Thu,28 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Top News
  3. Trump ancam serang 15 negara selama menjabat Presiden AS

Trump ancam serang 15 negara selama menjabat Presiden AS

trump-ancam-serang-15-negara-selama-menjabat-presiden-as
Trump ancam serang 15 negara selama menjabat Presiden AS
service

Istanbul (ANTARA) – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam, membuka kemungkinan menyerang, atau benar-benar menyerang 15 negara selama dua masa jabatannya, atau sekitar satu dari setiap 13 negara di dunia, menurut laporan CNN.

Trump menambahkan Oman ke dalam daftar tersebut pada Rabu (27/5), dengan memperingatkan bahwa negara itu akan “diledakkan” oleh militer AS jika mencoba mengendalikan Selat Hormuz bersama Iran, demikian laporan tersebut.

“Oman akan bersikap seperti negara lain, atau kami harus menghancurkan mereka,” kata Trump dalam rapat kabinet di Gedung Putih.

Laporan itu menyebut pernyataan Trump tersebut tampaknya disampaikan secara santai dan bukan bagian dari pengumuman kebijakan resmi, namun mencerminkan pola yang lebih luas dalam kebijakan luar negeri Trump, di mana ancaman penggunaan kekuatan militer menjadi ciri yang berulang.

Oman setidaknya menjadi negara ke-15 yang pernah diancam akan diserang, tidak dikesampingkan kemungkinan diserang, atau benar-benar diserang oleh Trump selama masa kepresidenannya.

Hampir seluruh kasus tersebut terjadi dalam 16 bulan pertama masa jabatan keduanya, meskipun beberapa di antaranya mencakup kedua periode pemerintahannya.

Dalam masa jabatan saat ini, Trump telah melancarkan serangan di tujuh negara, yakni Iran, Irak, Nigeria, Somalia, Suriah, Venezuela, dan Yaman. Beberapa negara tersebut juga pernah menjadi target pada masa jabatan pertamanya.

Jumlah itu belum termasuk serangan terhadap kapal-kapal yang diduga terkait perdagangan narkotika di Laut Karibia dan Samudra Pasifik, yang disebut telah menargetkan hampir 60 kapal dan menewaskan lebih dari 190 orang, menurut laporan CNN.

Trump juga mengancam atau membuka kemungkinan serangan terhadap sejumlah negara lain pada masa jabatan keduanya, termasuk Kanada, Kolombia, Kuba, wilayah Denmark Greenland, Meksiko, Panama, dan Oman.

Pada masa jabatan pertamanya (2017-2021), Trump juga pernah mengancam Meksiko dan Korea Utara.

Ancaman dan serangan tersebut memiliki karakter yang berbeda-beda. Beberapa di antaranya, termasuk serangan di Irak, disebut secara khusus menargetkan kelompok teroris dan bukan pemerintah negara terkait. Sementara ancaman lain disampaikan secara tidak langsung, dengan Trump menolak mengesampingkan opsi militer.

Meski demikian, data tersebut menunjukkan seberapa sering Trump menggunakan kemungkinan penggunaan kekuatan militer dalam pernyataannya.

Menurut laporan itu, negara-negara yang pernah diancam atau diserang Trump mencakup sekitar satu dari setiap 11 penduduk dunia, yang berarti sebagian besar populasi global memiliki alasan untuk mempertimbangkan kemungkinan aksi militer AS di bawah kepemimpinan Trump.

Timur Tengah menjadi salah satu fokus utama. Trump kini telah mengancam atau menargetkan lima negara di kawasan tersebut, yakni Iran, Irak, Oman, Suriah, dan Yaman.

Laporan itu juga mencatat bahwa ancaman dan serangan Trump mencakup empat dari enam benua berpenduduk di dunia, yaitu Afrika, Asia, Amerika Utara, dan Amerika Selatan.

Trump juga secara teknis pernah mengancam negara Eropa, Denmark, melalui pembahasan mengenai kemungkinan mengambil alih Greenland, wilayah Denmark di Amerika Utara.

Dalam beberapa kasus, komentar Trump disebut melampaui ancaman militer dan mengarah pada kemungkinan ekspansi wilayah.

Dari 15 negara yang pernah diancam atau diserang, lima di antaranya disebut Trump sebagai kemungkinan tambahan wilayah Amerika Serikat atau target kontrol AS, yakni Kanada, Kuba, Greenland, Panama, khususnya Terusan Panama, serta Venezuela.

Sumber: Anadolu

Baca juga: Trump: “Selat Hormuz tak boleh dikuasai negara mana pun”

Baca juga: Trump: AS akan ambil alih Kuba ‘dalam sekejap’

Penerjemah: Yashinta Difa
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.