Wed,22 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Kantor Polisi Jadi Bangunan Sekolah: Kilas Balik Gedung Tua SMP Negeri 1 Purwokerto

Kantor Polisi Jadi Bangunan Sekolah: Kilas Balik Gedung Tua SMP Negeri 1 Purwokerto

kantor-polisi-jadi-bangunan-sekolah:-kilas-balik-gedung-tua-smp-negeri-1-purwokerto
Kantor Polisi Jadi Bangunan Sekolah: Kilas Balik Gedung Tua SMP Negeri 1 Purwokerto
service

Gedung SMP Negeri 1 Purwokerto


Pada 22 Februari 2019, Bupati Banyumas, Achmad Husein membubuhkan tanda tangan pada Surat Keputusan Nomor 430/129 Tahun 2019. SK itu berisi penetapan gedung tua di Jalan Jenderal Sudirman No. 181, Purwokerto, sebagai bangunan bersejarah.

Bangunan itu kini menjadi gedung SMP Negeri 1 Purwokerto, yang artinya, sekolah tersebut saat ini berstatus Bangunan Cagar Budaya Kabupaten Banyumas.

Tak heran, sebab gedungnya memang telah berusia satu abad. Selama masa itu, fungsinya terus berubah, mulai dari markas polisi kolonial, sekolah khusus keturunan Eropa, tempat pendidikan di masa pendudukan Jepang, hingga akhirnya menjadi sekolah negeri pertama di Purwokerto yang masih berdiri kokoh sampai sekarang.

Awalnya Bukan Sekolah, tapi Markas Polisi

Ya, sebelum kegiatan belajar mengajar untuk pribumi dilaksanakan di gedung ini, bangunan tersebut lebih dulu menjadi tempat aparat kolonial bekerja.

Berdasarkan dokumen Keputusan Bupati Banyumas Nomor 430/129 Tahun 2019, gedung ini dibangun pada periode setelah tahun 1920 dan rampung sebelum tahun 1940. Fungsi awalnya adalah Kantor Kepolisian Kolonial Belanda, yang dalam catatan resmi disebut Commissariaat van Politie Poerwokerto.

Commissariaat van Politie Poerwokerto cikal bakal SMPN 1 Purwokerto

info gambar

Commissariaat van Politie Poerwokerto cikal bakal SMPN 1 Purwokerto


Gedung ini dirancang dengan gaya arsitektur tropis Hindia Belanda, sebuah gaya bangunan kolonial yang sengaja disesuaikan dengan iklim panas dan lembap Indonesia.

Cirinya mudah dikenali, yakni kombinasi plafon tinggi agar udara panas naik dan ruangan tetap sejuk, jendela-jendela besar untuk memaksimalkan cahaya alami, serta sistem ventilasi silang yang membuat pertukaran udara lebih maksimal.

Desain semacam ini umum ditemukan pada bangunan pemerintahan era kolonial, dan hingga kini masih menjadi salah satu ciri khas arsitektur heritage di berbagai kota di Jawa.

Berpindah Fungsi Seiring Pergantian Kekuasaan

Sebagaimana diungkapkan sebelumnya, gedung SMP Negeri 1 Purwokerto terus mengalami perubahan fungsi mengikuti siapa yang berkuasa di tanah air. Perubahan itu tercatat rapi dalam dokumen penetapan cagar budaya.

Pada 1942, gedung ini digunakan sebagai Europese Lagere School (ELS), sekolah dasar berbahasa Belanda yang diperuntukkan khusus bagi anak-anak keturunan Eropa.

Setelah kekuasaan kolonial Belanda diserahkan ke Jepang, sekolah berbahasa Belanda dilarang. ELS pun beralih fungsi menjadi SMP Putri.

Lalu, Pasca-Proklamasi 1945, gedung dipakai untuk Sekolah Menengah Oemoem Pertama (SMOP), cikal bakal istilah SMP yang kita kenal sekarang.

Pada 1947–1949, saat Belanda kembali menguasai wilayah ini pada masa Agresi Militer, gedung sempat digunakan untuk pendidikan SMOP Vederal.

Di antara masa itu, tanggal 1 Oktober 1948 diperingati sebagai tonggak kelahiran sekolah, saat bangunan ini resmi dijadikan sekolah menengah umum pertama di kota Purwokerto.

Barulah pada 1950, seiring peralihan kekuasaan Belanda kepada Republik Indonesia, gedung ini resmi digunakan sebagai Sekolah Menengah Umum Pertama (SMP) Negeri—cikal bakal SMP Negeri 1 Purwokerto yang kita kenal hari ini. Sekolah ini tercatat sebagai sekolah negeri pertama yang berdiri di kota Purwokerto.

Menariknya, meski fungsinya berkali-kali berganti selama tiga dekade, bentuk fisik bangunan nyaris tak berubah. Hingga sekarang, gedung ini masih mempertahankan tata letak asli berbentuk huruf U, ciri arsitektur yang sudah ada sejak zaman menjadi kantor polisi kolonial. Makanya, bangunan tersebut kini dijadikan sebagai cagar budaya.

Warisan yang Terus Dijaga

Penetapan sebagai cagar budaya membawa konsekuensi tersendiri. Setiap perubahan fisik pada bangunan kini tidak bisa dilakukan sembarangan karena harus mempertimbangkan pelestarian nilai sejarah dan arsitekturnya.

Status itu juga turut memperkuat komitmen SMP Negeri 1 Purwokerto untuk melahirkan putra putri terbaik. Kepala SMP Negeri 1 Purwokerto, Agus Widodo, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa sekolah ini tidak ingin sekadar mengejar prestasi akademik di atas kertas.

“Kami percaya bahwa pendidikan bukan sekedar angka di atas kertas,” ujarnya, dikutip dari video profil resmi sekolah.

Ia menambahkan bahwa sekolah berkomitmen menyeimbangkan prestasi akademik dengan pembentukan karakter, wawasan global, dan budaya. Tak hanya itu, SMP Negeri 1 Purwokerto juga menyediakan ruang kreativitas yang luas bagi siswa, didukung fasilitas representatif dan tenaga pengajar yang berdedikasi.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.