Jakarta (ANTARA) – Ganda putri Indonesia Siti Fadia Silva Ramadhanti/Amallia Cahaya Pratiwi mengakui ekspektasi yang terlalu tinggi menjadi bumerang setelah tersingkir pada babak pertama China Open 2026.
Fadia/Tiwi takluk dua gim langsung 16-21, 4-21 dari pasangan Jepang Sayaka Hirota/Ayako Sakuramoto pada babak 32 besar di Changzhou, China, Selasa.
“Sangat kecewa dengan penampilan kami hari ini dan minggu lalu di Jepang. Mungkin faktornya non-teknis ya karena ekspektasi kami terlalu tinggi tapi di lapangan tidak seperti yang diinginkan,” kata Fadia melalui keterangan resmi PP PBSI setelah laga.
Kekalahan tersebut memperpanjang hasil kurang memuaskan Fadia/Tiwi setelah keduanya juga belum mampu melangkah jauh pada Japan Open 2026 pekan lalu.
Fadia/Tiwi sempat memberikan perlawanan pada gim pertama. Namun, mereka kehilangan kendali pada gim kedua setelah kesulitan menyesuaikan diri dengan laju kok dan kondisi angin di lapangan.
Baca juga: Tiwi/Fadia jadikan semifinal BAC 2026 sebagai pijakan ke level elite
Pasangan Indonesia itu tertinggal jauh sejak awal dan hanya mampu mengumpulkan empat poin sepanjang gim kedua.
“Gim kedua kami benar-benar kaget karena laju bolanya jauh lebih kencang, menang anginnya tidak bisa kami kontrol dan akhirnya dari start sudah tertinggal jauh. Sama sekali tadi kami tidak bisa mengeluarkan bentuk permainan kami,” ujar Fadia.
Tiwi menilai tekanan makin besar ketika pola permainan yang telah mereka persiapkan tidak berjalan sesuai harapan. Keinginan untuk segera mendapatkan hasil justru membuat mereka kesulitan keluar dari situasi tersebut.
“Ini pelajaran bagi saya dan kak Fadia, ketika permainan yang kami harapkan tidak keluar, kami jadi sangat tertekan dan menjadi bumerang banget. Ke depan kami tidak boleh berfokus pada hasil tapi bagaimana berpikir satu poin demi satu poin,” kata Tiwi.
Baca juga: Putri KW bidik semifinal Super 1000 pertama di China Open
Baca juga: Sabar/Reza redam duet baru Malaysia di China Open 2026
Pewarta: Muhammad Ramdan
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.





Comments are closed.