Mon,13 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Business
  3. Cegah PHK, Pemerintah Pangkas Harga Gas LNG Industri, Segini Harga Barunya

Cegah PHK, Pemerintah Pangkas Harga Gas LNG Industri, Segini Harga Barunya

cegah-phk,-pemerintah-pangkas-harga-gas-lng-industri,-segini-harga-barunya
Cegah PHK, Pemerintah Pangkas Harga Gas LNG Industri, Segini Harga Barunya
service

KABARBURSA.COM – Pemerintah resmi mengintervensi lonjakan harga gas industri non-Harga Gas Bumi Tertentu atau HGBT dengan memangkas harga pasokan Liquefied Natural Gas (LNG) menjadi USD13 per MMBTU.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, menegaskan keputusan ini diambil atas arahan langsung Presiden guna merespons dinamika geopolitik global serta menyelamatkan sektor manufaktur nasional dari ancaman badai pemutusan hubungan kerja massal.

Sebelumnya, penurunan produksi sumur gas bumi di wilayah barat Indonesia memaksa pelaku industri di Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten beralih menggunakan LNG dari luar Jawa yang harganya melambung hingga USD23 per MMBTU di pasaran.

“Hari ini, kita melakukan rapat koordinasi dalam rangka merespons berbagai dinamika geopolitik yang dikaitkan dengan kebijakan untuk mempertahankan ekonomi nasional kita khususnya di sektor gas,” ujar Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, dalam konferensi pers di Gedung DPR RI, Senin, 29 Juni 2026. 

“Memang kita ini tidak mengenakan untuk semuanya, tapi kita harus ikat pinggang untuk menyelamatkan lapangan pekerjaan,” lanjut Bahlil.

Bahlil mengungkapkan, langkah solutif ini merupakan tindak lanjut dari gelombang aspirasi yang masuk dari berbagai asosiasi pelaku industri serta Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia atau KSPI dalam sepuluh hari terakhir.

Melalui koordinasi kilat bersama Direktur Utama PT Pertamina (Persero) dan Direktur Utama PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), pemerintah merumuskan tiga klaster harga gas domestik untuk menjamin kepastian investasi.

  • Klaster pertama memastikan harga gas skema HGBT tetap dipatok murah pada kisaran USD6,5 sampai USD7 per MMBTU.
  • Klaster kedua menetapkan harga gas pipa industri non-HGBT yang bersumber dari sumur wilayah Jawa tetap stabil di angka USD9,6 per MMBTU.
  • Klaster ketiga mengatur batas atas harga LNG industri yang dikunci di level USD13 per MMBTU, atau jauh lebih rendah dari tuntutan awal para pelaku usaha.

“Atas dasar arahan Presiden untuk menjaga kepentingan industri dan lapangan pekerjaan, maka kami diperintahkan. Masukkan dari industri itu kurang lebih sekitar USD15  USD16 per MMBTU, tapi setelah kita menghitung dan berdasar pada arahan presiden, diturunkan menjadi USD13 per MMBTU,” jelas dia.

Bahlil meluruskan persepsi publik dengan membantah adanya isu kelangkaan pasokan gas di dalam negeri. Ia menjelaskan, realisasi lifting gas bumi nasional secara akumulatif masih berada dalam koridor aman dan memenuhi target APBN. Dengan begitu, Indonesia sama sekali tidak melakukan impor gas dari luar negeri.

Akar masalah pembengkakan biaya energi di wilayah barat murni dipicu oleh faktor geografis dan rantai distribusi logistik, mengingat pasokan LNG pengganti harus diangkut menggunakan kapal tangki dari wilayah Papua, Sulawesi, hingga Kalimantan.

“Kenapa ini terjadi, karena memang untuk LNG. Kenapa harganya tinggi, karena diambil dari daerah-daerah yang butuh proses transportasi kemudian dilakukan dengan regasifikasi ulang barulah dikirim lewat pipa. Itulah biaya yang timbul,” ucap Menteri. 

“Sementara, sumur-sumur yang ada di wilayah Jawa Timur itu produknya sesuai dengan target lifting, tetapi di dalam sumur-sumur yang ada di wilayah barat terjadi penurunan., Jadi masalahnya bukan tidak adanya gas, gas ada tapi harga LNG-nya yang mahal,” pungkas Bahlil.(*)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.