Wed,29 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Legenda Burung Raksasa di Gunung Kepala Madan Pulau Buru, Cerita Rakyat dari Maluku

Legenda Burung Raksasa di Gunung Kepala Madan Pulau Buru, Cerita Rakyat dari Maluku

legenda-burung-raksasa-di-gunung-kepala-madan-pulau-buru,-cerita-rakyat-dari-maluku
Legenda Burung Raksasa di Gunung Kepala Madan Pulau Buru, Cerita Rakyat dari Maluku
service

Legenda Burung Raksasa di Gunung Kepala Madan Pulau Buru, Cerita Rakyat dari Maluku

images info

Legenda Burung Raksasa di Gunung Kepala Madan Pulau Buru, Cerita Rakyat dari Maluku


Gunung Kepala Madan merupakan salah satu gunung yang ada di Pulau Buru, Maluku. Konon ada sebuah cerita rakyat dari Maluku yang menceritakan tentang legenda Burung Raksasa yang ada di Gunung Kepala Madan Pulau Buru tersebut.

Menurut ceritanya, burung raksasa ini mengamuk hingga membuat puncak Gunung Kepala Madan patah dan terlempar ke pesisir pantai Pulau Buru. Lantas bagaimana kisah dari legenda burung raksasa yang ada di Gunung Kepala Madan tersebut?

Legenda Burung Raksasa di Gunung Kepala Madan Pulau Buru, Cerita Rakyat dari Maluku

Dikutip dari artikel Nuryani Kapota, “Tendangan Burung Raksasa” dalam buku Antologi Cerita Rakyat Pulau Buru, dikisahkan di daerah utara Pulau Buru terdapat sebuah gunung yang menjulang tinggi. Gunung ini dikenal oleh masyarakat setempat dengan nama Gunung Kepala Madan.

Hamparan hutan lebat terdapat di Gunung Kepala Madan. Berbagai jenis tanaman tumbuh subur di hutan yang ada di gunung tersebut.

Pada zaman dahulu, dikisahkan ada seekor anak burung raksasa yang sering terbang di atas langit Pulau Buru. Pada suatu hari, anak burung raksasa ini terbang melintas di atas Gunung Kepala Mada.

Anak burung raksasa ini merasa senang terbang di atas gunung tersebut. Dirinya terbang meliuk-liuk di antara pohon-pohon yang ada di gunung itu.

Saking asiknya terbang, anak burung raksasa ini tidak melihat puncak Gunung Kepala Madan yang ada di hadapannya. Akibatnya anak burung raksasa tersebut menabrak puncak Gunung Kepala Madan dan terjepit di antara dua buah batu besar yang ada di sana.

Anak burung raksasa ini menjerit kesakitan. Dia berteriak minta tolong berharap sang ibu bisa mendengarnya.

Namun sudah berulang kali anak burung raksasa ini berteriak, tetap tidak ada yang mendengarkannya. Bantuan yang diharapkan datang pun tidak kunjung terlihat.

Hal ini membuat anak burung raksasa tersebut ketakutan. Dia takut situasi ini akan menjadi akhir bagi hidupnya.

Di tempat lain, sang ibu merasa cemas karena anaknya tak kunjung terlihat. Setelah berhari-hari berlalu, akhirnya ibu burung tersebut terbang mengitari Pulau Buru untuk mencari anaknya.

Setelah terbang cukup lama, akhirnya ibu burung raksasa ini terbang melintasi Gunung Kepala Madan. Di sana dia melihat anaknya tengah terjepit lemas di antara dua buah batu besar yang ada di puncak gunung tersebut.

Ibu burung raksasa ini langsung terbang melesat menuju puncak gunung. Dia pun berusaha untuk melepaskan batu besar yang menjepit anaknya tersebut.

Meskipun demikian, usaha ibu burung raksasa ini tidak membuahkan hasil. Berulang kali dia mencoba untuk menggeser batu tersebut tapi tetap gagal melepaskan anaknya.

Situasi ini membuat ibu burung raksasa tersebut. Dia tidak tahu lagi apa yang mesti dilakukan untuk menyelamatkan anaknya.

Akhirnya amarah ibu burung raksasa ini memuncak. Dia langsung mengobrak-abrik puncak gunung tersebut.

Tanpa sadar, dia menendang puncak Gunung Kepala Madan. Saking kuatnya, tendangan dari ibu burung raksasa ini membuat puncak gunung tersebut patah dan terlempar ke pesisir pantai Pulau Buru.

Puncak Gunung Kepala Madan yang patah ini kemudian berubah menjadi batu besar yang ada di antara Pulau Buru dan Pulau Tomahu. Batu besar ini dikenal dengan nama Batu Gusepa.

Kepercayaan lain juga menyebutkan bahwa puncak Gunung Kepala Madan yang patah terlempar menjadi tiga bagian berbeda. Ketiga bagian ini kemudian berubah menjadi tiga pulau berbeda, yakni Pulau Tomahu, Pulau Tengah, dan Pulau Pogi.

Begitulah kisah dari legenda burung raksasa yang ada di Gunung Kepala Madan Pulau Buru dan jadi salah satu cerita rakyat Maluku.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Irfan Jumadil Aslam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Irfan Jumadil Aslam.

Tim Editor arrow

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.