Tue,14 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Tutup 6 Tahun, Perpustakaan Nyi Ageng Serang Kini Jadi Ruang Baca Estetik di Jantung Kuningan, Bisa Dengar Piringan Hitam Pula

Tutup 6 Tahun, Perpustakaan Nyi Ageng Serang Kini Jadi Ruang Baca Estetik di Jantung Kuningan, Bisa Dengar Piringan Hitam Pula

tutup-6-tahun,-perpustakaan-nyi-ageng-serang-kini-jadi-ruang-baca-estetik-di-jantung-kuningan,-bisa-dengar-piringan-hitam-pula
Tutup 6 Tahun, Perpustakaan Nyi Ageng Serang Kini Jadi Ruang Baca Estetik di Jantung Kuningan, Bisa Dengar Piringan Hitam Pula
service

Wujud Perpustakaan Nyai Ageng Serang


Selasa, 7 Juli 2026, lantai 7-8 Gedung Nyai Ageng Serang akhirnya dibuka lagi. Usai tutup sejak 2020 dan dirombak habis-habisan, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meresmikan wajah baru gedung itu, yakni Perpustakaan Jakarta Nyi Ageng Serang. Perpustakaan provinsi yang berada di Gedung Nyi Ageng Serang itu berubah wujud jadi tempat membaca yang asyik dan estetik.

Gedung Nyi Ageng Serang milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sedari dulu difungsikan sebagai gedung perkantoran dan layanan publik. Selain menjadi lokasi Perpustakaan Umum Daerah Provinsi DKI Jakarta, gedung ini pada berbagai periode juga digunakan oleh sejumlah instansi pemerintah dan organisasi kemasyarakatan.

Setelah revitalisasi perpustakaan pada 2026, identitas gedung semakin melekat sebagai rumah bagi Perpustakaan Jakarta Nyi Ageng Serang, meski fungsi perkantorannya tetap dipertahankan.

Perpustakaannya sendiri cuma mengisi dua lantai teratas. Dulu dikenal dengan nama Perpustakaan Umum Daerah Provinsi DKI Jakarta, atau lebih akrab disebut Perpumda DKI Jakarta.  Kini, tempat itu berubah menjadi Perpustakaan Nyi Ageng Serang. Nama Nyi Ageng Serang yang dipakai sebagai bentuk penghormatan atas perjuangannya melawan kolonialisme.

Rak Melengkung, Kaca Besar, dan 55 Ribu Buku

Proyek revitalisasi digarap Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) DKI Jakarta di lahan seluas 4.000 meter persegi. Yang paling kelihatan berubah adalah fasadnya. Kini, dinding kaca besar membingkai pemandangan gedung-gedung tinggi Kuningan, membiarkan cahaya matahari masuk langsung ke area baca.

Di dalam, rak buku dibentuk melengkung, mengelilingi ruang baca dengan pencahayaan yang lebih hangat—bukan lagi lampu neon dingin khas kantor pemerintahan.

Koleksi bukunya pun makin beragam dengan menyediakan sekitar 55.000 eksemplar, dari buku umum, referensi, sastra, psikologi, karya serah simpan, sampai koleksi khusus kejakartaan.

Sistemnya juga lebih canggih. Dulu, pengunjung isi buku tamu manual di meja petugas. Sekarang, semua lewat aplikasi JAKI dan platform Jaklitera—daftar online, dapat barcode, tinggal scan di pintu masuk.

Sudut Koleksi Piringan Hitam

Salah satu sudut yang paling jarang ditemui di perpustakaan lain adalah Serambi Nada. Di sini pengunjung bisa mendengarkan koleksi audio dokumentasi sejarah dan budaya Nusantara lewat piringan hitam, lengkap dengan turntable analog dan headphone.

Serambi Nada, tempat untuk menikmati piringan hitam di Perpustakaan Nyai Ageng Serang

info gambar

Sudut Serambi Nada, tempat untuk menikmati piringan hitam di Perpustakaan Nyai Ageng Serang.


Di tengah orang-orang yang terbiasa scroll Spotify, pengalaman memutar vinyl semacam ini justru terasa seperti hal baru buat generasi muda—meski sebenarnya teknologinya jauh lebih tua dari mereka.

Perpustakaan ini juga menyediakan co-working space dengan meja kerja, wifi gratis, dan colokan listrik yang hampir ada di setiap sudut. Tempat ini cocok untuk para pekerja lepas dan karyawan kantoran yang memang banyak beredar di kawasan bisnis Kuningan.

Ada juga area lesehan untuk yang mau kerja lebih santai, ruang diskusi kelompok berkapasitas 3-5 orang (perlu reservasi dulu ke petugas), dan Serambi Jakarta yang memamerkan sejarah ibu kota lewat layar digital interaktif.

Bukan Saingan Perpusnas

Kehadiran perpustakaan ini sebenarnya tidak bersaing langsung dengan institusi literasi besar lain di Jakarta.

Perpustakaan Nasional RI dekat Monas tetap jadi rujukan akademisi dan peneliti dengan koleksi manuskrip langka dan gedung 27 lantai yang formal.

Perpustakaan Jakarta di TIM Cikini tetap jadi rumah seniman dan keluarga dengan koleksi sastra serta Pusat Dokumen Sastra HB Jassin.

Nyi Ageng Serang mengisi celah lain, yakni tempat bagi pekerja kantoran dan profesional muda di jantung kawasan bisnis yang butuh ruang produktif tapi tidak mau bayar mahal buat ngopi tiap hari.

Jam Buka Lebih Panjang

Perpustakaan ini buka setiap hari pukul 09.00-22.00 WIB, kecuali libur nasional—jauh lebih panjang dibanding dulu yang cuma ikut jam kerja kantor pemerintahan.

“Nanti akan dibuka sama seperti perpustakaan yang ada di Taman Ismail Marzuki (TIM) sampai dengan jam 10 malam. Saya yakin tempat ini akan menjadi tempat referensi baru bagi anak-anak kita yang ingin mencari, membaca, bertemu, dan sebagainya,” kata Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung saat pembukaan.

Lokasinya di Jalan H.R. Rasuna Said Kav. C22, Setiabudi, Jakarta Selatan. Kalau naik LRT Jabodebek, turun di Stasiun Rasuna Said lalu jalan kaki sekitar 290 meter atau 5 menit.

Naik TransJakarta bisa turun di Halte Rasuna Said yang dilewati Koridor 6 dan sejumlah rute turunannya. Alternatif lain, turun di Stasiun Sudirman (KRL) atau Stasiun Setiabudi (MRT), lalu sambung TransJakarta atau ojek online.

Untuk masuk, WNI wajib daftar dulu lewat aplikasi JAKI atau situs Jaklitera untuk dapat barcode keanggotaan. WNA cukup tunjukkan KITAS atau paspor ke petugas meja informasi.

Soal aturan di dalam, cukup ketat. Makanan dan minuman berwarna termasuk kopi dan teh dilarang dibawa masuk ke area baca—hanya air mineral dalam tumbler pribadi yang boleh.

Kalau mau dengar musik lewat HP, wajib pakai earphone. Dan buku yang sudah selesai dibaca jangan dikembalikan sembarangan ke rak—taruh saja di troli khusus, biar petugas yang menata ulang.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.