KABARBURSA.COM – Saham PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA) ramai dipantau trader setelah orderbook menunjukkan antrean bid yang mulai menebal di area bawah. Namun, di saat yang sama, tekanan offer dan distribusi broker besar masih terlihat cukup agresif sehingga pergerakan saham ini masih berada dalam fase tarik-menarik.
Pada perdagangan Selasa, 26 Mei 2026, MINA ditutup di level 290 atau turun 2,68 persen dari posisi sebelumnya 298. Saham sempat bergerak liar dari low 286 hingga menyentuh high 316, sebelum akhirnya kembali ditekan mendekati area bawah.
Meski ditutup merah, aktivitas transaksi MINA tergolong sangat ramai. Nilai transaksi mencapai Rp42,9 miliar dengan volume 1,43 juta lot dan frekuensi mencapai 12.481 kali transaksi.
Dari sisi orderbook, area bid terlihat cukup padat di rentang 286 hingga 290. Antrean terbesar berada di level 286 sebanyak 59.954 lot dengan frekuensi 200 kali, disusul level 288 sebanyak 33.279 lot dan level 290 sebanyak 116.218 lot.
Namun tekanan jual juga belum hilang. Total offer mencapai 543.067 lot atau jauh lebih besar dibanding total bid 348.139 lot.
Antrian offer tebal terlihat bertumpuk di area 292 hingga 310. Level 310 bahkan dipenuhi antrean jual mencapai 13.242 lot dengan frekuensi 123 kali, menunjukkan masih ada distribusi yang cukup aktif di area atas.
Siapa Broker yang Koleksi Saham?
Dari broker summary, aktivitas akumulasi mulai terlihat dari beberapa broker. Ekokapital Sekuritas (ES) tercatat menjadi pembeli terbesar dengan nilai Rp2,2 miliar di harga rata-rata 290.
Selain itu, Stockbit Sekuritas Digital (XL) juga memborong Rp2,1 miliar di average 300. Maybank Sekuritas Indonesia (ZP) ikut masuk dengan pembelian Rp1,5 miliar di harga rata-rata 299.
Di sisi distribusi, UBS Sekuritas Indonesia (AK) menjadi penjual terbesar senilai Rp2,2 miliar di average 304. Semesta Indovest Sekuritas (MG) melepas Rp1,7 miliar di average 301, sementara Mandiri Sekuritas (CC) menjual Rp1,5 miliar di average 294.
Pola tersebut menunjukkan saham MINA sedang berada dalam fase rotasi cepat antarbroker. Ada indikasi akumulasi di area bawah, tetapi tekanan distribusi di area 300 ke atas masih cukup besar sehingga ruang kenaikan belum sepenuhnya terbuka lebar.
Tekanan Jangka Pendek Masih Terlihat
Dari sisi teknikal, indikator mulai menunjukkan kondisi campuran. RSI berada di level 48,2 atau masih netral, sementara MACD dan ADX sudah mengeluarkan sinyal beli.
Namun tekanan jangka pendek masih terlihat karena MA5, MA10, dan MA20 seluruhnya masih memberikan sinyal jual. Artinya, tren pendek MINA sebenarnya belum benar-benar pulih meski mulai muncul rebound teknikal.
Pivot point klasik berada di area 306. Selama MINA masih bergerak di bawah level tersebut, saham ini masih rawan bergerak fluktuatif dengan tekanan profit taking cepat.
Jika diperhatikan dari struktur bid-offer dan teknikalnya, area 282 hingga 286 menjadi zona yang cukup menarik untuk trading buy spekulatif karena menjadi area penumpukan bid sekaligus support terdekat.
Sementara area 276 dapat dijadikan batas stop loss ketat apabila tekanan jual kembali membesar. Di sisi atas, target terdekat berada di area 306 hingga 319 yang bertepatan dengan pivot dan resistance Camarilla.
Apabila mampu menembus area 319 dengan volume besar, ruang kenaikan MINA berpotensi terbuka menuju 328 hingga 344. Namun selama volume gagal mendorong breakout, saham ini masih cenderung bergerak cepat dan agresif khas saham dengan volatilitas tinggi.(*)
Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.





Comments are closed.