Mon,10 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Dari 20 Ribu Mahasiswa hingga Jurusan Bahasa, Universitas Al-Azhar Kairo Nuansanya “Indonesia” Banget

Dari 20 Ribu Mahasiswa hingga Jurusan Bahasa, Universitas Al-Azhar Kairo Nuansanya “Indonesia” Banget

dari-20-ribu-mahasiswa-hingga-jurusan-bahasa,-universitas-al-azhar-kairo-nuansanya-“indonesia”-banget
Dari 20 Ribu Mahasiswa hingga Jurusan Bahasa, Universitas Al-Azhar Kairo Nuansanya “Indonesia” Banget
service

26 Juni 2026 15.29 WIB • 3 menit

Universitas Al-Azhar./Wikimedia Commons


Dalam hal pendidikan, hubungan Indonesia dan Mesir amat erat. Bahkan, dunia pendidikan tinggi di Mesir bisa dibilang punya nuansa Indonesia yang semakin kental dari waktu ke waktu.

Berdasarkan data yang dipublikasikan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kairo pada April 2026 lalu, jumlah pelajar dan mahasiswa Indonesia yang ada di Mesir adalah 18.223 orang. Sementara itu, Ketua Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI) Mesir, Glenn Sofyan Assyauri Lubis, pada Januari 2026 lalu menyebut jumlah diaspora pelajar dan mahasiswa Indonesia di Mesir mencapai sekitar 20 ribu orang. Angka 20 ribu itu pula yang disebut oleh Duta Besar Mesir untuk Indonesia, Yasser Hassan Farag Elshemy, kepada awak media, termasuk GNFI.

“Kami bangga bisa menampung lebih dari 20 ribu pelajar dan mahasiswa Indonesia. Dan kami menganggap para pelajar sebagai saudara dan saudari kami yang tinggal dan belajar di Mesir,” ujarnya di sela-sela acara perayaan Hari Nasional Republik Arab Mesir di Jakarta pada Rabu (24/6/2026).

Terlepas dari berapa jumlah pelajar dan mahasiswanya, sudah lazim diketahui jika Mesir merupakan salah satu negara favorit bagi masyarakat Indonesia untuk menempuh pendidikan. Apalagi dengan sikap Mesir yang hangat dan sangat terbuka, bukan tak mungkin pelajar dan mahasiswa Indonesia yang belajar di sana masih akan meningkat lagi.

Ada fakta unik di balik banyaknya orang Indonesia yang belajar di Mesir. Ternyata, sebagian besar dari mereka kuliah di Universitas Al-Azhar. Pada 2024 lalu saja, jumlahnya menyentuh angka lebih dari 13 ribu orang.

Tak sulit memahami mengapa Universitas Al-Azhar begitu menarik di mata mahasiswa Indonesia. Sebab, ia merupakan salah satu universitas tertua dan pusat pendidikan Islam Sunni paling bergengsi di dunia. Dengan usia lebih dari 1.000 tahun, Universitas Al-Azhar punya reputasi mentereng sebagai sentra pengkajian ilmu agama Islam, hukum (fikih), sastra Arab, hingga ilmu umum.

“Yang kami sedang lakukan, di samping pendidikan keagamaan, kami membuka cakrawala keilmuan baru. Universitas Al-Azhar membuka pintu bagi mahasiswa Indonesia untuk belajar kedokteran, teknik, kedokteran gigi, serta farmasi,” lanjut Yasser.

Setiap tahunnya, banyak pula beasiswa yang ditawarkan kepada masyarakat Indonesia untuk kuliah di Universitas Al-Azhar. Jadilah, universitas tersebut seakan tak pernah sepi akan mahasiswa asal Indonesia. Terlebih, pemerintah Mesir sangat mendukung para mahasiswa Indonesia untuk mengaplikasikan ilmunya setelah menuntaskan studi dan pulang ke negara asal.

“Di sisi lain, kami bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi untuk memastikan para mahasiswa tersebut bisa mendapat izin untuk bekerja dengan mudah di Indonesia setelah selesai belajar di Kairo,” tutur Yasser lagi.

Duta Besar Mesir untuk Indonesia, Yasser Hassan Farag Elshemy

Universitas Al-Azhar Semakin Bernuansa Indonesia

Menariknya lagi, selain keberadaan para mahasiswa dari negeri ini yang senantiasa diterima dengan tangan terbuka, nuansa Indonesia di Universitas Al-Azhar juga terasa dari kuliah Bahasa Indonesia yang ditawarkan di sana.

Ya, Kawan tidak salah lihat. Pada 2025 lalu, Majelis Tinggi Universitas Al-Azhar resmi menyetujui pendirian Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia di Fakultas Bahasa dan Terjemah. Program studi tersebut sudah mulai berjalan pada tahun akademik 2025-2026.

“Universitas Al-Azhar baru-baru ini meluncurkan bagian pertama dari pembelajaran Bahasa Indonesia di Fakultas Bahasa dan Terjemah. Dan saya pikir ini adalah pencapaian besar untuk mengembangkan dan mempromosikan bahasa Indonesia di Mesir,” kata Yasser.

Pengajaran Bahasa Indonesia di Al-Azhar sebetulnya bukan hal baru. Sejak 2016, pengajaran Bahasa Indonesia di Universitas Al-Azhar sudah dilakukan melalui kerja sama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kairo, Mesir, dan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Saat itu, pembelajaran yang diberikan berupa kursus yang diikuti dosen, mahasiswa, dan staf universitas.

Seiring waktu, peminat kursus Bahasa Indonesia semakin banyak. Pada 2019, bahasa Indonesia pun ditetapkan sebagai bahasa pilihan kedua di Fakultas Bahasa dan Terjemah, Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir, dan kini akhirnya program studi Bahasa dan Sastra Indonesia didirikan.

Berdirinya program studi Bahasa dan Sastra Indonesia bukanlah akhir dari proses mempromosikan Bahasa Indonesia di Al-Azhar. Untuk berikutnya ada rencana lain yang siap dijalankan, yakni menjadikan Bahasa Indonesia sebagai salah satu bahasa yang diajarkan di Marsad Al-Azhar.

Marsad Al-Azhar sendiri merupakan lembaga observasi dan penelitian milik Universitas Al-Azhar yang difungsikan sebagai penangkal paham ekstremisme yang disebarkan oleh kelompok-kelompok ekstremis dan teroris di berbagai belahan dunia.

“Kedubes juga sedang mendorong betul agar Marsad Al-Azhar, salah satu lembaga dari Al-Azhar yang mempromosikan pendidikan dan prinsip Islam modern, agar memasukkan Bahasa Indonesia sebagai salah satu bahasa yang dipakai untuk mempromosikan prinsip-prinsip Islam ke seluruh dunia,” pungkas Yasser.

Dengan demikian, bukan tidak mungkin nuansa Indonesia akan semakin kental di Universitas Al-Azhar.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Aulli Atmam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Aulli Atmam.

Tim Editorarrow

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.