Tue,28 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Health
  3. ADB Prakirakan Pertumbuhan Asia Pasifik 2026 Melambat di Tengah Krisis Energi

ADB Prakirakan Pertumbuhan Asia Pasifik 2026 Melambat di Tengah Krisis Energi

adb-prakirakan-pertumbuhan-asia-pasifik-2026-melambat-di-tengah-krisis-energi
ADB Prakirakan Pertumbuhan Asia Pasifik 2026 Melambat di Tengah Krisis Energi
service

Asian Development Bank (ADB) menurunkan prakiraan pertumbuhan perekonomian berkembang di kawasan Asia dan Pasifik menjadi 4,9% pada 2026, dibandingkan dengan 5,5% pada 2025. Hal ini merupakan penurunan 0,2 poin persentase dari proyeksi pada April.

Gangguan pasar energi yang berkepanjangan akibat konflik Timur Tengah berdampak lebih berat terhadap kawasan ini daripada yang diperkirakan, demikian menurut proyeksi ekonomi terbaru dari ADB yang dirilis pada 8 Juli. Prakiraan pertumbuhan untuk 2027 masih dipertahankan pada 5,1% sebagai cerminan pulihnya kegiatan ekonomi setelah meredanya tekanan.
Asian Development Outlook (ADO) July 2026 memperkirakan perbaikan terhadap gangguan pasar energi global hanya akan terjadi secara bertahap. Meski sudah ada kesepakatan kerangka kerja yang ditandatangani pada Juni.

Mengingat dampak konflik itu tak hanya berpengaruh terhadap energi, tetapi juga pupuk, harga komoditas lainnya, dan berbagai rantai pasokan, tekanan inflasi kemungkinan belum akan berkurang. Inflasi kawasan ini kini diperkirakan 4,3% di tahun ini, dibandingkan dengan 3% di 2025—naik 0,7 poin persentase dibandingkan perkiraan April. Prakiraan inflasi untuk 2027 masih tetap 3,4%.

“Jika berjalan baik, pelaksanaan kesepakatan kerangka kerja akan membantu normalisasi pasar energi global, tetapi seberapa cepat terjadinya penyesuaian tersebut masih sangat tidak pasti dengan risiko pemburukan yang signifikan,” kata Kepala Ekonom ADB Albert Park.

Ia menyatakan pertumbuhan ekonomi negara berkembang di kawasan Asia dan Pasifik masih tetap tangguh. “Tapi gangguan berkepanjangan akibat konflik memerlukan keseimbangan kebijakan yang hati-hati antara mendukung pertumbuhan dengan menjaga inflasi,” katanya.

ADO July 2026 memperingatkan bahwa terjadinya kembali eskalasi konflik dan ketidakpastian geopolitik berkepanjangan masih merupakan risiko utama terhadap proyeksi kawasan ini. Keduanya dapat makin memperketat pasar energi, meningkatkan premium risiko, serta memperparah inflasi dan tekanan eksternal.

Kondisi keuangan global yang makin ketat membawa berbagai risiko tambahan. Yaitu kenaikan imbal hasil obligasi negara dan biaya pinjaman, serta membesarnya proyeksi defisit fiskal di sejumlah perekonomian.

Tarif yang lebih tinggi dan ketidakpastian kebijakan perdagangan juga dapat menekan kegiatan ekonomi. Sedangkan kenaikan harga pupuk terus mengancam produksi pertanian dan ketahanan pangan.

Proyeksi pertumbuhan 2026 menurun untuk sebagian besar subkawasan, kecuali negara berkembang di kawasan Asia Timur. Prakiraan untuk Republik Rakyat Tiongkok tidak berubah, masih sebesar 4,6% pada 2026 dan 4,5% pada 2027, berkat ekspor yang kuat dan investasi infrastruktur.

Prakiraan pertumbuhan India menurun ke 6,6% tahun ini akibat kenaikan biaya energi yang menekan permintaan domestik, dan dipertahankan sebesar 7,3% pada tahun depan. Proyeksi pertumbuhan bagi Asia Tenggara dan Pasifik juga dipangkas sebagai cerminan melemahnya permintaan domestik dan pariwisata, naiknya inflasi, dan biaya impor yang lebih tinggi.

ADB adalah bank pembangunan multilateral terkemuka yang mendukung pertumbuhan berkelanjutan, inklusif, dan tangguh di Asia dan Pasifik. Bekerja sama dengan para anggota dan mitranya untuk mengatasi tantangan yang kompleks secara bersama-sama, ADB memanfaatkan perangkat keuangan yang inovatif dan kemitraan strategis.

Tujuannya untuk mengubah kehidupan, membangun infrastruktur yang berkualitas, dan melindungi bumi kita. Didirikan pada 1966, ADB beranggotakan 69 negara—50 di antaranya berasal dari kawasan Asia dan Pasifik.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.