Fri,17 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Nasib Baik 1.300 Ikan Napoleon: Lolos dari Penyelundupan, Kembali ke Rumahnya di Laut Sulawesi

Nasib Baik 1.300 Ikan Napoleon: Lolos dari Penyelundupan, Kembali ke Rumahnya di Laut Sulawesi

nasib-baik-1.300-ikan-napoleon:-lolos-dari-penyelundupan,-kembali-ke-rumahnya-di-laut-sulawesi
Nasib Baik 1.300 Ikan Napoleon: Lolos dari Penyelundupan, Kembali ke Rumahnya di Laut Sulawesi
service

7 Juli 2026 09.02 WIB • 3 menit

Sebanyak 1.300 ekor ikan napoleon (Cheilinusundulatus) hasil penyelundupan berhasil kembali ke habitat alaminya setelah diamankan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). 

Ikan-ikan hidup tersebut sebelumnya menjadi barang bukti dalam kasus penyelundupan menggunakan kapal berbendera Sao Tome, MV Silver Island (492 GT), yang ditangkap Kapal Pengawas (KP) Orca 04 di perairan Laut Sulawesi pada 29 Mei 2026 saat berlayar menuju Hong Kong.

Setelah melalui proses penanganan, seluruh ikan dilepasliarkan ke Kawasan Konservasi Perairan Daerah (KKPD) Sulawesi Utara pada 5 dan 7 Juni 2026. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan ikan-ikan yang masih hidup dapat kembali menjalankan perannya di ekosistem laut.

Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), Pung Nugroho Saksono atau Ipunk, mengatakan pelepasliaran satwa hasil penyelamatan merupakan bagian dari pendekatan penegakan hukum yang tidak hanya berorientasi pada proses hukum, tetapi juga pada pelestarian sumber daya laut.

“Pelepasliaran ini sejalan dengan semangat penegakan hukum yang tetap menjaga kelestarian sumber daya kelautan dan perikanan,” ujarnya, dikutip dari KKP.

Menurut Ipunk, apabila barang bukti yang diamankan berupa ikan hidup dan termasuk jenis yang dilindungi, langkah utama yang dilakukan adalah mengembalikannya ke habitat alami agar peluang hidupnya tetap terjaga.

“Jika barang bukti yang diamankan berupa ikan hidup dan termasuk dalam jenis yang dilindungi, maka tindakan penyelamatan segera dilakukan, yakni dengan mengembalikannya ke habitat alami demi menjaga kelestarian sumber daya perikanan Indonesia,” jelasnya.

Ikan Bernilai Tinggi yang Populasinya Terancam

Bersumber dari Universitas Airlangga, ikan napoleon dikenal sebagai salah satu ikan karang dengan nilai ekonomi paling tinggi di pasar internasional. Permintaan yang besar membuat spesies ini kerap menjadi sasaran perdagangan ilegal, meski pertumbuhannya tergolong lambat.

Spesies dari famili Labridae ini mudah dikenali dari bentuk tubuhnya yang besar, bibir tebal, serta tonjolan mencolok di bagian dahi yang menjadi asal-usul nama “Napoleon”. Nama tersebut terinspirasi dari sosok panglima Prancis, Napoleon Bonaparte, yang dikenal memiliki dahi lebar.

Ikan napoleon juga memiliki beragam nama lokal di berbagai daerah. Masyarakat Kepulauan Natuna mengenalnya sebagai mengkait atau ketipas, di Bangka Belitung disebut siomay, sementara masyarakat Kepulauan Derawan menyebutnya bele-bele. Di Filipina ikan ini dikenal sebagai mameng, sedangkan di China disebut so mei.

Selain bentuk tubuhnya yang khas, ikan napoleon mengalami perubahan warna sepanjang hidupnya. Saat masih anakan, tubuhnya berwarna terang dengan garis-garis gelap di sekitar mata. Memasuki usia dewasa, warnanya berubah menjadi hijau terang, kemudian berangsur menjadi hijau tua hingga kebiruan ketika semakin tua.

Penjaga Alami Terumbu Karang

Di balik harganya yang mahal, ikan napoleon memiliki peran ekologis yang sangat penting. Predator alami ini memangsa bintang laut mahkota (Acanthasterplanci), spesies yang dikenal sebagai pemakan polip karang. Jika populasinya tidak terkendali, bintang laut tersebut dapat merusak hamparan terumbu karang dalam waktu singkat.

Selain itu, ikan napoleon juga memakan berbagai hewan laut lain, termasuk beberapa spesies yang beracun seperti siput laut dan boxfish. Keberadaannya membantu menjaga keseimbangan rantai makanan di ekosistem terumbu karang, terutama di kawasan tropis Indo-Pasifik.

Ikan napoleon termasuk salah satu anggota famili Labridae terbesar. Panjang tubuhnya dapat mencapai dua meter dengan berat sekitar 190 kilogram. Spesies ini juga bersifat hermaprodit protogini, yakni memulai hidup sebagai betina sebelum sebagian individu berubah menjadi jantan ketika dewasa.

Meski berukuran besar, reproduksi ikan napoleon berlangsung relatif lambat. Kondisi tersebut membuat populasinya sulit pulih ketika terjadi penangkapan berlebihan. Karena itulah, Indonesia menetapkan ikan napoleon sebagai satwa yang mendapat perlindungan terbatas melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 37/KEPMEN-KP/2013. Secara internasional, sejak 2014 spesies ini juga masuk dalam Appendiks II CITES, sehingga perdagangan internasionalnya harus memenuhi ketentuan konservasi yang ketat.

Pelepasliaran 1.300 ikan napoleon di Sulawesi Utara menjadi langkah penting untuk mengembalikan spesies bernilai tinggi ini ke habitatnya. Selain menyelamatkan satwa hasil penyelundupan, upaya tersebut juga membantu menjaga keseimbangan ekosistem terumbu karang Indonesia yang menjadi rumah bagi beragam kehidupan laut.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Firdarainy Nuril Izzah lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Firdarainy Nuril Izzah.

Tim Editorarrow

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.