Jakarta (ANTARA) – Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia Putri Kusuma Wardani terhenti di babak perempat final Indonesia Open 2026 setelah mengakui ketangguhan Chen Yu Fei dua gim langsung 13-21, 20-22 pada pertandingan yang berlangsung di Istora, Senayan, Jakarta, Jumat.
“Cuma memang di game kedua itu lumayan jauh banget saya unggul, yang buat saya kecewa apa ya, sedikit lagi saya bisa rubber game dan punya kesempatan untuk menang juga kan. Tapi di poin 18 malah jadi buru-buru terus,” kata Putri dalam konferensi pers seusai pertandingan, Jumat.
Putri mengaku bahwa Chen Yu Fei mempunyai permainan yang solid dan bisa terus tetap fokus serta tenang ketika memasuki momen-momen krusial.
“Yang menyulitkan dari Chen Yu Fei adalah fokusnya, waktu ketinggalan, dia tetap masih berusaha dapetin satu poin, satu poin. Walaupun ketinggalan cukup jauh, tapi dia dari fokus dan konsistensi permainannya sangat kuat. Sementara saya masih banyak buang poin di dalam situasi seperti ini,” jelas Putri.
Baca juga: Jafar/Felisha cari jawaban atas penurunan performa
Dengan kekalahan ini maka memperpanjang catatan negatif Putri kala bersua peraih medali emas Olimpiade 2020 tersebut.
Dalam tiga pertemuan sebelumnya, Putri masih belum bisa menumbangkan dominasi Chen Yu Fei.
Setelah tersingkir dari turnamen BWF Super 1000, Putri selanjutnya akan mencoba fokus untuk meningkatkan kondisi fisik.
“Saya merasa yang harus ditingkatkan lagi adalah fisik dan cara berpikirnya. Menjaga fokus di lapangan itu benar-benar menguras tenaga,” ujar Putri.
“Jadi melawan Top 4 menurut saya benar-benar harus bisa dari awal kita nggak boleh kecolongan sedikit pun. Kalau sekali kita udah dapat celahnya, harus benar-benar jaga terus sampai selesai,” imbuhnya.
Baca juga: Jojo redam agresivitas Alwi di Indonesia Open 2026
Baca juga: Raymond/Joaquin tak mau larut dalam euforia usai tumbangkan Chia/Soh
Pewarta: Fajar Satriyo
Editor: Eka Arifa Rusqiyati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.





Comments are closed.