Mon,10 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lifestyle
  3. Cara Mengenali Ibu Mertua dengan EQ Tinggi dari Sikapnya

Cara Mengenali Ibu Mertua dengan EQ Tinggi dari Sikapnya

cara-mengenali-ibu-mertua-dengan-eq-tinggi-dari-sikapnya
Cara Mengenali Ibu Mertua dengan EQ Tinggi dari Sikapnya
service

Jakarta

Ibu mertua yang cerdas secara emosional sangat diidamkan oleh banyak menantu perempuan. Ibu mertua dengan kecerdasan emosional atau Emotional Quotient (EQ) tinggi biasanya memahami bahwa keharmonisan keluarga dibangun melalui empati dan rasa hormat.

Ibu mertua ini juga sering kali memprioritaskan otonomi pasangan, menghormati batasan, dan berkomunikasi secara langsung. Pada akhirnya, ibu mertua dapat menjalin hubungan yang sehat dengan menantunya.

“Secara garis besar, kecerdasan emosional membutuhkan kesadaran diri, pengaturan diri , empati, kemauan untuk berkomunikasi sekaligus memberi ruang untuk memperbaiki kesalahan ketika kita melakukan kesalahan, dan kemampuan untuk membedakan antara diri sendiri dan orang lain,” kata psikolog dan penulis buku You, Your Husband, and His Mother, Dr. Tracy Dalgleish, dilansir laman Parade.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalgleish pernah berbagi tentang cara mengenali ibu mertua dengan EQ tinggi. Memahami sikap dan kepribadian ini menjadi penting dan bisa berdampak besar pada struktur keluarga secara umum, terutama dalam hubungan dengan menantu perempuan.

Simak penjelasan lengkapnya berikut ini!

Berikut cara mengenali ibu mertua dengan kecerdasan emosional yang tinggi:

1. Mereka memprioritaskan ikatan pasangan di atas kenyamanan mereka sendiri

Ibu mertua yang baik sangat menghargai hubungan anak dan menantunya. Mereka tidak mempermasalahkan bila anak-anaknya memprioritaskan pasangan dibandingkan keluarga.

“Mereka mengarahkan putra mereka kepada pasangannya alih-alih menarik diri ke arah ‘kesetiaan’ kepada keluarga atau rasa bersalah,” ungkap Dalgleish.

“Mereka memelihara otonomi pasangan dan menantu perempuan tidak dijadikan kambing hitam. Ini menunjukkan pengaturan emosi dan pengambilan perspektif, atau kemampuan untuk menenangkan perasaan tidak nyaman tanpa membebankannya kepada anak atau menantu yang sudah dewasa,” sambungnya.

2. Memiliki empati dan kesadaran sosial

Ibu mertua dengan EQ tinggi juga biasanya sering menunjukkan empati. Mereka tidak sungkan untuk berbagi emosi tanpa memberikan tekanan apa pun, Bunda.

“Ini menunjukkan empati dan kesadaran sosial, atau pemahaman bahwa kehadiran mereka memang berdampak pada orang lain, tanpa mempersonalisasi dampak tersebut,” ujar Dalgleish.

“Ketika mereka menyertakan menantu perempuan, itu juga menandakan kemampuan untuk memprioritaskan rasa memiliki. Seorang ibu mertua yang cerdas secara emosional tetap memegang otonomi dalam hubungan, alih-alih menjadi emosional dan terikat secara berlebihan,” sambungnya.

3. Mereka menghormati batasan dan tidak menganggapnya sebagai masalah pribadi

Ibu mertua idaman adalah mereka yang menghormati batasan anak dan menantunya. Nah, kepribadian ini biasanya dimiliki oleh ibu mertua dengan EQ tinggi.

“Ini termasuk menghormati batasan seputar kunjungan, liburan, dan keputusan pengasuhan anak tanpa sikap defensif atau rasa bersalah,” kata Dalgleish.

“Ini menunjukkan pengaturan diri dan diferensiasi. Ini seperti mengatakan ‘Saya dapat tetap terhubung denganmu bahkan ketika saya merasa kecewa’.”

4. Mereka mau mengakui dan bertanggung jawab atas kesalahan, serta mau memperbaiki diri

Ibu mertua dengan EQ tinggi umumnya tidak gengsi untuk mengakui kesalahannya. Mereka bahkan mau bertanggung jawab dan memperbaiki diri setelah menyadari kesalahannya.

“Ini mencerminkan tingkat kesadaran diri yang tinggi dan bukan perjuangan untuk selalu benar atau memilih apa yang benar secara moral,” ungkap Dalgleish.

5. Mereka berkomunikasi secara langsung, ramah, dan penuh hormat

Menurut Dalgleish, ibu mertua yang baik tidak suka menyembunyikan emosi pada menantunya. Mereka akan berkomunikasi langsung dengan memantu untuk menunjukkan rasa hormat.

“Mereka tidak menggunakan triangulasi atau rasa bersalah, dan menghindari berbicara di belakang orang lain. Individu yang cerdas secara emosional dapat menyadari bahwa berbicara di belakang seseorang itu berbahaya. Ini juga mengharuskan seorang ibu mertua untuk dapat mengatur perasaan mereka sendiri, agar tidak bertindak secara reaktif,” katanya.

6. Mereka memandang menantu sebagai individu yang otonom

Seorang ibu mertua yang cerdas secara emosional akan memandang menantunya sebagai individu yang otonom. Perlu diketahui, individu yang otonom adalah seseorang yang mampu berpikir, mengambil keputusan, dan bertindak secara mandiri berdasarkan nilai dan tanggung jawab.

“Seorang ibu mertua berinvestasi dalam mengenal siapa menantu perempuannya, melalui minat, karier, dan nilai-nilai, bukan hanya perannya sebagai ibu,” ujar Dalgleish.

“Ini adalah praktik individualitas dan juga kesadaran diri yang dibutuhkan untuk tidak hanya fokus pada kegembiraan mereka sendiri saat melihat cucu, atau hanya berfokus pada pengalaman mereka sebagai seorang kakek-nenek.”

7. Mereka menerima perbedaan dan memiliki fleksibilitas dalam nilai-nilai

Dalgleish mengatakan bahwa kecerdasan emosional mengharuskan seseorang untuk melihat bahwa ia adalah dua orang yang berbeda. Ini disebut juga keterampilan diferensiasi, Bunda.

“Ibu mertua yang individualis tidak harus menyukai semua hal tentang menantu perempuannya dan mereka tetap bisa bersikap hormat dan inklusif. Praktik diferensiasi mengatakan, ‘Saya tidak harus menyukai ini, tapi saya bisa menghormatinya’. Ini adalah praktik empati dan juga kesadaran diri tentang apa yang mereka sukai atau tidak sukai, dan kemampuan untuk tidak mendefinisikan seseorang berdasarkan sesuatu yang mereka yakini,” ungkap Dalgleish.

8. Mereka mampu mengatasi tantangan secara langsung

Ibu mertua yang cerdas secara emosional dapat mentolerir ketidaknyamanan dan perbedaan. Semua itu dilakukan sambil mempraktikkan komunikasi yang tegas dan jelas.

Ibu mertua ini biasanya memiliki kepercayaan diri yang menganggap mereka dapat berkomunikasi secara langsung. Hal itu dilakukan meskipun mereka tahu hasilnya tidak selalu mencapai kesepakatan.

Demikian cara mengenali ibu mertua dengan kecerdasan emosional yang tinggi. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/som)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.