Sun,26 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Jurnalistik
  3. Mengapa fitur hijau di aplikasi kurang manjur mengajak masyarakat untuk ‘go green’?

Mengapa fitur hijau di aplikasi kurang manjur mengajak masyarakat untuk ‘go green’?

mengapa-fitur-hijau-di-aplikasi-kurang-manjur-mengajak-masyarakat-untuk-‘go-green’?
Mengapa fitur hijau di aplikasi kurang manjur mengajak masyarakat untuk ‘go green’?
service

● Pengurangan emisi sudah tak bisa lagi disepelekan mengingat krisis iklim yang kian nyata.

● Aplikator mulai menginisiasi fitur hijau seperti kendaraan hemat emisi dan memberi opsi kemasan.

● Namun hingga kini dampaknya belum signifikan, perlu ada pembenahan lebih lanjut.


Memesan kendaraan antar jemput lewat aplikasi ride-hailing kini tak terpisahkan dari hidup banyak orang, khususnya warga kota. Mau bepergian, makan, kirim dokumen, dan belanja bulanan bisa dilakukan kapan dan di mana saja hanya dengan beberapa ketukan jempol saja.

Namun, layanan ini ikut menambah ramai kendaraan di jalan yang berarti adanya peningkatan konsumsi bahan bakar, kemacetan, dan emisi.

Untuk merespons masalah tersebut, sejumlah platform transportasi digital mulai menawarkan program ramah lingkungan. Ada yang mendorong penggunaan kendaraan listrik, menawarkan opsi carbon-neutral, atau mengajak pengguna berkontribusi pada program pengurangan emisi.

Masalahnya, menyediakan fitur hijau di aplikasi juga tidak otomatis membuat pengguna ikut berpartisipasi. Banyak pengguna mungkin melihat pilihan ini, tetapi mengabaikannya.

Sebagian lain mungkin bertanya: apakah kontribusi ini benar-benar berdampak? Apakah perusahaan sungguh-sungguh peduli pada lingkungan, atau polesan citra hijau saja?

Perlu ada bukti pada konsumen

Dalam layanan ride-hailing, pengguna adalah konsumen pasif. Mereka membuka aplikasi, memilih tujuan, membayar, lalu duduk manis dan sampai ke tempat tujuan.

Dengan kata lain, proses penyediaan layanan menjadi tanggung jawab platform dan pengemudi. Pengguna hanya menerima manfaatnya.

Namun, dalam program keberlanjutan, posisi pengguna harus didorong menjadi lebih aktif. Kita memilih opsi kendaraan yang lebih rendah emisi, berdonasi untuk penanaman pohon, atau mengikuti tantangan mengurangi jejak karbon.

Di sinilah tantangannya. Bagaimana cara mengajak masyarakat untuk ikut secara sukarela menciptakan nilai lingkungan bersama platform atau disebut green customer co-creation behavior.

Supaya warga semakin banyak terlibat, kampanye hijau tidak cukup hanya memakai slogan seperti “ramah lingkungan” atau “selamatkan Bumi”. Pengguna butuh melihat bukti yang lebih jelas: sejauh mana perhitungan kontribusi mereka, ke mana dana disalurkan, program apa yang didukung, serta dampak yang terukur.

Jika informasi seperti ini tidak tersedia, pengguna bisa meragu. Bahkan, mereka bisa menganggap program hijau hanya gimik marketing semata. Kecurigaan terhadap potensi greenwashing bisa muncul dan ini bukan tanpa alasan.

Dalam banyak sektor, klaim ramah lingkungan sering dipakai untuk memperbaiki citra tanpa perubahan operasional yang berarti. Fitur hijau dalam aplikasi adalah langkah awal.


Read more: Nasib ojol di tengah cuaca ekstrem: Panas kepanasan, hujan kehujanan


Jadi intinya, fitur hijau saja tidak cukup. Pengguna perlu percaya bahwa perusahaan bertindak etis, programnya transparan, dan kontribusi mereka benar-benar menjadi bagian dari perubahan yang lebih besar.

