IHSG menguat dimana para pelaku pasar juga mencerna data ekonomi
Jakarta (ANTARA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa sore ditutup naik dipimpin oleh penguatan saham-saham sektor energi.
IHSG ditutup menguat 68,04 poin atau 1,11 persen ke posisi 6.195,42. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 8,10 poin atau 1,33 persen ke posisi 619,27.
“IHSG menguat dimana para pelaku pasar juga mencerna data ekonomi,” ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus alias Nico dalam kajiannya di Jakarta, Selasa.
Dari mancanegara, pelaku pasar tetap berhati-hati di tengah ketidakpastian seputar negosiasi Amerika Serikat (AS) dengan Iran, yang membuat pasar minyak mentah bergejolak.
Di tengah ketidakpastian geopolitik yang berkelanjutan, laporan menunjukkan bahwa Teheran telah menangguhkan pembicaraan dengan Washington, sebagai tanggapan atas serangan Israel di Lebanon, meskipun Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa negosiasi masih berlangsung.
“Pasar juga fokus perhatian pernyataan yang saling bertentangan dari Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengenai diskusi baru-baru ini tentang konflik di Lebanon,” ujar Nico.
Baca juga: IHSG menguat ikuti bursa global seiring euforia AI
Baca juga: IHSG Selasa ini dibuka menguat 82,62 poin
Dalam negeri, S&P Global melaporkan bahwa indeks Purchasing Managers’ Index (PMI) naik dari sebelumnya 49,1 pada April 2026 menjadi 50,0 pada Mei 2026, menunjukkan dukungan sektor domestik yang kuat di tengah tekanan global berdampak pada volume ekspor.
Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi bulan Mei 2026 tercatat 0,28 persen month to month (mtm) dan sebesar 3,08 persen year on year (yoy), atau masih di rentang target Bank Indonesia (BI) berkisar 2,5 plus minus 1 persen.
BPS juga melaporkan neraca perdagangan Indonesia surplus 90 juta dolar AS, yang disebabkan nilai ekspor sebesar 25,30 miliar dolar AS, sedangkan impor 25,31 miliar dolar AS.
Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, lima sektor menguat dipimpin sektor energi yang naik sebesar 1,78 persen, diikuti oleh sektor infrastruktur dan sektor barang baku yang masing-masing naik sebesar 0,64 persen dan 0,58 persen.
Sedangkan enam sektor melemah yaitu sektor transportasi & logistik turun paling dalam sebesar 3,20 persen, diikuti oleh sektor kesehatan dan sektor properti yang masing-masing turun sebesar 2,65 persen dan 1,13 persen.
Adapun saham-saham yang mengalami penguatan harga terbesar yaitu BEER, NZIA, KUAS, DSSA, dan BREN. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan harga terbesar yakni TRUE, ELPI, APIC, KJEN dan EPAC.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.572.956 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 31,25 miliar lembar saham senilai Rp25,47 triliun. Sebanyak 281 saham naik, 389 saham menurun dan 147 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei melemah 330,33 poin atau 0,49 persen ke 66.604,00, indeks Shanghai menguat 17,36 poin atau 0,43 persen ke 4.075,10, indeks indeks Hang Seng menguat 640,14 poin atau 2,52 persen ke 26.038,32, dan indeks Strait Times menguat 51,13 poin atau 1,01 persen ke 5.088,99.
Baca juga: IHSG ditutup melemah seiring investor alihkan dana ikuti indeks MSCI
Baca juga: IHSG menguat ikuti bursa Asia seiring harapan perdamaian AS-Iran
Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.





Comments are closed.