Tue,14 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Sport
  3. Bulu tangkis
  4. Jonatan tersingkir lebih awal usai telat adaptasi di Japan Open

Jonatan tersingkir lebih awal usai telat adaptasi di Japan Open

jonatan-tersingkir-lebih-awal-usai-telat-adaptasi-di-japan-open
Jonatan tersingkir lebih awal usai telat adaptasi di Japan Open
service

Jakarta (ANTARA) – Tunggal putra Indonesia Jonatan Christie langsung tersingkir pada babak pertama BWF World Tour Supr 750 Japan Open 2026 setelah mengakui keunggulan wakil Thailand Panitchapon Teeraratsakul di Tokyo, Jepang, Selasa.

Jonatan yang menempati unggulan keempat kalah dua gim langsung 16-21, 14-21 setelah kesulitan menyesuaikan permainan dengan kondisi shuttlecock yang melaju lebih cepat dibandingkan saat sesi uji lapangan.

“Pertama kondisi shuttlecock-nya cukup berbeda dari kemarin saya tes lapangan, hari ini jauh lebih kencang, jauh lebih cepat juga lajunya. Jadi tadi juga sebenarnya sedikit berubah cara mainnya, pola strateginya tapi ya tadi masih kurang bisa mengatasi perubahan cara bermainnya itu,” kata Jonatan dalam keterangan resmi PP PBSI setelah laga usai.

Pebulu tangkis 28 tahun itu menilai keterlambatannya dalam membaca kondisi pertandingan membuat Panitchapon dapat mengendalikan permainan, terutama pada gim kedua.

Baca juga: Daftar pemain Indonesia dalam Japan Open: Jafar/Felisha mundur

Jonatan sempat meraih beberapa poin secara beruntun untuk memperkecil ketertinggalan. Namun, selisih angka yang sudah terlalu jauh membuat upayanya untuk membalikkan keadaan tidak membuahkan hasil.

“Bisa dibilang juga saya terlambat bereaksi dan beradaptasi terutama di gim kedua. Sempat ambil beberapa poin beruntun tapi sudah terlalu jauh beda jaraknya, cukup sulit untuk untuk mengejar. Hari ini Panitchapon juga bermain lebih agresif,” ujar Jonatan.

Kekalahan tersebut sekaligus menjadi hasil berbeda bagi Jonatan setelah sebelumnya mampu mengatasi Panitchapon pada semifinal Super 1000 Indonesia Open 2026 dengan skor 16-21, 21-10, 21-12.

Menurut Jonatan, karakter permainan agresif Panitchapon menjadi lebih efektif dengan kondisi shuttlecock yang cepat di Japan Open.

“Sebenarnya main dia mirip-mirip saat kemarin bertemu di Indonesia Open tapi di sini dengan kondisi bola yang seperti tadi membuat dia lebih nyaman bermain dengan karakter dia yang lebih menyerang,” kata Jonatan.

Dengan hasil ini, tunggal putra Indonesia menyisakan Alwi Farhan dan Moh. Zaki Ubaidillah.

Baca juga: Alwi Farhan berburu gelar Super 750 pertama di Japan Open

Baca juga: Ubed siap jalani debut Japan Open

Pewarta: Muhammad Ramdan
Editor: Irwan Suhirwandi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.