka di level 6.201,80 sebelum sempat menyentuh posisi tertinggi harian di 6.286,87.
Namun tekanan jual membuat IHSG turun hingga level terendah 6.124,79 sebelum akhirnya ditutup di area 6.130.(*)





Comments are closed.