Mon,13 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Business
  3. Era Mobil Listrik Murah China Terancam Berakhir pada Juli 2026

Era Mobil Listrik Murah China Terancam Berakhir pada Juli 2026

era-mobil-listrik-murah-china-terancam-berakhir-pada-juli-2026
Era Mobil Listrik Murah China Terancam Berakhir pada Juli 2026
service

KABARBURSA.COM – Era mobil listrik murah China berpotensi berakhir setelah Pemerintah China menerapkan standar keselamatan baru yang lebih ketat mulai 1 Juli 2026.

Melansir dari CarNewsChina, dua standar nasional wajib, yakni Safety Requirements for Electric Vehicles (GB18384—2025) dan Safety Requirements for Power Batteries of Electric Vehicles (GB38031—2025), akan resmi berlaku untuk seluruh kendaraan energi baru atau new energy vehicle (NEV).

Regulasi tersebut hadir ketika pasar EV China terus berkembang pesat. Data Asosiasi Produsen Otomotif China (CAAM) menunjukkan produksi dan penjualan NEV masing-masing mencapai 1,554 juta unit dan 1,496 juta unit pada Mei 2026. Sementara itu, jumlah kendaraan energi baru yang beredar di China telah mencapai 43,97 juta unit pada akhir 2025.

Meski ditujukan untuk meningkatkan keselamatan, sejumlah analis industri memperkirakan aturan baru itu dapat meningkatkan biaya produksi baterai dan kendaraan listrik.

Dalam aturan terbaru, pemerintah China memperketat berbagai parameter keselamatan kendaraan listrik, baik pada tingkat kendaraan maupun baterai.

Salah satu perubahan utama adalah kewajiban penggunaan mekanisme fisik one-touch power cut-off yang memungkinkan pengemudi atau petugas penyelamat memutus aliran listrik tegangan tinggi hanya dengan satu tindakan.

Fitur tersebut menggantikan pendekatan sebelumnya yang lebih bergantung pada sistem perangkat lunak. Di sisi baterai, standar baru juga memperketat persyaratan keselamatan termal. Jika sebelumnya produsen diwajibkan memberikan peringatan setidaknya lima menit sebelum kebakaran atau ledakan terjadi, kini targetnya jauh lebih tinggi.

Aturan baru mewajibkan baterai tidak mengalami kebakaran maupun ledakan selama pengujian keselamatan, sembari tetap memberikan sinyal peringatan kepada pengguna. Selain itu, asap yang dihasilkan tidak boleh membahayakan penumpang kendaraan.

Pemerintah China juga memperkenalkan uji benturan bagian bawah kendaraan untuk mengukur kemampuan perlindungan baterai terhadap benturan dari bawah bodi kendaraan. Di samping itu, baterai harus tetap aman setelah menjalani 300 siklus pengisian cepat dan lolos pengujian korsleting eksternal.

Biaya Produksi Berpotensi Naik

Persyaratan yang lebih ketat berarti produsen harus meningkatkan kemampuan perlindungan baterai, memperkuat struktur kendaraan, serta menjalani proses pengujian yang lebih kompleks.

Menurut analis industri yang dikutip Economic Information, standar baru tersebut berpotensi memberikan tekanan ke atas terhadap biaya produksi baterai daya. Dampaknya dapat memengaruhi biaya pengembangan model kendaraan listrik baru yang diluncurkan setelah Juli 2026.

Meski demikian, besarnya dampak terhadap harga jual kendaraan akan bergantung pada strategi masing-masing produsen dalam mengelola biaya dan menentukan harga produk.

Selama beberapa tahun terakhir, perang harga menjadi salah satu ciri utama industri kendaraan listrik China. Produsen berlomba menekan harga untuk memperluas pangsa pasar, sehingga memicu persaingan yang semakin ketat.

Penerapan standar keselamatan yang lebih tinggi berpotensi mengubah dinamika tersebut. Sebab, produsen tidak lagi hanya dituntut menghadirkan kendaraan dengan harga kompetitif, tetapi juga harus memenuhi standar keselamatan yang semakin ketat.

Bergeser ke Kualitas

Langkah pemerintah China menunjukkan adanya perubahan pendekatan dalam pengembangan industri kendaraan listrik. Jika sebelumnya perhatian industri lebih banyak tertuju pada percepatan pertumbuhan pasar dan peningkatan volume penjualan, kini keselamatan mulai menjadi prioritas yang tidak bisa ditawar.

Pemerintah China bahkan terus memperluas kerangka regulasi keselamatan kendaraan listrik. Selain dua standar utama yang mulai berlaku Juli 2026, otoritas terkait juga menerbitkan standar baru untuk detektor kebakaran kendaraan yang berfokus pada sistem peringatan dini terhadap fenomena thermal runaway pada baterai.

Regulasi yang semakin ketat tersebut diperkirakan akan mendorong produsen untuk mengalokasikan investasi yang lebih besar pada teknologi keselamatan dan pengembangan baterai.

Konsekuensinya, industri kendaraan listrik China berpotensi memasuki fase baru ketika harga murah tidak lagi menjadi satu-satunya senjata utama dalam memenangkan persaingan pasar.(*)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.