Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 siap menyambut pencinta otomotif di Tanah Air dan global. Digelar di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City pada 30 Juli–9 Agustus, pameran ini menghadirkan 68 merek kendaraan, meningkat dari 63 merek pada tahun sebelumnya.
Bisa dibilang, kenaikan tersebut mencerminkan optimisme pelaku industri terhadap pasar Indonesia, bahkan ketika ketidakpastian ekonomi global masih membayangi.
Tahun ini, GIIAS juga menjadi panggung debut bagi sepuluh merek baru, mulai dari BAW, Changan, iCar, hingga Zeekr. Masuknya pemain-pemain baru, terutama produsen asal Tiongkok dengan portofolio kendaraan listrik yang semakin kompetitif, mempertegas bahwa persaingan otomotif Indonesia kini tidak lagi hanya ditentukan oleh kualitas produk. Kemudahan akses pembiayaan juga menjadi faktor yang menentukan apakah minat konsumen akan berujung pada transaksi nyata.
Pembiayaan, Mesin yang Menggerakkan Penjualan
Dalam industri otomotif modern, lembaga pembiayaan bukan lagi sekadar penyedia kredit. Mereka menjadi bagian dari rantai nilai yang menentukan laju penjualan kendaraan.
Peran itu kembali diemban Astra Credit Companies (ACC) dan Toyota Astra Finance (TAF) yang untuk kedelapan kalinya menjadi Platinum Financial Partner GIIAS. Di tengah meningkatnya persaingan merek, kedua perusahaan berupaya memastikan calon pembeli dapat memperoleh akses pembiayaan yang cepat, aman, dan sesuai kemampuan finansial.
Momentum tersebut sejalan dengan kinerja pasar otomotif nasional. Penjualan mobil secara wholesales sepanjang semester pertama 2026 mencapai 436 ribu unit atau tumbuh 15,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, ACC dan TAF menguasai sekitar 29,2 persen pangsa pasar pembiayaan kendaraan roda empat di Indonesia.
Menurut Project Director GIIAS Astra Financial sekaligus Chief Marketing and Sales Officer ACC, Tan Chian Hok, kemudahan pembiayaan kini menjadi bagian penting dari pengalaman membeli kendaraan.
“Melalui kolaborasi berbagai unit bisnis Astra Financial, kami ingin memberikan pengalaman kepemilikan kendaraan yang semakin mudah, aman, dan nyaman, mulai dari proses pembiayaan hingga perlindungan dan transaksi keuangan.”
Ekosistem tersebut tidak hanya mencakup pembiayaan kendaraan, tetapi juga perlindungan melalui Asuransi Astra dan Astra Life, serta layanan transaksi digital melalui AstraPay dan Bank Saqu.
Ingat! Kredit Murah Belum Tentu Kredit Sehat
Setiap pameran otomotif identik dengan berbagai promosi agresif. GIIAS 2026 pun menawarkan beragam insentif, salah satunya program “Tebus Hemat” dengan keuntungan hingga Rp6,9 juta.
Namun, promosi bukan satu-satunya pertimbangan sebelum mengambil kredit kendaraan. Di tengah kompetisi yang semakin ketat, konsumen justru dituntut semakin cermat dalam menghitung kemampuan membayar cicilan. Keputusan membeli mobil idealnya didasarkan pada kondisi keuangan jangka panjang, bukan sekadar besarnya potongan harga atau rendahnya uang muka.
Karena itu, Ahok, sapaan akrab Tan Chian Hok, mendorong pengunjung memanfaatkan layanan konsultasi pembiayaan yang tersedia selama pameran. Menurutnya, diskusi dengan konsultan pembiayaan dapat membantu calon pembeli memilih tenor, uang muka, hingga besaran cicilan yang sesuai dengan profil keuangan masing-masing.
“Tim kami akan membantu memilih skema pembiayaan yang paling sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan finansial masing-masing konsumen.”
Pendekatan tersebut menjadi semakin relevan di tengah meningkatnya literasi keuangan masyarakat. Kredit yang sehat tidak hanya menguntungkan konsumen, tetapi juga menjaga kualitas pembiayaan industri secara keseluruhan. Di sisi lain, memilih perusahaan pembiayaan yang telah terdaftar dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjadi langkah penting untuk memastikan keamanan transaksi.
Menjaga Pertumbuhan Tetap Sehat
Optimisme industri otomotif pada 2026 tidak hanya tercermin dari bertambahnya peserta pameran, tetapi juga dari target bisnis yang dipasang pelaku pembiayaan. ACC dan TAF membidik pembiayaan 4.000–4.500 unit kendaraan selama GIIAS dengan nilai transaksi sekitar Rp2 triliun.
Di saat yang sama, OJK turut memanfaatkan momentum GIIAS melalui agenda edukasi literasi keuangan pada 7 Agustus. Kehadiran regulator menunjukkan bahwa pertumbuhan penjualan kendaraan harus diimbangi dengan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan utang dan risiko kredit. Pertumbuhan industri yang sehat tidak hanya diukur dari banyaknya mobil yang terjual, tetapi juga dari kualitas pembiayaan yang menopangnya.
Didukung pertumbuhan penjualan ritel kendaraan sebesar 10,5 persen, pelaku industri berharap momentum positif ini terus berlanjut hingga akhir tahun. Bagi ACC dan TAF, peningkatan penjualan kendaraan harus berjalan seiring dengan pertumbuhan pembiayaan yang berkelanjutan.
“Pertumbuhan penjualan kendaraan tentu kami harapkan juga diikuti oleh pertumbuhan pembiayaan. Karena itu ACC dan TAF menargetkan pertumbuhan pembiayaan sekitar 11–13 persen secara year-on-year,” ujarnya.
GIIAS 2026 tentunya menggambarkan bagaimana industri otomotif semakin bergantung pada arsitektur keuangan yang kuat. Di balik deru mesin mobil-mobil baru dan inovasi kendaraan listrik, terdapat ekosistem pembiayaan yang memastikan pertumbuhan industri berlangsung secara sehat, sekaligus membantu masyarakat mewujudkan kendaraan impiannya dengan keputusan finansial yang bijak.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News




Comments are closed.