Sun,26 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Perspektif
  3. Pentas Musik ‘Ngamen 17 Desa’ Hangatkan Malam Minggu di Alun-Alun Banjarnegara Jateng

Pentas Musik ‘Ngamen 17 Desa’ Hangatkan Malam Minggu di Alun-Alun Banjarnegara Jateng

pentas-musik-‘ngamen-17-desa’-hangatkan-malam-minggu-di-alun-alun-banjarnegara-jateng
Pentas Musik ‘Ngamen 17 Desa’ Hangatkan Malam Minggu di Alun-Alun Banjarnegara Jateng
service

Banjarnegara, Arina.id  Tiga grup musik Banjarnegara yakni ‘Rengeng-Rengeng’, ‘Saraswati Project’ dan ‘Menjelang Pagi’ menghangatkan Alun-Alun Banjarnegara dalam pentas musik ‘Ngamen 17 Desa’, Sabtu malam Minggu (25/7/2026).

Pentas perdana ini digagas oleh Seniman Muda Wanayasa (Sendawa), Oemah Qyasa, Ekraf, dan Pemkab Banjarnegara.

Uniknya, pada konser bertajuk Sebuah Perjalanan dari Nol Derajat Pengetahuan Menuju Tak Terhingga, ketiga grup membawakan lagu-lagu karya sendiri yang diproduksi sendiri (indie). 

Meski digelar secara sederhana tanpa panggung megah –hanya memanfaatkan pelataran joglo Alun-alun— penampilan ketiganya berhasil memukau pengunjung yang memadati kawasan titik nol kota itu. Riuh tepuk tangan penonton kerap mengiringi penampilan. Hawa dingin seperti tak dihiraukan demi menikmati lantunan lagu-lagu yang memikat hati.

Saraswati Project tampil membuka konser. Mengusung konsep akustik, trio ini membawakan 6 lagu; Pulang ke Desa, Brug Gantung Kali Kacangan, Menuju Cakrawala, Bening, Janji Malioboro, dan Memori Tamansari. Vokalis Ratna Saraswati tampil prima didukung dua gitaris dan pencipa lagu Drajat Nurangkoso sekaligus pemilik Sanggar Pintu Kosong Sokanandi. 

Salah satu momen yang mendapat perhatian adalah pembacaan puisi oleh senman Singgih Wirawan, yang membawakan karya Bung Karno berjudul “Aku Melihat Indonesia”. puisi ini menggambarkan rasa cinta terhadap tanah air melalui elemen alam, budaya, dan semangat persatuan.

Suasana semakin hangat ketika grup ‘Rengeng-Rengeng’ yang ditunggu-tunggu tampil menggebrak. Band kawakan yang digawangi ini tetap mempertahankan ciri khas musik kontemporer dan lirik berbahasa Jawa. Beberapa personil telah berganti, namun kharisma band ini tetap bertahan dengan personil dari lintas generasi.

Masih digawangi Nono Sendawa sebagai vokalis utama, Rengeng-Rengeng membawakan sejumlah lagu seperti : Banjarnegara Gilar-Gilar, Dolanan, Aji Manungsa, Asu Gedhe Ora Kudu Menang Kerahe, Jarkoni, dan Gotong Royong, yang disambut antusias oleh penonton.

Rangkaian acara ditutup penampilan grup band Menjelang Pagi dari Kesenet, Banjarmangu. Penampilan mereka menjadi penutup yang menghangatkan malam di Alun-alun Banjarnegara.
Nono Sendawa kepada media mengungkapkan, pentas ini merupakan ruang apresiasi bagi para pelaku seni lokal.

“Komitmen kami, mengutamakan untuk membawakan karya sendiri. Sesuai tema, pentas di alun-alun ini sebagai awal untuk pentas di 17 desa atau titik, bahkan hingga tak terhingga,” ujar Nono Sendawa.

Sejumlah penonton mengaku terhibur dengan pertunjukan yang tidak hanya menyajikan hiburan, tetapi juga sarat pesan moral dan nilai budaya.

“Kami sangat terhibur. Lirik dan penampilan mereka penuh makna dan inspiratif,” ujar Nur Jatmiko, dari Bantarwaru.

Hal senada disampaikan Yana, warga Blambangan. Menurutnya, lagu-lagu yang dibawakan para musisi lokal menghadirkan harmoni musik yang berpadu dengan nilai-nilai falsafah Jawa.

“Kami bangga. Banyak falsafah Jawa yang diharmonisasikan dalam musik yang mereka sajikan,” katanya.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.