Kepercayaan saja belum cukup

Temuan krusial dalam riset kami adalah kepercayaan (300 pengguna yang kami wawancara) terhadap reputasi suatu platform/brand memang penting, tetapi bukan faktor yang langsung membuat pengguna memilih opsi hijau.

Kepercayaan hanya membuka pintu. Tetapi agar pengguna benar-benar bertindak, kepercayaan perlu berubah menjadi nilai, keyakinan, dan norma pribadi. Mereka perlu meyakini perjalanan harian punya dampak terhadap lingkungan.

Karena dinamika penggunaan aplikasi ride-hailing tergolong cepat, desain aplikasi berperan besar. Tentunya, pengguna tidak punya waktu lama untuk membaca penjelasan panjang tentang emisi.

Karena itu, aplikator perlu menerjemahkan komitmen lingkungan ke dalam desain yang sederhana dan berguna. Misalnya, aplikasi bisa menampilkan ringkasan dampak bulanan pengguna atau menunjukkan kemajuan kolektif pengguna di satu kota.

Para aplikator juga bisa memberi pengingat setelah perjalanan, seperti bahwa pengguna telah ikut mendukung opsi mobilitas rendah emisi bersama pengguna lain yang bisa dihiasi dengan gamifikasi dan promo menarik bagi pengguna.

Pengguna tetap perlu tahu apa arti partisipasi mereka secara konkret. Jika tidak, fitur hijau hanya menjadi ornamen aplikasi.


Read more: Krisis ojol: Promo selalu mencekik pengemudi, jam-jam padat malah bikin rugi


Tak boleh membebankan pengguna

Hal yang perlu menjadi catatan kritis adalah perusahaan bisa saja terlihat seolah-olah sudah “hijau” hanya karena menyediakan pilihan bagi pengguna untuk membayar kontribusi lingkungan.

Namun, tanggung jawab utama tetap ada pada perusahaan dengan memperbaiki operasi seperti mengurangi perjalanan kosong, memperbaiki efisiensi algoritma, mendukung kendaraan rendah emisi, memberi insentif yang adil bagi pengemudi, dan memastikan program carbon-neutral benar-benar dapat dipertanggungjawabkan.

Partisipasi pengguna sebaiknya dilihat sebagai pelengkap, bukan pengganti tanggung jawab korporasi. Dengan kata lain, pengguna dapat menjadi mitra dalam menciptakan nilai lingkungan. Mereka tidak boleh dijadikan alat untuk menutup kekurangan strategi keberlanjutan perusahaan.

Inilah mengapa etika menjadi sangat penting. Pengguna akan lebih bersedia berpartisipasi jika mereka melihat perusahaan tidak hanya meminta kontribusi, tetapi juga melakukan perubahan nyata dari sisi operasional.

Pembelajaran ke depan

Temuan ini punya implikasi lebih luas bagi masa depan transportasi kota.

Pertama, keberlanjutan dalam ride-hailing tidak cukup dibahas sebagai persoalan teknologi. Kendaraan listrik, algoritma yang lebih efisien, dan program pengurangan emisi memang penting. Namun, perilaku pengguna juga menentukan apakah fitur hijau digunakan secara konsisten.

Kedua, komunikasi keberlanjutan harus lebih spesifik. Platform perlu menjelaskan program hijau dengan bahasa sederhana, data yang dapat diverifikasi, dan mekanisme yang mudah dipahami.

Ketiga, perusahaan perlu membangun norma sosial yang sehat. Pilihan hijau sebaiknya ditampilkan sebagai bagian dari tanggung jawab bersama, bukan sebagai beban individual semata.

Keempat, pemerintah dan regulator juga punya peran. Mereka dapat mendorong standar transparansi untuk klaim lingkungan dalam aplikasi digital, termasuk bagaimana program carbon-neutral dihitung, diaudit, dan dilaporkan kepada publik.

Tanpa standar yang jelas, pengguna akan sulit membedakan antara komitmen lingkungan yang serius dan promosi hijau yang dangkal.


Read more: Pesan makanan ‘online’ memang memudahkan, tapi berdampak buruk bagi kesehatan



0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.