Jakarta, Arina.id—Jumlah penduduk Indonesia mencapai 290,13 juta jiwa pada semester I 2026. Gen Z menjadi kelompok terbesar dengan 75,37 juta jiwa atau 25,98% dari total populasi.
Data tersebut menunjukkan besarnya potensi bonus demografi yang dimiliki Indonesia untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri Teguh Setyabudi menyampaikan, berdasarkan Data Kependudukan Bersih (DKB) Semester I 2026, jumlah penduduk Indonesia mencapai 290.125.073 jiwa per 30 Juni 2026.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 201.060.449 jiwa atau sekitar 69,3 persen berada dalam rentang usia produktif, yakni 15–64 tahun.
“Besarnya proporsi penduduk produktif menjadi modal penting bagi Indonesia karena dapat menjadi penggerak perekonomian sekaligus pembangunan nasional,” tuturnya.
Teguh mengungkapkan, kelompok usia 15–19 tahun menjadi kelompok umur dengan jumlah penduduk terbesar, kemudian disusul kelompok usia 20–24 tahun. Sementara itu, jika dilihat berdasarkan kelompok generasi, Generasi Z (Gen Z) menjadi kelompok dengan jumlah penduduk terbanyak, diikuti generasi milenial.
Kondisi tersebut menjadi peluang besar bagi Indonesia untuk memanfaatkan bonus demografi. “Namun, jumlah penduduk usia produktif yang besar perlu diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia,” kata Teguh dalam paparannya.
Teguh menekankan pentingnya perhatian terhadap pendidikan, kesehatan, dan pelatihan kerja agar penduduk usia produktif memiliki kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan dan dunia kerja.
“Dengan kualitas SDM yang baik, bonus demografi dapat menjadi kekuatan untuk mendorong Indonesia menuju Indonesia Emas 2045,” jelasnya.
Data kependudukan juga menunjukkan bahwa jumlah penduduk Indonesia terus mengalami pertumbuhan. Per 30 Juni 2026, jumlah penduduk mencapai lebih dari 290 juta jiwa, meningkat sekitar 1,8 juta jiwa dibandingkan Semester II 2025.
Besarnya populasi usia produktif sekaligus menjadi tantangan bagi pemerintah untuk memastikan tersedianya pendidikan berkualitas, lapangan pekerjaan, layanan kesehatan, serta pelatihan yang mampu meningkatkan kompetensi generasi muda.
“Jika dikelola dengan tepat, dominasi penduduk usia produktif dapat menjadi salah satu modal utama Indonesia dalam mempercepat pembangunan ekonomi dan meningkatkan daya saing sumber daya manusia di tingkat global,” katanya.
Posisi berikutnya ditempati generasi milenial yang berusia 30–45 tahun. Jumlahnya mencapai 68.535.021 jiwa atau setara dengan 23,62% dari total penduduk Indonesia. Populasi tersebut terdiri atas 34.644.224 laki-laki dan 33.890.797 perempuan.
Jika digabungkan, jumlah Gen Z dan milenial mencapai 143.904.897 jiwa. Angka itu setara dengan 49,60% dari populasi Indonesia pada semester I 2026. Dengan demikian, hampir separuh penduduk Indonesia berasal dari kedua generasi tersebut.
Gen X menempati urutan ketiga dengan jumlah 55.511.699 jiwa atau 19,13% dari total penduduk. Kelompok berusia 46–61 tahun itu terdiri atas 27.448.157 laki-laki dan 28.063.542 perempuan.
Jumlah Gen X hanya terpaut 93.867 jiwa dari Gen Alpha. Penduduk Gen Alpha yang berusia 2-13 tahun tercatat sebanyak 55.417.832 jiwa atau memiliki pangsa 19,10%. Jumlah tersebut terdiri atas 28.635.965 laki-laki dan 26.781.867 perempuan.
Sementara itu, jumlah Baby Boomers mencapai 26.628.236 jiwa atau 9,18% dari populasi. Pada kelompok berusia 62-80 tahun tersebut, jumlah perempuan mencapai 13.862.221 jiwa, lebih banyak dibandingkan laki-laki yang sebanyak 12.766.015 jiwa.
Gen Beta, yakni penduduk berusia 0–1 tahun, berjumlah 5.414.771 jiwa pada semester I 2026. Angka tersebut setara dengan 1,87% dari keseluruhan penduduk Indonesia. Secara terperinci, Gen Beta terdiri atas 2.806.517 laki-laki dan 2.608.254 perempuan. Kelompok ini merupakan generasi termuda dalam klasifikasi penduduk Indonesia.





Comments are closed.