Jakarta (ANTARA) – Pebulu tangkis ganda putri Indonesia Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari terhenti di babak pertama China Open 2026 setelah mengakui ketangguhan ganda Korea Selatan Kim Hye Jeong/Kong Hee Yong lewat rubber gim 21-17, 20-22, 13-21 di Olympic Sports Center Gymnasium, Jiangsu, Rabu.
Ana menyebut bahwa kekalahan ini disebabkan kesalahan mereka yang kurang bisa memanfaatkan momentum di setiap kesalahan Kim/Kong.
“Dari awal sudah benar caranya bahkan sampai di gim kedua yang posisinya menang angin,” ujar Ana dikutip dari PBSI.
“Di akhir-akhir kami terus berusaha menurunkan bola tapi kadang malah pukulannya tidak pas, pengembaliannya banyak salah yang malah menjadi bumerang. Gim ketiga pasangan Korea bisa bermain lebih baik dari kami,” imbuhnya.
Ana mengatakan bahwa sebenarnya telah menyiapkan strategi khusus untuk menghadapi kondisi lapangan di Jiangsu yang begitu berangin.
Namun permainan ulet yang ditunjukkan ganda unggulan keenam pada turnamen tersebut membuat Ana begitu kesulitan mengatur tempo permainan.
“Lawan mereka yang benar-benar kuat dan kena-an terus memang kami harusnya bisa jaga momentum. Terus menyerang tapi ada sabarnya juga. Tidak boleh terlalu bernafsu atau terburu-buru,” ungkap Ana mengenai situasi pertandingan.
Baca juga: Jojo bersyukur bisa cepat beradaptasi dengan lapangan di China Open
Baca juga: Fajar/Fikri tak ingin terbebani status juara bertahan China Open
Baca juga: Rachel/Febi belajar dari laga sebelumnya untuk tekuk unggulan kedua
Pewarta: Fajar Satriyo
Editor: Eka Arifa Rusqiyati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.





Comments are closed.