Sun,9 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Perempuan Hebat Batin Sembilan, Kelola 399 Hektar Hutan Komunal dan Ahlinya Obat Tradisional

Perempuan Hebat Batin Sembilan, Kelola 399 Hektar Hutan Komunal dan Ahlinya Obat Tradisional

perempuan-hebat-batin-sembilan,-kelola-399-hektar-hutan-komunal-dan-ahlinya-obat-tradisional
Perempuan Hebat Batin Sembilan, Kelola 399 Hektar Hutan Komunal dan Ahlinya Obat Tradisional
service

Bagi masyarakat adat Batin Sembilan di Desa Bungku, Kabupaten Batanghari, Jambi, hutan bukan sekadar tempat mencari nafkah. Hutan juga menjadi sumber makanan, ruang hidup, dan tempat memperoleh berbagai tumbuhan yang mereka gunakan sebagai obat. Pengetahuan itu masih dipegang oleh Yunani, perempuan Batin Sembilan berusia 40 tahun. Ketika suaminya meriang, ia masuk ke hutan yang hanya berjarak sekitar 50 meter dari rumah untuk mencari pasak bumi. Akar tanaman tersebut kemudian direbus sebagai obat penurun panas. Saat mengambil pasak bumi, Yunani tidak mencabut seluruh tanaman. Ia hanya mengupas sebagian akarnya. Dengan begitu, tanaman tidak rusak dan tetap dapat tumbuh. Bagi Yunani, tumbuhan obat masih banyak tersedia di hutan tempat masyarakat Batin Sembilan tinggal. Pengetahuan tentang tumbuhan obat sudah dikenalkan sejak kecil dan diwariskan oleh orang tua. Masyarakat mengetahui pasak bumi sebagai tanaman untuk menguatkan tubuh, daun kandis untuk menurunkan demam, serta kulit kayu berumbung yang digunakan untuk mengobati malaria. Berbagai tumbuhan lainnya juga memiliki kegunaan berbeda. Ketika anak mengalami campak, masyarakat menggunakan kulit sengkuang. Untuk luka akibat parang atau duri, getah dan urat akar sekriput ditempelkan pada bagian yang terluka. Sementara rebusan akar kait-kait digunakan ketika tubuh terasa letih. Tumbuhan hutan juga hadir dalam kehidupan masyarakat sejak kelahiran. Ketika seorang bayi lahir, perempuan Batin Sembilan mencari kulit kayu terap. Serat kulit kayunya dipintal untuk mengikat ari-ari. Ada pula tumbuhan yang memiliki peran dalam kehidupan spiritual. Buah gendum, sejenis sorgum, merupakan salah satu syarat dalam Besale, ritual penyembuhan dan pembersihan roh yang menghubungkan masyarakat dengan arwah nenek moyang. Bagi para perempuan Batin Sembilan,…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.