Ini merupakan langkah konkret kami bersama pemerintah daerah mendukung pertumbuhan ekonomi melalui perluasan negara tujuan ekspor
Jakarta (ANTARA) – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memfasilitasi ekspor perdana hasil perikanan nelayan Maluku ke Thailand berupa 11 ton tuna loin beku senilai lebih dari Rp1 miliar sebagai bagian dari upaya memperluas negara tujuan ekspor produk perikanan Indonesia.
“Ini merupakan langkah konkret kami bersama pemerintah daerah mendukung pertumbuhan ekonomi melalui perluasan negara tujuan ekspor,” kata Pelaksana tugas Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Perikanan (Badan Mutu KKP) Ishartini dalam keterangan pers di Jakarta, Jumat.
Ekspor perdana tersebut dilakukan melalui Pelabuhan Yos Sudarso Ambon, Maluku, Kamis (2/7).
Ia menjelaskan produk perikanan yang diekspor ke Thailand telah memenuhi persyaratan mutu dan keamanan pangan internasional melalui Sertifikat Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SMKHP) yang diterbitkan KKP.
Menurut dia, sertifikasi tersebut telah diakui oleh Codex Alimentarius, organisasi internasional yang menetapkan standar mutu dan keamanan pangan, sehingga menjadi jaminan bahwa produk perikanan Indonesia aman dikonsumsi dan memenuhi persyaratan negara tujuan.
Baca juga: KKP bangun kolaborasi percepat program prioritas swasembada pangan
Baca juga: Menteri KP yakin Kampung Nelayan jadi mesin pacu pertumbuhan ekonomi
“Mutu dan keamanan hasil perikanan adalah salah satu kunci utama keberterimaan produk di negara tujuan ekspor,” ujarnya.
Ishartini mengatakan penguatan sistem penjaminan mutu menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk meningkatkan daya saing sekaligus memperluas akses pasar ekspor bagi produk perikanan nasional.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Maluku Ahmad Jais Ely berharap ekspor perdana tersebut menjadi momentum untuk meningkatkan penjualan hasil perikanan Maluku ke pasar internasional.
“Saat keberangkatan tadi telah diserahkan Sertifikat Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SMKHP) sebagai dokumen wajib untuk bisa masuk pasar Thailand,” katanya.
KKP menegaskan bahwa sistem penjaminan mutu menjadi salah satu faktor utama dalam meningkatkan keberterimaan produk perikanan Indonesia di pasar global.
Penguatan penjaminan mutu dari hulu hingga hilir dinilai penting untuk mendorong diversifikasi produk maupun perluasan negara tujuan ekspor, sehingga produk perikanan Indonesia memiliki daya saing yang lebih tinggi di pasar internasional.
Baca juga: KKP gandeng Australia edukasi nelayan cegah pelanggaran lintas batas
Baca juga: KKP kembangkan model tata ruang laut berbasis masyarakat adat di Bali
Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.




Comments are closed.