
Sumber: Wikimedia Commons CC-BY-SA-4.0.
Surabaya selama bertahun-tahun dikenal sebagai kota metropolitan terbesar kedua di Indonesia dengan mobilitas masyarakat yang terus meningkat. Namun, hingga kini kota tersebut belum memiliki layanan kereta rel listrik (KRL) seperti Jakarta atau bahkan Yogyakarta-Solo.
Kondisi itu diproyeksikan berubah dalam beberapa tahun mendatang setelah pemerintah mulai mematangkan proyek Surabaya Regional Railway Line (SRRL) dengan target operasional penuh jalur pertama Surabaya–Sidoarjo pada 2030.
Menuju Era Baru Transportasi Perkotaan
Rencana menghadirkan KRL di Surabaya menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam memperkuat sistem transportasi massal di kawasan metropolitan Surabaya Raya.
Jalur pertama yang menghubungkan Surabaya dengan Sidoarjo dipilih karena merupakan koridor dengan tingkat mobilitas harian yang sangat tinggi. Setiap hari ribuan pekerja, pelajar, hingga pelaku usaha melakukan perjalanan di lintasan tersebut menggunakan kendaraan pribadi maupun angkutan umum.
Keberadaan KRL diharapkan mampu mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi sekaligus menekan kemacetan yang selama ini menjadi tantangan utama di kawasan perkotaan.
Selain memberikan alternatif transportasi yang lebih nyaman, layanan berbasis listrik juga dinilai lebih ramah lingkungan dibandingkan moda transportasi berbahan bakar fosil.
Chodai Jepang Dilibatkan dalam Penyusunan Desain
Keseriusan pemerintah terlihat dari penunjukan perusahaan konsultan asal Jepang, Chodai, untuk menyusun Detail Engineering Design (DED) proyek tersebut.
Perusahaan ini memiliki pengalaman dalam berbagai proyek infrastruktur transportasi di sejumlah negara sehingga diharapkan mampu menghadirkan rancangan yang sesuai dengan kebutuhan Surabaya Raya.
Berdasarkan hasil kajian awal, proyek ini tidak hanya menghadirkan jaringan KRL baru, tetapi juga mencakup penyesuaian terhadap berbagai infrastruktur yang sudah ada.
Sejumlah jembatan kereta api, jalur rel, hingga stasiun akan mengalami penyesuaian agar mampu mendukung operasional kereta listrik secara optimal.
Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan sistem yang dibangun nantinya memenuhi standar keselamatan, efisiensi operasional, serta kenyamanan bagi penumpang.
Dengan desain yang matang sejak awal, pembangunan diharapkan dapat berjalan lebih efektif ketika memasuki tahap konstruksi.
Jalur Surabaya–Sidoarjo Jadi Tahap Pertama
Koridor Surabaya–Sidoarjo dipilih sebagai fase pertama karena memiliki tingkat aktivitas perjalanan yang sangat tinggi.
Jalur ini menghubungkan pusat pemerintahan, kawasan bisnis, kawasan industri, hingga permukiman padat penduduk. Kehadiran KRL diyakini akan memberikan dampak langsung terhadap kelancaran mobilitas masyarakat setiap harinya.
Selain melayani perjalanan komuter, proyek ini juga diproyeksikan menjadi fondasi pengembangan jaringan transportasi rel yang lebih luas di wilayah Surabaya Raya.
Setelah jalur pertama beroperasi, pengembangan menuju koridor lain dapat dilakukan secara bertahap sehingga konektivitas antardaerah semakin baik.
Integrasi dengan moda transportasi lain juga menjadi perhatian dalam perencanaan. Dengan demikian, masyarakat nantinya dapat berpindah dari kereta menuju bus maupun angkutan pengumpan dengan lebih mudah sehingga perjalanan menjadi lebih efisien.
Target Beroperasi Penuh pada 2030
Pemerintah sendiri menargetkan jalur pertama Surabaya–Sidoarjo dapat beroperasi sepenuhnya pada 2030.
Target tersebut memberikan waktu bagi seluruh tahapan proyek, mulai dari penyusunan desain, proses pengadaan, pembangunan infrastruktur, hingga pengujian sistem sebelum layanan dibuka untuk masyarakat.
Dalam prosesnya, berbagai penyesuaian teknis akan dilakukan agar jalur eksisting mampu mendukung pengoperasian kereta listrik. Modernisasi persinyalan, peningkatan fasilitas stasiun, serta penyesuaian jaringan listrik menjadi bagian dari pekerjaan yang harus diselesaikan sebelum layanan resmi berjalan.
Apabila seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, Surabaya akan menjadi salah satu kota besar berikutnya di Indonesia yang memiliki layanan KRL modern.
Kehadiran moda transportasi ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan transportasi publik sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi kawasan.
Harapan Baru bagi Surabaya Raya
Proyek KRL Surabaya–Sidoarjo bukan sekadar pembangunan jalur kereta listrik, melainkan bagian dari transformasi sistem transportasi perkotaan yang lebih modern.
Dengan dukungan pengalaman Chodai dalam menyusun desain teknis serta komitmen pemerintah untuk menyelesaikan proyek sesuai target, masyarakat memiliki harapan baru terhadap hadirnya transportasi massal yang lebih cepat, nyaman, dan efisien.
Jika target operasional penuh pada 2030 dapat tercapai, Surabaya akan memasuki babak baru dalam pengembangan transportasi berbasis rel.
Kehadiran KRL diyakini tidak hanya mempercepat mobilitas masyarakat, tetapi juga mendorong terciptanya kawasan metropolitan yang lebih terintegrasi, berkelanjutan, dan siap menghadapi pertumbuhan aktivitas ekonomi di masa depan.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News
Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Daniel Sumarno lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Daniel Sumarno.
Tim Editor




Comments are closed.