Sat,29 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Baru Bernama MAN 2 Kota Malang pada 2018, Kini Sudah Masuk 20 Besar SMA Paling Berprestasi di Indonesia

Baru Bernama MAN 2 Kota Malang pada 2018, Kini Sudah Masuk 20 Besar SMA Paling Berprestasi di Indonesia

baru-bernama-man-2-kota-malang-pada-2018,-kini-sudah-masuk-20-besar-sma-paling-berprestasi-di-indonesia
Baru Bernama MAN 2 Kota Malang pada 2018, Kini Sudah Masuk 20 Besar SMA Paling Berprestasi di Indonesia
service

Nama MAN 2 Kota Malang memang baru resmi digunakan pada 2018. Jika dibandingkan dengan banyak sekolah unggulan yang telah puluhan tahun dikenal dengan identitas yang sama, nama ini bisa terbilang masih muda. Meski demikian, capaian prestasi sekolah ini tidak bisa diragukan.

Berdasarkan data Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), MAN 2 Kota Malang tercatat sebagai sekolah jenjang SMA/MA dengan prestasi terbanyak ke-17 di Indonesia. Posisi tersebut menempatkannya sejajar dengan sejumlah sekolah unggulan nasional yang selama ini lebih dulu dikenal publik.

Meski disebut masih muda, sebenarnya lembaga ini telah punya perjalanan panjang yang dapat ditelusuri hingga era sekolah guru agama pada 1950-an. Warisan sejarah itulah yang menjadi fondasi lahirnya berbagai prestasi yang dikumpulkan madrasah ini hingga hari ini.

Dulu, sebelum MAN 2 Kota Malang dikenal sebagai madrasah unggulan, sekolah ini merupakan Pendidikan Guru Agama Negeri (PGAN) Malang. Ketika itu, kebutuhan akan guru agama sedang tinggi-tingginya. Makanya, Pendidikan Guru Agama Negeri (PGAN) Malang hadir untuk mencetak para ahli.

Bermula dari Masa ketika Indonesia Kekurangan Guru Agama

Pada 1 Agustus 1956, PGAAA I Malang mulai membuka tahun ajaran baru di bawah kepemimpinan R. Soeroso. Saat itu, Indonesia masih berada pada fase awal pembangunan sistem pendidikan nasional. Kebutuhan akan guru agama cukup besar, sehingga pemerintah mendirikan berbagai sekolah khusus untuk mencetak tenaga pendidik agama.

Gedung pertama yang digunakan berada di Jalan Bromo Nomor 1 Malang. Fasilitas masih terbatas dan penggunaan ruang belajar dilakukan secara bergantian. Pada masa yang sama juga terdapat PGAP atau Pendidikan Guru Agama Pertama. Aktivitas belajar berlangsung pagi hingga sore dengan memanfaatkan ruang yang sama.

Pertengahan 1958 menjadi sejarah yang penting ketika aktivitas pendidikan guru agama di Malang mulai dipusatkan di Jalan Bandung Nomor 7. Lokasi inilah yang kemudian menjadi rumah bagi berbagai fase perjalanan lembaga, mulai dari PGAA, PGA Negeri, PGAN, MAN 3 Malang, hingga MAN 2 Kota Malang saat ini.

Jalan Bandung Nomor 7 yang Terus Bertahan dalam Ingatan Alumni

Jalan Bandung Nomor 7 menjadi salah satu bagian penting dalam sejarah MAN 2 Kota Malang. Dari lokasi inilah berbagai fase perjalanan lembaga berlangsung selama puluhan tahun.

Pada tahun ajaran 1958/1959, PGAA I Malang dan PGAP 4 Tahun digabung menjadi PGA Negeri 6 Tahun Malang. Penggabungan tersebut semakin memperkuat peran lembaga ini sebagai pusat pendidikan calon guru agama.

Seiring berjalannya waktu, PGA Negeri 6 Tahun Malang kemudian berkembang menjadi PGAN Malang. Dari sinilah fondasi lembaga yang kini dikenal sebagai MAN 2 Kota Malang terus dibangun dan diwariskan dari generasi ke generasi.

Lalu, pada 1 Juli 1992, melalui Surat Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 42 Tahun 1992, PGAN Malang resmi dialihfungsikan menjadi MAN Malang III atau yang lebih dikenal sebagai MAN 3 Malang.

