Mon,24 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. #Aswaja
  3. Gempa 7,3 Magnitudo Guncang Meksiko, Tidak Ada Korban Maupun Kerusakan Langsung

Gempa 7,3 Magnitudo Guncang Meksiko, Tidak Ada Korban Maupun Kerusakan Langsung

gempa-7,3-magnitudo-guncang-meksiko,-tidak-ada-korban-maupun-kerusakan-langsung
Gempa 7,3 Magnitudo Guncang Meksiko, Tidak Ada Korban Maupun Kerusakan Langsung
service

Jakarta, NU Online

Gempa bumi berkekuatan 7,3 Magnitudo mengguncang pantai Pasifik Meksiko selatan, tepatnya di perbatasan Meksiko-Guatemala, pada Jumat (17/7/2026). Guncangan tersebut dirasakan di beberapa wilayah Amerika Tengah, khususnya di kota Tapachula, ibu kota Meksiko, ibu kota Guatemala, hingga ke negara tetangga, El Salvador.

Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) mencatat gempa berkekuatan 7,3 magnitudo tersebut memiliki pusat gempa 58 kilometer barat daya Puerto Madero, Meksiko, pada koordinat 14,604°N, 92,952°W, dengan kedalaman 18,6 kilometer. Gempa tersebut terjadi pada 17 Juli 2026 pukul 14.48.39 setempat. Awalnya, gempa berkekuatan 7,3 magnitudo tersebut didahului oleh gempa dengan magnitudo lebih kecil dengan pusat sedikit lebih jauh di lautan, lalu diikuti sedikitnya 10 gempa susulan dengan magnitudo antara 4,9 hingga 6.

“Gempa susulan, beberapa di antaranya berpotensi menimbulkan guncangan kuat, mungkin akan terjadi setelah gempa ini,” tulis USGS dikutip NU Online, Ahad (19/7/2026).

Menurut USGS, sekitar empat juta jiwa dilaporkan mengalami guncangan Sedang (MMI V) hingga Sangat Kuat (MMI VII).

The New York Times melaporkan bahwa sebelumnya, USGS merilis laporan bahwa gempa tersebut berkekuatan 7,4 Magnitudo yang kemudian direvisi kembali.

Melansir AP News, di Kota Guatemala, gempa bumi tersebut membuat warga ketakutan karena durasinya yang cukup lama. Meski demikian, Koordinator Nasional Penanggulangan Bencana Guatemala (CONRED) melaporkan bahwa tidak ada kerusakan langsung. 

Sedangkan di Tapachula, kota utama di perbatasan selatan Meksiko, dilaporkan bahwa guncangan semula terasa ringan lantas berangsur menguat. Alejandra Mendoza, seorang pegawai administrasi di sebuah rumah sakit umum kota tersebut menceritakan situasi saat terjadi gempa bumi.

“Kami berada di lantai atas di lantai dua ketika mulai bergetar, kami pikir itu akan berlalu, tetapi kemudian menjadi lebih kuat,” ujarnya, dikutip NU Online dari laporan AP News, Ahad (19/7/2026). 

Ia mengatakan bahwa dirinya bersama rekan-rekan kemudian turun dan dievakuasi secara tertib ke halaman depan gedung.

Di ibu kota Meksiko, sejumlah gedung bertingkat di beberapa kawasan dilaporkan sempat berderit dan bergoyang. Namun, sistem peringatan dini gempa di kota tersebut dilaporkan tidak berbunyi. Otoritas setempat menjelaskan bahwa sirene tidak teraktivasi lantaran energi yang dipancarkan pada detik-detik awal gempa belum melampaui ambang batas sensor sistem peringatan kota. 

Merespons situasi tersebut, Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum memastikan bahwa berdasarkan laporan awal, tidak ada kerusakan masif yang terjadi di wilayah ibu kota.

