Sun,2 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lifestyle
  3. 7 Ciri Kepribadian Orang yang Tidak Haus Validasi di Medsos, Enggak FOMO

7 Ciri Kepribadian Orang yang Tidak Haus Validasi di Medsos, Enggak FOMO

7-ciri-kepribadian-orang-yang-tidak-haus-validasi-di-medsos,-enggak-fomo
7 Ciri Kepribadian Orang yang Tidak Haus Validasi di Medsos, Enggak FOMO
service

Jakarta

Orang yang tak haus akan validasi biasanya memiliki kepribadian yang disukai banyak orang. Orang-orang ini tidak suka memanfaatkan platform media sosial (medsos) untuk memamerkan kehidupan pribadi, Bunda.

Perlu diketahui, validasi merupakan pengakuan dan penerimaan terhadap pikiran, perasaan, sensasi, dan perilaku orang lain sebagai sesuatu yang dapat dipahami. Validasi dapat mengkomunikasikan bahwa suatu hubungan penting dan solid bahkan ketika kedua pihak tidak sepakat.

Sesekali mencari validasi dianggap sesuatu yang normal. Namun, hal tersebut bisa menjadi tidak tepat bila membuat seseorang bergantung padanya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Media sosial bisa menjadi cara yang bagus untuk tetap berhubungan dengan orang lain dan berbagi informasi. Namun, media sosial juga dapat memicu perilaku mencari pengakuan yang berlebihan dan upaya yang tidak sehat untuk mendapatkan validasi dari orang lain,” kata psikolog Bonnie Zucker, Ph.D., dikutip dari Psychology Today.

“Sebagian orang mengunggah sesuatu di media sosial untuk mendapatkan jaminan atau penghiburan tentang rasa tidak aman mereka. Mencari kepastian secara berlebihan tidak efektif dalam mengatasi masalah,” sambungnya.

Seseorang yang tidak haus validasi biasanya dapat dikenali dari ciri kepribadian yang khas. Simak ciri-ciri kepribadiannya berikut ini, Bunda.

Dilansir dari laman Your Tango, berikut tujuh ciri orang yang tak haus validasi di media sosial:

1. Asli atau tak hidup dalam kepalsuan

Orang-orang yang tidak haus validasi di dunia maya hampir selalu memiliki sifat langka seperti keaslian, yang memberi mereka rasa aman. Mereka tidak perlu terlalu memikirkan apa yang mereka katakan atau bagaimana menampilkan diri, karena mereka percaya bahwa orang-orang yang hadir dalam hidup mereka akan secara otomatis tertarik pada keaslian ini.

Orang-orang ini sering kali memiliki interaksi yang kuat dengan orang lain. Mereka dapat terhubung berdasarkan minat dan kepribadian, bukan kepalsuan atau berpura-pura agar disukai oleh orang lain.

2. Mengetahui nilai-nilai yang ada di dalam diri sendiri

Orang yang memahami nilai-nilai mereka sering kali hidup sesuai dengan nilai-nilai tersebut. Kepribadian tersebut biasanya paling sering dijumpai orang yang tidak haus validasi di mana pun, termasuk di media sosial.

Orang-orang ini memiliki rasa percaya diri yang memungkinkan mereka untuk fokus pada hal-hal yang benar-benar memberi mereka kebahagiaan. Mereka dikenal sebagai pribadi yang otentik dan mandiri karena mengetahui nilai-nilai dalam dirinya sendiri.

3. Menghargai penundaan akan kepuasan

Mereka yang tidak haus validasi dikenal sabar atau menghargai penundaan akan kepuasan. Mereka tidak terburu-buru mengambil keputusan yang impulsif atau menghargai ketenangan dalam percakapan dan rutinitas pribadi.

Orang-orang ini juga tidak takut untuk menoleransi ketidaknyamanan karena tidak memiliki semua yang mereka inginkan. Dalam banyak hal, mereka lebih beruntung karena merasa sudah memiliki semua yang diinginkan, Bunda.

4. Sadar diri

Orang yang tak haus validasi orang lain biasanya memiliki sifat sadar diri yang baik. Studi dari Europe’s Journal of Psychology tahun 2022 mengungkap bahwa orang yang benar-benar sadar diri tidak hanya mengakui perasaan dan pikiran mereka pada saat itu. Mereka juga mau menerimanya dengan lapang dada dan sering kali mengambil tindakan berdasarkan perasaan dan pikiran tersebut.

Orang-orang ini tidak menyimpan rasa malu tentang perasaan mereka atau menekan perasaan tersebut untuk merasa lebih nyaman di dekat orang lain. Orang-orang yang tidak terus-menerus mencari perhatian di dunia maya cukup sadar diri untuk membentuk opini, mengembangkan minat, dan menumbuhkan rasa identitas yang kuat tanpa jaminan atau validasi dari orang lain.

5. Menyukai kebosanan

Seseorang yang tidak terus-menerus mencari perhatian di dunia maya hampir selalu memiliki apresiasi yang luar biasa terhadap keheningan, waktu sendirian, dan kebosanan. Mereka nyaman dengan diri sendiri dan sering kali menghargai hanya dengan tidak melakukan apa pun.

Orang-orang ini suka bersikap penuh kesadaran dalam pilihan mereka. Namun di sisi lain, mereka juga menerima kesadaran dalam bentuk yang bahkan kurang menarik.

6. Teliti

Mereka yang tidak haus pengakuan biasanya memiliki kepribadian teliti, Bunda. Orang yang teliti sering kali secara disiplin, terencana, dan berhati-hati dalam hidup. Menurut sebuah studi dari Health Psychology, orang yang teliti cenderung hidup lebih lama dan lebih sehat.

Mereka cukup teliti dalam memelihara identitas hingga akhirnya menemukan kenyamanan dalam kepribadian diri sendiri. Semakin sedikit waktu yang mereka habiskan untuk membandingkan diri dengan orang lain di media sosial, semakin sedikit rasa bersalah dan malu yang mereka rasakan.

7. Tidak takut ketinggalan

Orang yang tidak haus validitas tidak suka FOMO (Fear of Missing Out). Mereka tidak takut ketinggalan tren karena memang tidak hidupnya tidak hanya terpaku di media sosial.

Orang-orang ini mungkin menerapkan batasan yang ketat untuk menghindari media sosial, atau cukup percaya diri secara emosional untuk menghindari rasa bersalah, malu, dan tidak aman karena tidak mengikuti unggahan dan keseruan media sosial orang lain.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/fir)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.