Alih fungsi PGAN menjadi MAN merupakan bagian dari kebijakan nasional untuk menyesuaikan kebutuhan pendidikan yang terus berkembang. Jika sebelumnya lembaga ini berfokus mencetak calon guru agama, maka setelah menjadi MAN, orientasinya diperluas sebagai pendidikan menengah yang memadukan ilmu umum dan ilmu keagamaan.

Setahun setelah perubahan tersebut, MAN 3 Malang diberi kewenangan menyelenggarakan Madrasah Aliyah Program Khusus (MAPK). Program ini dikenal sebagai salah satu program unggulan yang dirancang untuk memperkuat kualitas akademik sekaligus pendalaman ilmu keislaman.

Menjadi Salah Satu MAN Model di Indonesia dan Berganti Nama Menjadi MAN 2 Kota Malang

Pada 20 Februari 1998, melalui SK Dirjen Binbaga Islam Nomor E.IV/PP.00.6/KEP/17.A/1998, MAN 3 Malang ditunjuk sebagai MAN Model.

MAN Model merupakan program pemerintah untuk menjadikan sejumlah madrasah sebagai pusat keunggulan pendidikan. Madrasah yang menyandang status ini diharapkan menjadi rujukan dalam pengembangan mutu akademik, manajemen pendidikan, hingga inovasi pembelajaran.

Penunjukan tersebut menjadi pengakuan bahwa MAN 3 Malang memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai madrasah unggulan.

Nah, baru pada 1 Januari 2018, MAN 3 Malang resmi berubah nama menjadi MAN 2 Kota Malang.

“Pada tanggal 1 Januari 2018 Madrasah Aliyah Negeri 3 Malang berubah nama menjadi Madrasah Aliyah Negeri 2 Kota Malang berdasarkan KMA nomor 673 tahun 2016 tentang Perubahan Nama Madrasah Aliyah Negeri, Madrasah Tsanawiyah Negeri dan Madrasah Ibtidaiyah Negeri di Provinsi Jawa Timur,” sebagaimana dikutip dari lama resmi MAN 2 Malang.

Tidak Hanya Mengandalkan Sejarah, tapi Terus Berinovasi

Memang, usia panjang menjadi modal berharga. Namun MAN 2 Kota Malang tidak hanya mengandalkan warisan masa lalu. Madrasah ini terus mengembangkan berbagai inovasi pendidikan untuk menjawab kebutuhan zaman.

Salah satunya adalah MANDI MADU (MAN di Indonesia Menjelajah Dunia). Program ini membuka peluang kolaborasi dengan berbagai lembaga pendidikan internasional sehingga siswa memiliki akses lebih luas terhadap pengalaman belajar global.

Ada pula IMA (Insanpro Rohmatallil Aalamiin) yang dirancang untuk mendampingi siswa berpotensi di bidang olimpiade sains dan riset. Menariknya, pembinaan tidak hanya berfokus pada prestasi akademik, tetapi juga pembiasaan ibadah, penguatan karakter, dan kepedulian sosial.

Di bidang digitalisasi layanan, MAN 2 Kota Malang mengembangkan SUPERAPPS EDUPANDA. Sistem ini menjadi bagian dari transformasi layanan berbasis teknologi informasi yang memudahkan berbagai kebutuhan administrasi dan pendidikan.

Sementara itu, SI BRILY (Sistem Informasi Hybrid Library) menggabungkan perpustakaan konvensional dan digital untuk meningkatkan budaya literasi siswa.

Menjaga Warisan, Menyiapkan Masa Depan

Jika ditarik dari awal berdirinya pada 1956, perjalanan lembaga yang kini bernama MAN 2 Kota Malang telah melintasi hampir 70 tahun sejarah pendidikan Indonesia.

Dalam rentang waktu tersebut, lembaga ini telah mengalami berbagai perubahan nama, kebijakan, dan sistem pendidikan.

Dari sekolah pencetak guru agama pada era awal kemerdekaan, hingga menjadi madrasah yang mengembangkan program internasional dan layanan digital, MAN 2 Kota Malang menunjukkan bahwa sebuah lembaga pendidikan dapat terus beradaptasi tanpa meninggalkan akar sejarahnya.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.