Senada, di San Salvador, ibu kota El Salvador, dilaporkan bahwa getaran gempa dirasakan sangat kuat dan sempat memicu kepanikan warga. Meski otoritas setempat memastikan tidak ada laporan korban jiwa maupun kerusakan infrastruktur, ABC News melaporkan bahwa Kementerian Lingkungan Hidup El Salvador telah menyatakan adanya aktivitas seismik lain berupa gempa bermagnitudo lebih rendah yang berpusat di lepas pantai Departemen Usulután, wilayah timur negara tersebut, yang hingga kini juga terus dipantau perkembangannya.

Sesaat setelah gempa, Pacific Tsunami Warning Center (PTWC) dan pihak Angkatan Laut Meksiko mengeluarkan peringatan potensi gelombang tsunami setinggi 0,3 hingga 1 meter (1 hingga 3 kaki) untuk wilayah pesisir Meksiko dan Guatemala. Pemerintah setempat sempat mengimbau warga pantai untuk menjauh dari area bibir pantai selama kurang lebih enam jam. Namun, setelah beberapa jam pengamatan intensif, status ancaman tsunami resmi dicabut karena tinggi gelombang yang terekam tetap berada dalam batas aman.

Pada Jumat (17/7/2027) Kedutaan Besar Amerika Serikat di Meksiko mengeluarkan peringatan bencana alam bagi warga negaranya di kawasan tersebut.

“Karena ancaman gempa susulan yang disebabkan oleh gempa berkekuatan 7,4 magnitudo di lepas pantai barat Meksiko pagi ini, otoritas setempat di Chiapas telah menutup layanan publik dan menganjurkan penutupan bisnis swasta. Peringatan tsunami sebelumnya telah dibatalkan. Kedutaan Besar AS akan terus memantau situasi ini dan mendorong warga negara AS di wilayah tersebut untuk tetap waspada,” tulis pengumuman resmi di laman Kedutaan Besar Meksiko.

Meski demikian, sistem Prompt Assessment of Global Earthquakes for Response (PAGER) milik USGS USGS menyatakan bahwa gempa tersebut ditetapkan berstatus peringatan kuning untuk potensi korban jiwa maupun kerugian ekonomi akibat guncangan. Peringatan kuning mengindikasikan bahwa beberapa korban jiwa dan kerusakan mungkin terjadi, dengan dampak yang diperkirakan relatif terlokalisasi dan umumnya membutuhkan respons penanganan di tingkat lokal atau regional.

Dari sisi estimasi korban jiwa, model PAGER memperkirakan kemungkinan terbesar (40 persen) jumlah korban berada pada kisaran 1 hingga 10 orang, dengan peluang 27 persen kurang dari 1 orang, 22 persen pada kisaran 10 hingga 100 orang, dan 4 persen kemungkinan korban mencapai 100 hingga 1.000 orang.

Adapun untuk estimasi kerugian ekonomi, PAGER memperkirakan peluang terbesar (35 persen) berada pada rentang 10 juta hingga 100 juta dolar AS, dengan peluang 25 persen pada kisaran 100 juta hingga 1 miliar dolar, 23 persen kurang dari 10 juta dolar, dan 8 persen pada rentang 1 miliar hingga 10 miliar dolar. Secara keseluruhan, USGS memperkirakan total kerugian ekonomi kurang dari 1 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) Meksiko. Peta paparan populasi terhadap guncangan yang dirilis USGS menunjukkan wilayah pesisir Chiapas hingga bagian barat Guatemala sebagai kawasan dengan intensitas guncangan tertinggi.

Berdasarkan data dari laman USGS (https://earthquake.usgs.gov/earthquakes/eventpage/attibqh8/executive) secara historis, kawasan perbatasan lempeng tersebut sangat aktif. Sejak tahun 1950, tercatat terdapat 50 gempa bermagnitudo 7 atau lebih di Amerika Tengah, dengan tujuh di antaranya berada dalam radius 250 km dari pusat gempa saat ini. Kawasan tersebut juga berdekatan dengan lokasi gempa merusak masa lalu, seperti gempa tahun 1970, 1993, serta gempa besar magnitudo 8,2 pada tahun 2017 yang memicu tsunami dan menelan korban jiwa. Secara umum, dampak sosial dari gempa besar di wilayah Meksiko dan Guatemala sangat bergantung pada seberapa dekat pusat gempa dengan area padat penduduk.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.