Wed,15 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Opinion
  3. Rabu-Kamis Matahari di Atas Ka’bah Tepat, Saatnya Pastikan Arah Kiblat secara Akurat

Rabu-Kamis Matahari di Atas Ka’bah Tepat, Saatnya Pastikan Arah Kiblat secara Akurat

rabu-kamis-matahari-di-atas-ka’bah-tepat,-saatnya-pastikan-arah-kiblat-secara-akurat
Rabu-Kamis Matahari di Atas Ka’bah Tepat, Saatnya Pastikan Arah Kiblat secara Akurat
service

Jakarta, NU Online

Matahari akan tepat berada di atas Ka’bah pada Rabu dan Kamis (15-16/7/2026). Peristiwa ini dinamakan Rashdul Qiblat atau Istiwa A’dham.

“Rashdul Qiblat adalah sebuah peristiwa unik di mana kedudukan Matahari dipandang dari Bumi akan tepat berada di atas Ka’bah. Atau dalam istilah ilmu falak, yaitu saat Matahari tepat menempati di titik zenith Ka’bah,” terang KH Sirril Wafa melalui Surat Edaran Nomor: 151/PB.08/A.II.10.13/13/07/2026 yang dikeluarkan pada Selasa (14/7/2026).

Dalam kondisi Rashdul Qiblat, setiap benda yang terpasang tegak lurus paras air di Kota Makkah akan kehilangan bayang–bayangnya. Sebaliknya bayang–bayang dari benda yang sama di luar Kota Makkah dan sedang tersinari Matahari akan tepat sama mengarah pada kiblat setempat.

“Inilah sebabnya Rashdul Qiblat menjadi salah satu metode terakurat dalam mengukur arah kiblat,” jelasnya.

Pasalnya, Kiai Sirril menjelaskan bahwa Rashdul Qiblat merupakan posisi khusus Matahari seiring siklus gerak semu tahunannya sebagai perwujudan kombinasi perputaran Bumi mengelilingi Matahari dan kemiringan sumbu rotasi Bumi.

“Dalam siklus gerak semu tahunan itu, kedudukan Matahari seakan–akan berpindah–pindah secara teratur dari utara ke selatan dan sebaliknya,” katanya.

Dalam ilmu falak, siklus tersebut menyebabkan kedudukan Matahari berpindah–pindah secara teratur di antara Garis Balik Utara (lintang 23,5º LU) dan Garis Balik Selatan (lintang 23,5º LS). Matahari akan berkedudukan tepat di atas Garis Balik Utara pada 20 atau 21 Juni setiap tahun. Sebaliknya, Matahari akan menempati titik zenith Garis Balik Selatan tiap 21 atau 22 Desember.

“Dan setiap 20 atau 21 Maret dan 22 atau 23 September, Matahari akan tepat berada di atas garis khatulistiwa,” terangnya.

Setiap titik yang terletak di antara Garis Balik Utara dan Garis Balik Selatan pada hakikatnya akan ditempati Matahari dua kali dalam setiap tahun Miladiyah. Karenanya, Kota Suci Makkah al–Mukarramah dengan Ka’bah di pusat kotanya pun akan mendapatkan kesempatan yang sama karena berkedudukan pada garis lintang 21º 25’ LU.

“Pada saat Rashdul Qiblat terjadi, maka nilai deklinasi Matahari akan sangat berdekatan dengan nilai garis lintang Kota Makkah sehingga manakala terjadi kulminasi atas di Kota Makkah, maka Matahari akan berkedudukan pada titik zenith Makkah,” jelasnya.

Waktu Rashdul Qiblat

Rashdul Qiblat kali ini akan terjadi pada dua hari berturut-turut dengan rincian sebagai berikut.

a. Rabu Pon 29 Muharram 1448 H / 15 Juli 2026 M pada pukul 12:26:42 waktu Saudi Arabia. Atau bertepatan dengan pukul 16:26:42 WIB (17:26:42 WITA) di Indonesia; dan

b. Kamis Wage 1 Shafar 1448 H / 16 Juli 2026 M pada pukul 12:26:48 waktu Saudi Arabia. Atau bertepatan dengan pukul 16:26:48 WIB (17:26:48 WITA) di Indonesia.

Di Indonesia, Rashdul Qiblat dapat diamati dan dimanfaatkan untuk melaksanakan pengukuran arah kiblat yang akurat pada sebagian besar wilayah negeri ini, kecuali di Provinsi Maluku, Maluku Utara, Papua Barat dan Papua.

“Karena pada tempat–tempat tersebut Matahari telah terbenam sebelum Rashdul Qiblat terjadi,” katanya.

Sementara pada provinsi–provinsi di Pulau Sulawesi dan Kepulauan Nusa Tenggara, kedudukan Matahari sudah cukup rendah sehingga terbuka peluang Matahari sudah tak terlihat (tersembunyi di balik awan–awan di ufuk barat), meskipun diperhitungkan masih mengalami Rashdul Qiblat.

Cara pastikan arah kiblat

Untuk menentukan akurasi arah kiblat saat Rashdul Qiblat terjadi, cukup mencari benda yang terpasang tegak lurus paras air setempat sebagai acuan. Ia mencontohkan sudut bangunan atau beban pendulum (lot) yang digantung pada tali.

“Kita juga membutuhkan jam yang sudah terkalibrasi, misalnya jam digital dalam gawai pintar (gadget) kita. Untuk keperluan praktis, maka jam Roshdul Qiblat dapat dibulatkan menjadi 16:27 WIB (17:27 WITA),” katanya.

Selanjutnya pada jam terjadinya Rashdul Qiblat, maka tandai bayang–bayang benda tersebut di tanah. Bayang–bayang tersebut akan sama dengan arah kiblat setempat.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.