Jakarta (ANTARA) – Tunggal putra Prancis Christo Popov menyebut gelar juara Japan Open 2026 menjadi tambahan kepercayaan diri menjelang Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2026 di Arena Indira Gandhi, New Delhi, India, pada 17-23 Agustus.
Popov mengalahkan Koki Watanabe 21-11, 21-19 dalam final pada Minggu (19/7).
“Gelar juara ini sangat berarti. Ini menjadi konfirmasi atas apa yang telah saya bicarakan selama beberapa bulan atau pekan terakhir,” kata Popov dalam laman BWF pada Senin.
Popov tampil dominan pada gim pertama, sedangkan Watanabe meningkatkan tekanan pada gim kedua melalui reli-reli panjang. Namun, Popov mampu menutup pertandingan ini dalam dua gim.
“Koki merupakan pemain yang sangat terampil dan dia membuat saya bekerja keras sepanjang gim kedua. Kami menjalani beberapa reli yang sangat panjang dan sulit,” ujar Popov.
Baca juga: Fajar/Fikri juara Japan Open, Dubes: Atlet kerja keras harumkan RI
Juara Japan Open menjadi trofi ketiga Popov tahun ini setelah German Open dan Kejuraan Eropa 2026. Dia juga memperpanjang catatan positif tunggal putra Prancis di Japan Open.
Pemain Prancis selalu tampil pada final Japan Open dalam tiga edisi terakhir. Alex Lanier menembus final dalam dua edisi sebelumnya, sedangkan Popov melanjutkan pencapaian itu tahun ini.
Ia menilai keberhasilan tersebut tidak terlepas dari dukungan tim yang membangun suasana positif sepanjang turnamen.
“Saya sangat bangga terhadap tim. Kami datang dengan tim yang cukup besar, termasuk dua staf medis dan ayah saya sebagai pelatih,” ujar Popov.
Baca juga: Fajar/Fikri berharap gelar Japan Open 2026 jadi awal kebangkitan
Pewarta: Muhammad Ramdan
Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.





Comments are closed.