Sat,29 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Opinion
  3. BMKG Peringatkan Ancaman Banjir Rob di Sejumlah Wilayah Pesisir, Puncak Pasang Laut Diprediksi 14 Juli 2026

BMKG Peringatkan Ancaman Banjir Rob di Sejumlah Wilayah Pesisir, Puncak Pasang Laut Diprediksi 14 Juli 2026

bmkg-peringatkan-ancaman-banjir-rob-di-sejumlah-wilayah-pesisir,-puncak-pasang-laut-diprediksi-14-juli-2026
BMKG Peringatkan Ancaman Banjir Rob di Sejumlah Wilayah Pesisir, Puncak Pasang Laut Diprediksi 14 Juli 2026
service

Jakarta, NU Online

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi banjir pesisir atau banjir rob yang diperkirakan melanda sejumlah wilayah pesisir Indonesia pada 8-22 Juli 2026. Fenomena ini dipicu oleh Super New Moon yang diprediksi mencapai puncaknya pada 14 Juli 2026, sehingga berpotensi meningkatkan tinggi muka air laut dan memicu genangan di kawasan pesisir.

Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Meteorologi Maritim BMKG Agie Wandala Putra menjelaskan, Super New Moon merupakan kondisi ketika fase bulan baru bertepatan dengan posisi Bulan berada di titik terdekat dengan Bumi (perigee). Fenomena astronomi tersebut berpotensi meningkatkan ketinggian pasang maksimum air laut sehingga memperbesar risiko banjir rob di berbagai daerah pesisir.

Potensi banjir pesisir diperkirakan terjadi di sejumlah wilayah, meliputi Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Jambi, Kepulauan Riau, Kepulauan Bangka Belitung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, dan Maluku.

Agie menegaskan bahwa peringatan ini penting karena banjir rob tidak hanya menggenangi permukiman warga, tetapi juga berpotensi mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat pesisir.

Dampaknya, kata dia, dapat dirasakan pada kegiatan bongkar muat di pelabuhan, kawasan permukiman, tambak garam, hingga sektor perikanan darat yang bergantung pada kondisi pasang surut air laut.

“Berdasarkan pantauan data water level dan prediksi pasang surut. Banjir pesisir berpotensi terjadi di beberapa wilayah pesisir Indonesia,” katanya dalam keterangan resminya, dikutip NU Online, Kamis (9/7/2026).

BMKG mengimbau masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di wilayah pesisir agar meningkatkan kewaspadaan selama periode tersebut. Warga juga diminta terus memantau perkembangan informasi cuaca dan kondisi maritim untuk mengantisipasi dampak pasang maksimum air laut.

Berdasarkan prakiraan BMKG, potensi banjir rob memiliki waktu yang berbeda-beda di setiap daerah. Di Aceh, pesisir Lhokseumawe diperkirakan terdampak pada 9-17 Juli. Di Sumatra Utara, wilayah Medan Belawan, Medan Labuhan, dan Medan Marelan berpotensi mengalami banjir rob pada 12-18 Juli.

Di Banten, potensi banjir rob diperkirakan terjadi di perairan utara Serang pada 11-15 Juli, Selat Sunda Barat Pandeglang pada 16 Juli, pesisir selatan Pandeglang pada 12-17 Juli, serta perairan selatan Lebak pada 12-17 Juli. Sementara itu, kawasan pesisir Jakarta Utara diperkirakan terdampak pada 9-16 Juli.

Untuk wilayah Jawa Barat, pesisir Kabupaten Bekasi dan Karawang berpotensi mengalami banjir rob pada 9-16 Juli, sedangkan pesisir Sukabumi, Garut, Cianjur, Tasikmalaya, dan Pangandaran diperkirakan terdampak pada 14-18 Juli.

Di Jawa Tengah, potensi banjir rob diperkirakan terjadi pada 11-21 Juli di pesisir Semarang, Demak, Pekalongan, Batang, Kendal, dan Jepara. Adapun wilayah Brebes, Kota Tegal, Kabupaten Tegal, dan Pemalang diprediksi mengalami kondisi serupa pada 13-18 Juli.

BMKG juga memprakirakan banjir rob berpotensi melanda pesisir Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, hingga Maluku dengan rentang waktu yang berbeda-beda. Wilayah Maluku menjadi salah satu daerah dengan durasi potensi terpanjang, yakni berlangsung hingga 22 Juli 2026, terutama di pesisir Seram Bagian Timur.

BMKG menghimbau pemerintah daerah, pengelola pelabuhan, pelaku usaha perikanan, serta masyarakat pesisir untuk meningkatkan kesiapsiagaan guna meminimalkan risiko kerugian akibat pasang maksimum air laut selama periode 8-22 Juli 2026.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.